28 February 2015

CNY Holiday Part 4 : Bali, here we come....


Sudah sering kami menginjakkan kaki di Pulau Dewata Bali. Pulau yang indah dan sangaaaattt terkenal. Bahkan orang asing menganggap Bali itu negara! Bukan sebuah pulau yang ada di wilayah Indonesia. Saking terkenalnya Bali, Indonesia kalah terkenal. Hahaha Walaupun sudah sering, tapi kami sadar perjalanan kali ini berbeda.

Karena selama ini, kami ke Bali sebagai turis yaa cuma dua kali dimana disamarkan dengan nama "study tour" ala anak SMP dan SMA yang berkantong tipis. Sedangkan suamiku dan keluarga nya pernah menetap di Bali selama beberapa tahun, nama suami ku aja Putu. Jadi, mereka warga, bukan turis.

Kali ini kami ingin sesuatu yang berbeda. Jalan-jalan ala turis sebenarnya...bedanya kalo turis kaya itu membelanjakan uang nggak pakai mikir, kalau kami dipikir sebelum berangkat dengan tujuan yang sama dengan turis kaya. Jadi misal mau tinggal di hotel berbintang, harga selangit, bagi kami yang pas-pas an begini bisa aja berangkat dengan harga murah. Haha



Kamis, 19 Februari 2015
Kami berencana berangkat pagi dari Surabaya ber empat. Tidak hanya berdua saja dengan suami, namun juga dengan adik kandungku, Irfa, dan adik kandung suami, Cahya. Pagi yang dimaksud adalah pagi jam 6 AM. Tapi yang namanya rencana hanyalah tinggal rencana semata...haha

Aku sudah bangun sejak subuh begitu pula suamiku. Tapi yang namanya Cahya, susah banget dibangunin karena dia tipe kalong. Malam bangun pagI tidur. Akhirnya dibangunin jam 5.30 nggak akan bisa. Akhirnya kami memutuskan untuk bersiap-siap sambil menunggu karena kasihan juga baru tidur udah dibangunin, hingga pukul 7. Dicoba dibangunin lagi nggak bisa. So, kami menjemput adikku dulu di kosan dia dekat Unair. Tentu saja sebelumnya adikku sudah "garing" menunggu dalam kondisi lapar dan memutuskan untuk beli sarapan dulu, buryam kesukaanku, untuk dia dan kami semua.

Setelah menjemput Irfa, balik lagi ke rumah jemput Cahya. Untung sudah bangun sendiri. Sadar mungkin kalau nggak bangun bakal ditinggal. Haha

Jam menunjukkan pukul 9 pagI dan kami berangkat.

Sepanjang perjalanan, ocehan guyonan sana sini menjadi bumbu manis perjalanan. Terutama ketika speaker Harman Kardon gratisan hadiah beli iPhone pacarnya membahana di mobil. Suara cempreng empat orang alay pun bersahutan.

Perjalanan kami lanjutkan dan sampai di daerah Payton yang terkenal berbahaya karena tikungan tajam, sekitar pukul 2 siang. Di depan mobil kami melihat ada sebuah truk besar dan mas putu memutuskan untuk menyalip dari kanan. Tak disangka setelah menyalip ada polisi menyuruh kami untuk minggir. Pak polisi meminta SIM dan STNK mobil lalu mengatakan bahwa kami tidak boleh menyalip di lajur dengan garis lurus. Hmmm kami mana lihat waktu itu. ==" Nah si bapak polisI meminta mas untuk ikut ke dalam pos polisi dekat situ dan kami menunggu saja di mobil.

Tak lama...mas putu keluar dengan senyum aneh. Ternyata, polisi nya "nakal"...
Indonesia...Knapa polisi kayak begini?

Sekitar pukul 4 sore kami sampai di daerah Situbondo. Pinggir laut dan hutan. Kelaparan melanda dan kami memutuskan untuk berhenti makan di warung pinggir jalan yang menjual aneka seafood. Aku lupa nama warung yang seperti restoran itu. Yang jelas mereka juga memiliki kolam pancing yang kolam nya kosong. Haha Pembeli hanya kami saat itu, maklum jalanan juga sedang sepi karena bukan musim liburan besar di indonesia.

Pesanan kami datang. Aneka seafood itu kami santap dengan lahap kecuali pesanan udang ku yang ternyata pedas luar biasa. Namanya kakak adik cowok penggila makanan pedas, habis lah udang dan ikan berbumbu pedas itu. Sedangkan aku dan Irfa cukup puas dengan cumi asam manis kami saja. Ternyata, setelah makan, tak disangka perut suami dan cahya bergolak dan panas, sepertinya mereka keracunan sambal untuk bumbu ikan yang mungkin sudah kadaluarsa. Saranku, jangan berhenti di restoran atau warung yang sepi pelanggan terutama di jalur antar provinsi. =="

Karena berbagai macam kejadian itu, kami baru sampai di pelabuhan Ketapang ba'da maghrib sekitar pukul 6.30. Tarif penyeberangan sudah diubah yaitu dihitung per mobil bukan per kepala. Untuk mobil pribadi dikenai tarif Rp 150.000. Kami juga tidak perlu menunggu untuk masuk ke dalam kapal ferry karena bukan peak season. Parkiran mobil di dalam kapal ferry saja tidak terisi penuh.

Sayangnya kapal ferry yang kami naiki tidak sebagus yang kami bayangkan. Memang sih ada banyak kapal di sana dan untung-untungan kami dapat yang mana. Kami dapat yang nggak enak. Tidak bisa ke dek kapal, tidak ada non-smoking area, bau menyengat, dan hal-hal lain yang tidak mengenakkan. Alhasil, selama 45 menit di atas kapal aku harus menahan diri dari terpaan asap rokok yang luar biasa banyak dan pusing yang disebabkan ombak yang lumayan besar. Waktu menunggu ku habiskan dengan menulis blog tentang pengalaman di singapura sebelumnya.

Tak berapa lama, kami segera bergegas ke mobil untuk keluar dari kapal ferry ketika sudah sampai di pelabuhan Gilimanuk Bali. Tapi sebelum keluar pelabuhan kami diminta untuk menunjukkan KTP oleh pak polisi. Masalahnyaaaa KTP ku sudah diambil kecamatan untuk mengurus perpindahan KK dan KTP ke surabaya. Begitu aku bilang alasannya dan menunjukkan paspot ku, pak polisi nya nggak mau. Alasannya harus KTP bukan paspor. Aneh banget...padahal harusnya paspor itu lebih kuat datanya daripada KTP kan...

Pak polisi nya malah minta foto kopian kTP... Kalau misal aku penjahat yang malsu fotokopian gimana? Masa boleh lewat...? Aneh luar biasa peraturannya. Untungnya aku punya scan KTP ku dan pak polisi nya mau. So, kami bisa melanjutkan perjalanan.

Perjalanan ke Negara ruman mertua ku alias mama mas putu dan cahya memakan waktu sekitar 4 jam. Melewati hutan yang lebat tapi anehnya tidak ada lampu dan memberi kesan mistis. Tapi memang entah kenapa kondisi di Bali dan Jawa itu sangat jauh berbeda...

Sekitar pukul 11 malam kami sampai di rumah mertua.

Lelah dan lapar kamI rasakan dan lele ayam penyet menanti kami. Usai makan dan shalat, kami langsung terlelap. Kecuali dua orang cowok yang perutnya berontak kena sambal kadaluarsa... =="



(bersambung)

Intan Web Developer

A Wife and PhD candidate to-be in National Taiwan University of Science and Technology. Dreamer, Writer, Traveller, and Tech Addict. Like to travel everywhere and experience anything.

25 February 2015

CNY Holiday Part 3 : Mengurus dokumen pasca menikah


Tuesday, 17 february 2015 - wednesday, 25 february 2015

Jangka waktu yang cukup panjang. Mau bagaimana lagi. Kami harus mengurus dokumen pasca menikah yaitu KTP dan KK baru karena suami harus mengurus perpanjangan paspor di pertengahan tahun ini.

Seperti yang sudah bisa ditebak, namanya mengurus dokumen di indonesia itu luar biasa lama jika mengurus sendiri. Kalau mau cepat ya you know lah.....Nggak usah aku sebutin juga udah pada tau kan.?. Niatnya sih kita mau pakai jalur biasa alias mengerjakan sendiri dari awal dengan bantuan internet tentunya yaitu website dispendukcapil surabaya plus blogger yang pernah share pengalaman mereka mengurus dokumen.

Jadi, karena kami baru saja menikah...beberapa hal yang harus diurus adalah:

  1. Mengganti data KTP dari belum kawin menjadi kawin
  2. Keluar dari KK orang tua
  3. Membuat KK baru
Itu sih pinginnya kami...tapi ternyata proses sangaaatttttt luaaarrr biaaasaaa ribet. Jadi di sini aku akan bercerita proses dari awal.

17 Februari 2015
kami datang ke kantor kelurahan surabaya, rumah suami di surabaya, untuk menanyakan tentang apa saja yang dibutuhkan untuk mengurus apa yang kami butuhkan. Nah si bapak disana mengatakan bahwa aku, si istri yang mau pindah ke surabaya, harus menyiapkan beberapa dokumen, di antaranya:

  • Surat pindah dari Gresik (rumahku di gresik)
  • Pengantar RT RW rumah suami di surabaya
  • KK asli + fotokopi rumah surabaya
  • KTP asli + fotokopi suami
  • Legalisir fotokopi surat nikah di KUA Gresik (kami menikah di Gresik)
  • Foto yang mau pindah yaitu aku, 3x4 4 lembar
  • Materai 6.000 2 lembar
  • SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) atau yang biasa sibut surat keterangan kelakuan baik
Lalu kami ke Gresik. Karena tahap awal adalah mengurus surat pindah membutuhkan:

  • Surat pengantar RT RW, dibawa ke kelurahan
  • Surat pengantar dari kelurahan, dibawa ke kecamatan
  • Surat pengantar dari kecamatan, dibawa ke dispendukcapil gresik
  • Surat pindah dari dispendukcapil gresik, dibawa ke kecamatan
  • Kecamatan mengeluakan KK baru orang tua
Karena harus mendatkan surat pengantar RT RW dulu, siang kami ke KUA untuk legalisir fotokopi akta nikah, cetak foto cukup banyak dengan berbagai ukuran dan malam kami ke pak RT dan RW. Cepet kok. Cuma sebentar. Cuma dikasih satu lembar kertas sebagai surat pengantar yang diisi sendiri trus di tanda tangani oleh Pak RT. Lalu dibawa ke pak RW untuk di tanda tangani dan distempel.

18 Februari 2015
Sejak pagi kami sudah siap untuk berangkat ke kelurahan. Sampai disana, ternyata KK asli harus dibawa. Aku telpon ortu dan disuruh cari di rumah. Ketemu dokumen satu map dan kami bawa lagi ke kelurahan. Ternyata, kami bawa bukan KK asli melainkan KK arsip RT. Balik lagi ke rumah sampai kami bongkar semua dokumen ortu. Haha Tapi nggak ketemu. Akhirnya Bapak ku turun tangan dengan datang langsung ke kelurahan.

Kata orang kelurahan, harus membuat surat tanda kehilangan dari Polsek setempat. Akhirnya, Bapak ku kesana dulu dan diberikan satu lembar kertas yang menyatakan bahwa KK hilang. Surat itu dilampirkan bersama dengan KK arsip RT yang aku temukan.

Lalu kami ke kelurahan lagi dan diminta untuk mengisi form untuk KK baru ortu dan siapa yang pindah. Juga diberikan surat pengantar dari kelurahan untuk dibawa ke kecamatan. Biaya administrasi 10.000.

Setelah di kecamatan, Alhamdulillah bapaknya baik. Beliau bilang bahwa ada yang kurang yaitu form F16 dari kelurahan untuk mencetak KK baru. Ternyata orang kelurahan lupa memberikan form itu ke aku. Tapi bapaknya bilang nggak masalah menyusul yang penting untuk surat pindahku bisa diurus duluan. Karena si bapak bilang disuruh ambil selasa depannya, aku minta lebih cept dan dia setuju untuk diselesaikan hari jumat.

Karena kami nggak mau ada beban, Oke kembali ke kelurahan. Sekalian minta surat pengantar SKCK karena ceritanya lupa nggak minta kelurahan. Disana aku diminta untuk mengisi form yang ditanda tangani pak lurah yaitu form F16 dan juga kertas untuk surat pengantar SKCK.

Balik lagi ke kecamatan untuk memberikan form F16 yang lupa tadi. Lalu sekalian ke Polsek untuk minta SKCK. Lha kok saat kesana, pak polisi nya minta dokumen dari dispenduk. Jadi intinya, dokumen pindah dispenduk selesai baru bisa minta SKCK.

Hmmm... Karena kami harus ke Bali untuk menjenguk mertua, kami terpaksa meminta tlong orang tua ku untuk mengurus proses selanjutnya.

20 FebruarI 2015
Bapakku sejak pagi sudah ke kecamatan untuk mengambil dokumen dan bisa dibawa ke dispenduk. Kata bapak, selasa dokumen baru bisa diambil.

24 Februari 2015
Pagi bapakku ke dispenduk untuk mengambil dokumen lalu dibawa kembali ke kecamatan. Orang kecamatan memberi tahu bahwa KK baru bisa diambil tanggal 9 Maret.

Setelah itu lanjut ke Polsek untuk mengurus SKCK. Polsek meminta beberapa hal yaitu :

  1. Foto 4x6 3 lembar
  2. Fotokopi KTP 2 lembar
  3. Surat pengantar untuk SKCK dari kelurahan yang asli dan fotokopian
  4. Fotokopi surat pindah dsri dispenduk
Pak polisi di polsek memberikan surat pengantar untuk dibawa ke Polres. Sampai disini aku yang mengerjakan lagi karena sudah pulang dari Bali.

Pagi nya suami ku ke RT surabaya untuk surat pengantar. Nah Pak RT nya bilang bahwa harusnya suami mengurus keluar dari KK ortu sejak seminggu yang lalu supaya jadinya bareng. Sadarlah kita bahwa kita kena permainan orang kelurahan. Padahal dI hari pertama kamI jelas menanyakan tentang bagaimana proses suami keluar dari KK ortu dan mereka bilang gampang tanpa butuh apa apa lagi. Mereka menyuruh kamI untuk menyelesaikan yang di gresik saja. Luar biasa bikin mangkel. =.=”

Siang aku dan suami berangkat ke Polres. Mbak polwan memberikan kami form yang harus kami isi tentang biodata ku sebagai pemohon SKCK. Ada 3 lembar. Aku juga disuruh untuk rekam sidik jari di ruangan lain nya. Si bapak di ruangan itu minta biaya administrasi 10.000. Pasca istirahat siang, kami berikan dokumen ke mbak polwan antara lain :

  1. Foto 4x6 5 lembar
  2. Fotokopi KTP
  3. Fotokopi KK lama
  4. Fotokopi Surat keterangan pindah dari dispenduk
  5. Surat pengantar dari Polsek
  6. Dokumen 3 lembar yang sudah diisi
Mereka langsung membuatkan SKCK untukku. Bentuknya kayak ijazah.haha SKCK ini berlaku hanya 2 bulan dan bisa diperpanjang. Karena khawatir terjadi sesuatu, kami fotokopi dulu dan langsung kami legalisir. Biaya administrasi 10.000.

Padahal di papan pengumuman Polres, keseluruhan proses hanya bayar 10.000. Tapi aku malah disuruh bayar 2x 10.000. Wahh yausdahlah nggak papa. Sudah terlanjur juga.

Karena seluruh dokumen ku sudah selesai, akhirnya dibawa sama suamiku ke surabaya. karena aku sakit, aku di rumah gresik saja menunggu kabar.

Lalu pak RT memberi saran lebih baik aku masuk ke KK ortu suami, lalu dipisah, baru bikin KTP karena proses akan lebih cepat walaupun tetep saja lama.

Nah proses untuk masuk ke KK ortu suami adalah membutuhkan dokumen yang disebutkan pertama oleh kelurahan surabaya. Setelah itu dibawa ke kecamatan dan dispenduk untuk perubahan data KK ortu suami.

Setelah itu proses berulang untuk lepas KK dari ortu suami.

Lalu baru bisa membuat KTP baru.

Fiuuuhhh ribetnya bukan main.

Kata orang kelurahan sih seluruh proses bisa memakan waktu berbulan bulan. akhirnya kami serahkan ke keluarga di rumah untuk membantu mengurus karena kami harus segera kembali ke taiwan akhir minggu ini.

Dan juga pertengahan tahun ini kami harus kembali ke indonesia untuk mengambil KK dan KTP baru kami. Semoga sudah jadi ketika kami kembali. Amiiinnn....



Intan Web Developer

A Wife and PhD candidate to-be in National Taiwan University of Science and Technology. Dreamer, Writer, Traveller, and Tech Addict. Like to travel everywhere and experience anything.

CNY Holiday Part 2 : Singapore in 1 Day


Minggu, 15 Februari 2015

02.00
Kami hanya punya waktu tidur sebentar karena baru sampai hotel jam 2 pagi. Hanya sekitar 15 menit saja dari bandara menggunakan taksi dengan fare yang lebih mahal sekitar $6 karena tengah malam.

Cukup terkejut, karena hotel yang kami tempati tidak sama dengan gambar yang ada di Booking.com. Kami menginap di Hotel 81 Orchid dimana kamar yang kami tempati hanya berukuran kurang lebih 3x3 meter. Saran ku kalau ke Singapura, jangan menginap di hotel 81 walaupun murah. Hotel ini punya banyak cabang sebenarnya dan tersebar di seluruh penjuru singapura dengan tambahan nama di belakang hotel 81. Misal seperti Orchid, Dickson, Hollywood, dsb.

Walaupun kondisi hotel yang kurang memuaskan...tidak membuat ku susah tidur. Kami tidak peduli yang penting bisa tidur untuk malam ini. Namanya juga capek. Haha

06.30
Alarm berbunyi dan membuat kaget karena khawatir telat shalat subuh. Herannya ketika kami melihat keluar jendela, langit masih gelap. Ini jam kami yang salah atau memang berbeda?

Setelah dicek, jam di Singapura emang agak aneh. Waktu mengikuti WITA atau sama dengan di Taiwan. Tapi, langit sama dengan WIT. Intinya sih kalo misal kita subuh biasanya jam 4.30, di singapura jam 6.30...

Perbedaan waktu yang aneh gini nih yang bikin jadwal kacau. Rasanya males banget buat bangun. Karena jam sudah jam 8 tapi langit kayak jam 6 pagi.haha Penasaran juga sih kita tentang jam sekolah dan kerja normal itu kapan. Terjawab ketika perjalanan ke bandara naik taksi besoknya ketika si pak supir bilang bahwa jam rush hour adalah jam 6.30 saat matahari pun belum muncul....haha

08.30
Setelah berusaha bangun, terlelap, dan bangun lagi...akhirnya kami berangkat juga. Berbekal peta offline yang kami download di Google Play yaitu Singapore Maps (kami nggak punya nomer pre-paid singapore untuk internet, sepertinya bisa dibeli di bandara) kami mencari MRT terdekat yaitu Kallang MRT station.

Kami pikir awalnya jarak tidak begitu jauh dari hotel. Ternyata...lumayan juga. Tapi tidak jadi masalah karena kami sudah biasa jalan kaki di Taiwan.

Jalanan cukup lenggang. Seperti bukan Singapore yang aku lihat di YouTube. Jalan raya pun sangat lebar, 6 lajur. Padahal Singapore ini kecil tapi punya sebegitu lebar dan luas nya jalan raya.


09.00
Sesampai di Kallang MRT Station, kami memutuskan untuk top-up MRT card kami supaya nantinya tidak perlu mengisi lagi di tengah perjalanan. Cara untuk mengisi MRT card ada dua yaitu :

  1. Membeli lewat loket dekat pintu masuk MRT
  2. Menggunakan mesin pengisian yang bentuknya seperti mesin ATM

Karena kami tidak mau repot dengan belajar cara menggunakan mesin pengisian (males mode on haha), akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke loket. Sayangnya, orang yang menjaga kurang "ngeh" dengan apa yang kami minta. Jadi, kami ingin top-up sebesar $8 tapi malah diisi $10. Bisa jadi sih itu angka minimal pengisian.


Sebelum naik MRT, wajib bagi turis terutama yang belum pernah menaiki MRT sebelumnya untuk mengetahui tata cara naik MRT, yaitu:

  1. Pastikan sudah membawa peta terbaru MRT Singapore yang bisa didapatkan di seluruh MRT station atau internet.
  2. Cari lokasi awal dan tujuan MRT station.
  3. Lihat di peta untuk station yang dituju itu titik akhir nya di station mana
  4. Lihat di plang penunjuk arah untuk naik ke MRT dengan tujuan akhir tadi.
  5. Jangan lupa untuk turun di sebuah station tertentu untuk transit jika diperlukan.
Contoh :

Aku dari MRT Kallang dengan tujuan akhir MRT HarbourFront. Jadi, aku harus naik MRT dengan tujuan akhir Tuas Link. Lalu, aku turun di Outram Park karena harus transit ke jalur ungu dengan tujuan akhir HarbourFront.

Ingat selama di MRT ada beberapa peraturan yang tidak boleh dilanggar jika tidak ingin didenda. MRT berbeda dengan KRL di Jakarta. haha Peraturan antar MRT tiap negara berbeda-beda tapi ada beberapa kesamaan, yaitu :

  1. Mengantri di pintu MRT sebelum kereta datang
  2. Dilarang makan, minum, atau mengunyah permen di dalam MRT
  3. Ada kursi tertentu yang hanya diperuntukkan bagi kakek nenek, ibu hamil, orang tua yang membawa anak kecil, dan orang sakit.
  4. MRT akan datang tepat waktu, jadi jangan terlambat. Jika terlambat, jangan khawatir karena MRT selanjutnya akan datang beberapa menit kemudian.
09.45
Kami sampai di HarbourFront MRT station yang berlokasi di Vivo City Mall, mall terbesar di Singapore. Tujuan kami hari ini adalah bermain di Universal Studio Singapore yang berlokasi di Sentosa Island. Untuk menuju ke pulau kecil itu, ada dua cara yaitu:

  1. Sentosa Express (Monorail)
    • Exit E di Vivo City Mall
    • Naik ke lantai 3 untuk naik Sentosa Express
    • Harga tiket $4, bisa menggunakan MRT card.
    • Keluar dari Sentosa Island gratis
  2. Cable Car
    • Start di Faber Peak, melewati Harbour Front station (lebih tepat nya Vivo City, berakhir di Imblah Station Sentosa Island.
    • Kalau mau mulai di Faber Peak, harus naik taksi karena tidak ada public transport yang menuju bukit di tengah kota.
    • Bisa juga mulai naik di Vivo City.
    • Harga tiket cable car $29

Untuk kali ini kami mencoba naik Sentosa Express dulu akibat budget terbatas. hehe

Disebut monorail karena cuma ada 1 gerbong dan depan belakang sama aja bentuknya. Jalannya maju mundur. Nah Sentosa Express ini melewati "laut" yang menuju Sentosa Island. Aku pikir perjalanan akan lama, ternyata cuma sebentar. Sekitar 5 menit sudah sampai di Waterfront Station Sentosa Island dan kami siap bermain di Universal Studio Singapore.

10.00
Sesampai di Waterfront Station, kami mencari papan penunjuk arah yang membawa kami ke bola dunia Universal Studio Singapore. Aku sempat mencari peta sebelum kami ke Singapore. Petanya sih besar dan ada review orang yang mengatakan bahwa cukup jauh jalannya. Ternyata dekat dan Sentosa Island itu kecil, tidak seperti yang aku bayangkan. Ada banyak sekali papan penunjuk jalan untuk menuju lokasi bermain yang diinginkan.


Karena kami harus menukarkan tiket USS yang kami beli di Asiatravel,com melalui teman suami, kami harus menukarkan bukti pembelian dengan tiket asli. Harganya kami dapat lebih murah sekitar $4 dari harga yang dibeli di USS. Lokasinya di basement parkiran mobil yang bisa diakses dengan eskalator turun ke bawah dekat USS Globe.

Sialnya, aku lupa membawa print-out bukti pembelian itu. >.< Untungnya aku sempat mendownload semua file kebutuhan jalan-jalan kami di Singapore ke dalam tablet dan si mbak penjaga memaafkan dan memberi kami tiket asli USS. Alhamdulillah..... ^^

Tiketnya panjang terdiri dari 3 jenis yaitu tiket asli, kupon makan diskon $5, dan kupon belanja diskon $5 untuk pembelian dengan kelipatan $35.

Kami pikir, kami sudah telat masuk karena jam sudah menunjukkan pukul 10.30. Ternyata, pintu masuk belum dibuka dan kami harus mengantri sangat panjang untuk masuk ke dalam USS. Sudah gugup rasanya lihat orang sebanyak itu mengantri karena khawatir antri masuk wahana yang panjang.

Ternyata ketika sudah masuk...tidak banyak orang yang mengantri wahana. Kami dengan leluasa masuk dari satu wahana ke wahana yang lain dengan nyaman. Paling lama mengantri sekitar 30 menit di wahana yang memang paling dicari. Ternyata wahana nya tidak sebanyak yang aku bayangkan. Dibagi menjadi beberapa tempat yaitu :

  1. Hollywood
    • Saranku skip lokasi ini dulu karena isinya adalah tempat shopping. haha
    • Ada Sesame Street Show di jam-jam tertentu.
    • Jangan lupa mengambil peta USS dan jadwal show hari tersebut di tempat peta yang mudah ditemukan.
  2. Madagaskar
    • Sudah pernah menonton film nya kan? Ada Lion, Pinguin, Hippo, Zebra, Giraffe, dkk. 
    • Attractions:
      • Madagaskar : A crate adventure 
        • Naik ke kapal yang berisi banyak orang trus masuk ke dalam gua yang berisi cerita di film Madagaskar.
        • Bentuknya kayak patung yang bisa gerak gitu.
        • Ada layar yang menunjukkan adegan film nya yang pas bagian lagu "I like to move it move it" (sambil joget)
      • King Julien's Beach Party-Go-Round
        • Jelas ini buat anak kecil karena ini wahana carrousel jadi kami skip.
  3. Far Far Away
    • Yang suka film Shrek, disinilah tempatnya.
    • Bagi muslim, bisa membeli makanan di area ini karena Halal, namanya adalah Oasis Spice Cafe. 
    • Attractions :
      • Enchanted Airways
        • Roller coaster kecil buat anak-anak tapi kami tetep naik aja karena dasarnya suka roller coaster. haha
        • Walaupun buat anak-anak, cukup cepet juga sampe miring-miring gitu.
      • Shrek 4D Adventure
        • RECOMMENDED
        • Bentuknya adalah show tapi di dalam gedung berbentuk castle dan bisa menambung ratusan orang dalam sekali show.
        • Kami diminta untuk duduk dengan memakai kacamata 4D di kursi yang bisa bergoyang, terkena hembusan angin, dan bahkan air ketika show dimulai. 
        • Show nya adalah lanjutan film Shrek yang dibuat khusus untuk USS. 
      • Magic Potion Spin
        • Tau ferris wheel kan? itu lhoo yang kayak gelas yang bisa berputar...
        • Karena kami nggak mau pusing dan mual setelah naik itu, kami skip. hahaha
      • Donkey LIVE
        • Lokasinya di dekat kursi luar Oasis Spice Cafe dan hanya ada di jam-jam tertentu saja.
        • Show Puss in Boots yang suka nari akan dilangsungkan di stage luar sebelah lokasi Donkey Live.
        • Sayangnya kami tidak sempat masuk ke dalam Donkey Live karena kami mengejar show lain yang lebih seru yang ada di....
  4. The Lost World
    • Attractions :
      • Water World
        • RECOMMENDED
        • Harus nonton show ini pada jam tertentu. Jam pertama adalah jam 13.30.
        • Yang mau basah-basahan silahkan duduk di barisan paling depan. hahaha
      • Canopy Flyer
        • Modelnya sih seperti roller coaster tapi nggak ngebut. Muter muter aja di atas gitu jadi bisa lihat seluruh USS.
      • Dino-Soarin
        • Untuk anak kecil yang suka sama dinosaurus. Bisa naik dan muter-muter.
        • So, we skip this.
      • Amber Rock Climb
        • Yang suka panjat tebing, mungkin suka.
        • Masalahnya kami nggak tau ini lokasinya dimana. Kayaknya nyempil di deket Water World deh.
      • Jurrasic Park Rapids Adventure
        • RECOMMENDED
        • Ini mainan arung jeram kecil tapi kapalnya bentuk bundar gitu trus dilepas di sungai buatan.
        • Siap basah kuyup deh kalau disini. Yang ga mau basah, silahkan bawa jas ujan. Kalau nggak bawa bisa beli disana.
        • Saranku, nggak usah beli jas ujan karena kalaupun toh basah keringnya cepet kok. Singapura kan panas kayak di Indonesia, haha
  5. Ancient Egypt
    • Attractions :
      • Treasure Hunters
        • Aku nggak terlalu paham ini bentuknya gimana karena kami skip.
        • Lokasi juga membingungkan karena tertutup gedung besar Revenge of the Mummy.
      • Revenge of the Mummy
        • RECOMMENDED
        • Masukkan barang ke dalam loker yang sudah disediakan karena tidak boleh membawa barang masuk ke dalam. Lokernya gratis untuk 45 menit pertama.
        • Antri nggak panjang waktu itu dan kami muter muter di dalam gedung besar yang ternyata gelap banget. Serasa masuk ke dalam area mummy beneran haha
        • Di dalam nya ternyata adalah roller coaster, tapi bukan yang biasa. Skala nya adalah Sangat Cepat!!! dan gelap. Dibumbui dengan berbagai desisan, suara yang bikin merinding, patung mumi yang tiba tiba muncul, dsb.
  6. Sci-Fi City
    • Lokasi ini diberntuk sedmikian hingga kayak masa depan. haha
    • Bisa foto sama Bumblebee juga lho...
    • Attraction
      • Accelerator
        • Ini adalah roller coaster terbesar di USS. Highly recommended sih harusnya. Sayangnya waktu aku kesini, lagi ditutup karena sedang diperbaiki. =.="
      • Transformer The Ride: The Ultimate 3D Battle
        • HIGHLY RECOMMENDED
        • Sudah pernah liat film Transformer kan? disini kita akan naik mobil yang ceritanya bisa berubah jadi robot. Tapi, ga cuma sekadar naik mobil aja.
        • Kita diminta untuk pake kacamata 3D dan kita bakalan jadi "recruits" yang membantu melawan robot jahat (lupa namanya). Bedanya adalah ini 3D. Jadi kita dibuat maju mundur belok kanan kiri jumpalitan seakan-akan kita sedang ada di dalam pertarungan.
        • Keren abiiisss!!!
        • Tapi bagi yang suka mabuk darat, ati-ati yaa... keluar dari sini udah kayak naik mobil dengan kecepatan super.
  7. New York
    • Attractions:
      • Lights, Camera, Action! Hosted by Steven Spielberg
        • RECOMMENDED
        • Bagi yang pingin tau gimana sebuah studio biasa bisa disulap menjadi sebuah adegan kota yang terkena hurricane, wajib masuk ke sini.
      • Sesame Street, Spaghetti Space Chase
        • Sebenernya ini buat anak-anak tapi kami tetap masuk karena dasarnya sejak kecil aku suka banget sama Sesame Street. haha
Dari sekian banyak wahana yang aku naiki, aku urutin dari yang paling highly recommended sampai recommended :
  1. Transformer The Ride: The Ultimate 3D Battle
  2. Water World
  3. Revenge of the Mummy
  4. Jurrasic Park Rapids Adventure
  5. Shrek 4D Adventure
  6. Lights, Camera, Action! Hosted by Steven Spielberg
15.00
Dalam waktu sekitar 5 jam kami muter-muter keluar masuk wahana, kami siap berbelanja di area Hollywood. Tentu saja dengan memanfaatkan kupon diskon kami. haha

Sebenarnya tujuan ku membeli souvenir cuma satu, yaitu Universal Globe. Tapi karena melihat ebgitu banyak barang lucu, akhirnya beli yang lain juga. Mas putu suamiku bahkan mendapatkan gelas berbentuk lensa kamera. haha

Bagaimana dengan makan? Saranku jangan makan di dalam jika budget terbatas. Mahal bangeeeeettt.... Misal di luar kita makan $4 udah kenyang, disana cuma dapet snack. =.="


16.00
Kami keluar dari USS dan kembali ke hotel untuk istirahat sebentar karena rasanya capek bukan main ditambah dengan kurang tidur.

19.00
Setelah beristirahat sejenak di hotel, kami memutuskan untuk pergi mencari makan malam di Arab Street yang menjual aneka makanan halal. Lokasinya adalah di dekat MRT Bugis dan jalan menuju Masjid Sultan.

Salah seorang teman mas putu merekomendasikan sebuah tempat makan enak dan berusia hampir 100 tahun yang bernama Victory dan menjual Murtabak (di Indonesia namanya Martabak) dan Biryani. Lokasi berada tepat di depan Masjid Sultan. Harga di bawah $7 dengan porsi luar biasa besar. 


20.30
Kenyang...ngantuk jelas. Tapi rasanya nggak puas rasanya kalau tidak jalan-jalan di sekitar area Masjid Sultan. Ternyata ramai dengan orang nongkrong. Tapi adzan baru saja berkumandang untuk shalat isya' sehingga ada banyak toko yang tutup.

21.30
Awalnya kami mau langsung pulang saja karena mas putu sudah setengah watt matanya. hahaha Tapi setelah makan, baterai nya ter-charge sehingga kami memutuskan untuk melanjutkan rencana awal ke Merlion Park.

Jika mau kesana, MRT terdekat adalah Raffles Place MRT. Dari sana jalan keluar dan untuk menuju kesana harus masuk ke dalam hotel Raffles dan mengikuti penunjuk arah ke Merlion Park. Karena tidak ada jembatan penyebrangan di area itu sehingga harus lewat jalur bawah tanah.


23.00
Setelah berfoto ria, kami memutuskan untuk kembali ke hotel karena khawatir ketinggalan MRT terakhir. haha Lagipula, besok kami harus bagun pagi buta (di Indonesia sih udah siang) karena harus ke bandara mengejar pesawat pulang ke Indonesia.

Intan Web Developer

A Wife and PhD candidate to-be in National Taiwan University of Science and Technology. Dreamer, Writer, Traveller, and Tech Addict. Like to travel everywhere and experience anything.

19 February 2015

CNY Holiday Part 1 : Flight to Singapore


Saturday, 14 Februari 2015

Liburan Chinese New Year 2015 kali ini kami sempatkan untuk pulang ke Indonesia. Bisa dibilang wajib pulang karena lebaran tahun ini belum tentu bisa pulang karena di Taiwan ga ada libur lebaran. Mas putu mau cuti juga ga bisa karena pas di bulan-bulan sibuk... Baiklah kami pulang liburan kali ini ke indonesia. Ibu ku juga sudah sering bilang kangen sama anak sulung nya yang paling kece ini... Haha

Tapi, sebelum pulang, kami memutuskan untuk mampir sebentar di Singapura. Alasan awalnya sih karena Mas Putu iri sama aku yang udah pernah liat Merlion walopun cuma transit beberapa jam di Singapore. Haha Karena aku pingin jalan-jalan di Universal Studio Singapore, akhirnya kami memutuskan untuk beli tiket PP taiwan singapore dan di tengahnya beli tiket PP singapore Indonesia, karena bisa dibilang harga tiket pesawat lebih murah.

Tapi...sayangnya...penerbangan ke Singapura sore dari Taiwan dan transit di Hongkong selama 2 jam...plus delay. Dari tiket awal sih bilangnya nyampe singapura tengah malem. Mau nggak mau kami harus pesen hotel yang mana hari sebelumnya keitung juga...ga mungkin donk kita tidur di bandara sedangkan paginya harus ke USS.

Agak sial penerbangan dari Taiwan .... Karena kami kena masalah di counter check-in maskapai yang kami tumpangi, yaitu Cathay Pacific. Kami sering nih naik maskapai ini kalau pulang karena full service yang murah dan transit di hongkong. Tiketnya kami beli lewat online menggunakan kartu kredit mama di indonesia. Ketika check-in, kami tidak pernah disuruh menunjukkan kartu kredit. Tapi kali ini berbeda, kami disuruh menunjukkan, tapi kan kartu nya di mama, di indonesia. Petugas nya sih bilang suruh foto aja trus kirim lewat Line. Tapi.... Hape mama itu hape jadul yang ga bisa dipake internet...mama aja pake internet ga bisa. Fax juga mama ga mau karena resiko. Akhirnya...terpaksa kami bayar lagi seharga tiket pesawat...meeeennnn....12juta ludes. ==" walaupun sebenarnya mereka akan refund, tapi sebulan prosesnya....luar biasa.

Tapi...walaupun kena masalah di bandara, aku bersyukur. Kenapa begitu?

Pertama...rencana awal kami berangkat jam 12 siang dari rumah karena pesawatnya sore sekitar pukul 4.20... Tapi ternyata kami bisa berangkat lebih awal. Sekitar jam 12.30 kami sudah sampai bandara dan makan siang di Halal Restaurant bandara sebelum check-in. Seandainya kami berangkat lebih siang, mungkin kami akan ketinggalan pesawat karena harus mengurus keberangkatan yang bermasalah ini.

Kedua...ternyata kami menyimpan uang lebih sebelum pulang. Sehingga bisa membayar uang refundable. Cash untuk selama di singapura sudah ditukar seminggu sebelumnya dan juga cash untuk di indonesia sudah dikirim ke rekening indonesia. Alhamdulillah sangat...

Ketiga...Jadwal pesawat asli kami...delay!!! Karena kami sekitar pukul 3 sore sudah selesai mengurus tiket, saat check-in keberangkatan kami dimajukan ke pesawat yang lebih awal supaya penerbangan dari hongkong ke singapura tidak terlambat. 



Rasa syukur yang luar biasa...dan juga pembelajaran yang luar biasa kepulangan kali ini yaitu dilarang emosi saat terkena masalah.

Pesawat kami Alhamdulillah mendarat dengan selamat di Changi International Airport Singapore ... Terlambat dari yang seharusnya yaitu sekitar pukul 1 pagi. 

Perjalanan ke hotel memakan waktu 15 menit menggunakan taksi, karena sudah tidak ada MRT dan bus lagi. Tapi sebelumnya kami membeli kartu MRT yang disediakan di counter agem wisata yang buka di bandara supaya paginya kami tidak perlu bingung mencari.



Dari pengalaman kartu kredit ini, Akhirnya kami mencoba untuk membuat kartu kredit di salah satu bank swasta di indonesia. Ternyataaaa tidak bisa juga. Karena proses verifikasi pengajuan kartu kredit yang merepotkan. 

Misal kami ini ada rumah dI surabaya tapi kerja di jakarta, maka dokumen akan dikirim ke kntor cabang di jakarta untuk mengecek kantornya asli atau palsu. Sedangkan mereka tidak punya kantor dI taiwan. Hal ini berlaku sama untukku yang mahasiswa.

Solusinya adalah kartu tambahan orang tua...hmmm baiklah tidak ada solusi lain... =="

Cerita selama di USS, akan kuceritakan di part selanjutnya... :)
Intan Web Developer

A Wife and PhD candidate to-be in National Taiwan University of Science and Technology. Dreamer, Writer, Traveller, and Tech Addict. Like to travel everywhere and experience anything.

11 February 2015

Delayed...Postponed...Delayed...Postpone...no ending until....


These days I had several things to do (mainly : playing The Sims 3) and resulted in the "delayed" To Dos. I think again..why and why?

I know it's not only because of playing games. Because I played this game every two days and start in afternoon after my house works. So, why? what happened with me?

I just realized the reason when I was chatting with one my friend yesterday night about things he need to do to organize such an event and it seems he need my help. So, I decided to help him to sort several things. At the same time, head division in my organization asked me to fill a form that need to be done by tomorrow.

My heart beat feels...different.

And this morning, I woke up early (not like days before which I always awake late) and couldn't sleep again, even I needed more sleep due to the fact that last night I couldn't sleep because of the weather reach less that 5 degree at night. 

BUT

I don't know why...maybe because I know a lot of things need to be done today.... I felt happy and felt more "needed", also felt more productive...

After I did all of my house works, like cleaning up, cooking, laundry, and other things... I start to finish all of my organizations' tasks like I said before. And in no time... I finished all of that. I think in two hours. In the normal time, I barely can't do those tasks in two hours. Maybe I need more... at least 4 hours.

Then.. I looked out at my To Dos... I delay another things like "Blogging". If you follow my blog, you will realize that this week I didn't post any book review...

So, I decided to try think about something that I can write as topic. And, I can do that!!

After did all of those stuffs... I realized that...

I'm a workaholic. If I didn't have enough things to do in that day, I will turn into lazy woman...very lazy woman.... Someday, I even too lazy to cook for my husband. =.="

What I can learn from this experience is that... being not as expectation is fine...because it will make me realize who am I and can think more about what I'm gonna do next in the future...

Being a workaholic is not bad. It's just a trait that can make me more productive to do things what I have to do.
Intan Web Developer

A Wife and PhD candidate to-be in National Taiwan University of Science and Technology. Dreamer, Writer, Traveller, and Tech Addict. Like to travel everywhere and experience anything.

[2Days1Book][Book Review] - The Historian



This is one of the books that make me awake for more than 30 hours. Elizabeth Kostova is the writer of this novel entitled The Historian. Don't think it's a history kinda books, it's not. It is a novel that based on literature and history about Dracula. or related with someone named Vlad Ţepeş.

The story goes back and forth from present, decades ago, and back to present. I like this kind if novel because make me frustrated to find out what actually Kostova want to deliver.

It's not a thriller novel but more to a traveler historical adventure things. Hard to explain. haha

Start with the handmade book that has been found by the narrator and try to find out with asking to the narrator's father, Paul. He then bring the book to his mentor in university named Rossi, unexpectedly have the same book. They tried to found out that the book is actually about Dracula.

Rossi traveled to Istanbul but then return without any result. But he said before he disappear that he believe Dracula is still alive and true. When Paul loooking for Rossi, he met Rossi's daughter, who is an expert in Dracula history. She had letters from her mother (narrator) about his father's journey when dis a research about Dracula and with Paul she travel not only to try find where her father is but also try to find out the truth of Dracula.

Then... the adventure start.

I'm not going to tell you all of the story. haha
Read this book and it's worth to not sleep more than 30 hours to finish this novel.


Intan Web Developer

A Wife and PhD candidate to-be in National Taiwan University of Science and Technology. Dreamer, Writer, Traveller, and Tech Addict. Like to travel everywhere and experience anything.

06 February 2015

Nature Loving Wonderland : The Biggest Budha Maitreya Statue in the World


Source : naturelovingwonderland.org

You didn't see it wrong. It's a very big budha maitreya statue. When I asked the guide, he said its height is equal with 40 floors building and made of bronze.

What I've been thinking is "How they make it? O.o"

This article is about my experience as a Muslim inside the world center of budha maitreya studies.

Me and my husband were looking a place to travel around Hsinchu, Taiwan when my husband discovered there's a place in the middle of mountain that has a very big Budha statue, because one of his friend ever went to this place and post his photo in facebook.

At first, we didn't know anything about this place. We didn't know that this is a place to study about budha maitreya. We only want to travel around and find something different. We think this place is some kind of a place for family recreation. Because it's in the middle of mountain and surrounded by lake. This statue is in the middle of little island in the Golden Lake (I think it's the name refer to the board near the entrance). The pictures he found in google also beautiful because it's surrounded by beautiful scenery.

When we arrived, we already prepared to find "NO English information" and not many people will come around due to the fact that not many cars and scooters passed the road to go there.

But, I was wrong.

We're really shocked when we found out there're a lot of people in the entrance, which are help people to cross the street like police man. But they're not police. I know they're volunteer from the vest they wear. But, how come? It's in the middle of mountain. No public transportation there. No housing, even.

And then... they have Indonesian translator!!!

Really...make me shocked.

At first, someone in the entrance asked me "Are you speaking english?" and we said yes, so that he asked someone who can be our translator. Then, one of the grandpa who also visitor like us asked me "where are you come from?" in chinese of course, and my husband said that we are from Indonesia. And the man in the entrance asked another person, who is Indonesian, named Ferry, to help us.

Ferry came to us and told us about the "rule" that need to be followed inside. Several rules that I remember are:
  • No high heels (they have a very expensive wooden floor and carpet)
  • Shoes need to be covered by somekind of socks (we're given the socks before go to the main hall)
  • No eating and drinking inside the main hall
  • No photos inside
  • etc. (I forgot what other things hehe
He told us about why he came to this place. We didn't know anything about this place until he said to us that this place actually a place to study about Budha Maitreya religion. He said it's not a religion but it's like a .... I don't know what to say. Sect? Not like that also... but something like that. They believe in Universal Family. Whatever your religion, race, culture... we're family. That's what he said to us.

There're many people not only Taiwanese, but also Chinese, Indonesian, Vietnamese, Thai, India, and even Americans...came to this place as volunteers to study about this religion. And they live in the dorm inside the main building.

We're very worried at that time because we're Muslim. But then, because we didn't want to make him sad if we didn't go inside, so we just went inside. Because he said to us that in this place they didn't give us explanation about specific religion, but culture. We're trying to keep open mind when he gave us many information but not too open. 

Ok let me give you what we found inside this place.

Source : naturelovingwonderland.com

First, after Ferry gave us explanation what Dos and Don'ts inside this place, we went to a Gate. The picture is in above. You see there are three doors and each of them has its own meaning which is written above each doors. The first word means Joyfulness, Good Fortune, and Cheerfulness. Ferry told us that sometimes people will go through not only 1 door but 3 of them and make S turn in this gate. So they will get 3 of those positive things in life. But, because we're Muslim, we didn't believe that Gate will give us those 3 things. But, Allah will give us that. So, we decided to go only 1 door, not because we want to get that specific word written in that door but because we want to go inside. haha But Ferry asked us to go through 3 doors because he wants to give explanation. Ok then, because that's the reason, we went through those 3 doors without expect anything.


Second, we saw a very big clock. But the interesting thing is that they change the hour number using 12 positive words. Like for example they change number 1 with Joyful. So, when we feel sad in 1 AM or PM, and then we see the clock, we will remember about Joyful that happened in our life. This clock helps us to always be Grateful and Happy whatever situation happened in our life. I like this clock because it helps me to always Thanks to Allah who gave me such a beautiful life. Time cannot be repeat and has to be filled with beautiful things, right? Great culture and we can accept that theory. Because that's also what Islam taught us.

Third, we entered a main building which has many specific rooms to learn.  Before went inside, we were given a socks, but it's not for feet but for shoes. Yes of course we were using our shoes, but we also used this specially made socks' shoes. So, if you want to go here, don't forget to not use high heels. Better use sport shoes or sandals. In the entrance of the main building, there's a big budha maitreya statue and a small one. They are very heavy, the guide said. Almost 4 tons or something and made of ... i forgot.. something like gold or somekind of that things. Above those statues, there is a dome and the guide (not Ferry, but a woman, who is Indonesian also) said that the dome's shape is the combination of the shape of mosque, church, and temple architecture. It means whatever the religion, human are from one source. As a Muslim, I believe that we're from one source, Allah. But I can't accept the fact that they believe whatever the religion human are one. I know it's logic because if no religion, no hate between religion. But, I believe what Allah said in Al-Qur'an that :

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُ‌ونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿ ٦
Say, "O disbelievers. I do not worship what you worship. Nor are you worshippers of what I worship. Nor will I be a worshipper of what you worship. Nor will you be worshippers of what I worship. For you is your religion, and for me is my religion." (Al Kafirun: 1-6)
And also not because we have different religion than we can't respect each other right? (just my opinion, no offense)

Ok so... another thing about this place, they provide information about good culture. Respect each other as society, self introspection, love humanity, no hates, etc. I agree about what they told us. Because that what Islam told us also. About peace, love, respect, good to people. humanity, and many other good things.

But you know... what I don't like the most in this place is that when we went to some place like a shrine, they told us to "pray" to their god, which is budha maitreya. And I really don't like it. Politely I told them "I'm sorry, we're Muslim and we're not going to do that". Even I'm little bit pissed, because they knew I'm Muslim from my hijab, but they still told me to "pray" to their god, I have to be still polite to them without making them uneasy or even mad at us. Alhamdulillah it worked out. They okay with my faith.

I stand in my believe that "For you is your religion, and for me is my religion"

Go to this place is good for people who want to learn something from other people's religion and want to open their mind. If you are Muslim, before go here, pray to Allah to protect you from all information they gave to you. Because maybe shaitaan will go inside your brain and make your faith shaken. So, better to filter all of those information, ok?

This place is good for culture learning and make you think more about your own faith, Islam.

Back to Al-Qur'an... every information about good behavior and culture they mentioned, are mentioned in Al-Qur'an.

After we went to this place, we kept thinking about what we have learnt in Al Qur'an and Hadist and what information we got from this place.

It makes us realize that the more I think about it, the more I fall in love my religion, Islam.

If you read this blog, I remind you that this article is about my experience as a Muslim in a non-Muslim country and have a lot of information about other religion. So, there are many things I have to share about my opinion about what I've experienced to my brothers and sisters in Islam.

If you're non-Muslim reading this article, I'm sorry if this article is not the same with your opinion.

What I've learnt during my visit to this place are...

Be open minded with other religion's culture and information. Because it can help you learn to respect other people and know their opinion about something. Accept the positive culture which are related with Islam's taught us in Qur'an and Hadist. But, don't follow what other religion's do which are not in Qur'an and Hadist. Stand on your faith with respect to others. 

Intan Web Developer

A Wife and PhD candidate to-be in National Taiwan University of Science and Technology. Dreamer, Writer, Traveller, and Tech Addict. Like to travel everywhere and experience anything.

03 February 2015

[2Days1Book][Book Review] - Taiwan Lonely Planet


Source: goldendestinations.com

I have this book since before I came to Taiwan. I bought this book in Indonesia when I was preparing myself to go. You know that I like travel so much and I need a book about Taiwan which is a guidance to travel, in english of course. I found this book in Periplus Book Store Surabaya. I was lucky because it's only one and I couldn't find this book even in Jakarta.

Lonely Planet is famous with its travel guidance around the world. That's why I want this book. All about Taiwan from North to South.

There are maps that I can look at in every city. Including with travel places like sceneries, venues, museums, etc. Several places also include festivals in specific dates which are annually.

Even there are suggestions to sleep and eat. Not only for "rich" traveler but also backpacker. Because they also provide the range price for hotel, cafes, and transportation from Taipei.

What I like about this book is that this book provide A LOT of INFORMATION needed for traveler in Taiwan. It can help traveler a lot when trying to find places that can be visit.

Talking about visit, this book provide suggestions about Things To Do in  several amount of days and specific time in Taiwan. For instance, what kind of things and where to go in Taiwan for two days, tree days, four days, and a week. Quite useful for me who like to travel randomly and mostly in my school holiday.

But, still... I don't really like this book because there are soo many information and make this book not really interesting to read. Lonely Planet wants to put as many as possible any information they have in A5 Book Size. It cause a very thick book and the size of writing are too small. Hard to see and read of course.

Even there are many maps inside, the maps also not quite good to see and understand.  The map's information are not easy to understand,

Maybe this book is good for expert traveler who already used to read physical maps.

But, for me ... I kinda choose Google Maps. haha

But I like the information about travel places in this book.

Sometimes, I will look into this book to find travel places where I've never been before and try to find those places in Google Maps and gather many information, including the price and transportation update. This way, can help a lot for traveling.

Intan Web Developer

A Wife and PhD candidate to-be in National Taiwan University of Science and Technology. Dreamer, Writer, Traveller, and Tech Addict. Like to travel everywhere and experience anything.

02 February 2015

Travel Documents Preparation


This is my first time have a "tight" preparation for travel abroad. Before, I just pack my things, get some cash, and go. But, this time I wanna make sure everything on schedule and of course on a budget. Therefore, I decided to learn from other travelers about how to manage travel on a budget from many different kinds of websites.


I want to share with you guys about what I've learnt and done this whole week for my travel preparation two weeks later.

Basically, things to be done about documents are travel schedule and things to do, of course with other supplementary

I use Travel Planner template from Excel and edit several things which based on my needs. You can find many kinds of vacation planner there and just choose one that you like the most. But in here, I choose the one that have several basic things. There are 7 important basic things need to be considered for travel, which are personal details, travel details, hotel and activities, car rental, emergency details, maps, and tickets.

Personal Details

This part is all about your name, phone number, and address. You need it if there's something happen with you and somebody need to know who you are. We hope there's not gonna happen something bad, but just in case. Because in a place we're not familiar with, something surely might be happened.



Travel Details

Travel details means your itinerary. It's not have to be flight itinerary but also train or bus, depends on your travel transportation. In my case, I use my flight itinerary and put in this part. But because I use transit flight, I edit this part and put also my transit information.



Hotel and Activities

I think this part is the most important one because in here I can put all my travel schedule. You can see in the picture, this file divide base on the activity. But for me, I edit it and divide it based on the dates. Therefore, it can make a lot of easier for me to see what ind of activities I wanna do. In this file I also put money management in another column. Some kind like a budget and actual expense. So when I go travel I can barely know how much money I have and I can spend during the day and I'm not going to afraid of become bankrupt in the middle of my travel. haha

In the end of the scheduling, I can see how much money for transportation. culinary, hotel, and play. Also I also can see what kind of maps I need to find from place to place. Why map? I'll tell you later.


Car Rental

I didn't use this part because I use public transportation for my trip, of course because it's cheaper. But if you need one, you need to write down the information in case you need it. For traveler who go to "hard to find" public transportation, rental a car or scooter is highly recommended.

Emergency Details

This part is very important, in case something happen to you and somebody need to call home, even we hope there won't be something bad happen.

Maps

I know we have all gadgets in our hand. But, what if the internet is lost? or you don't have any internet access there? The answer is .... Print out the Maps. My suggestions to you to travel abroad especially and in the case that you don't have any internet access to GPS, find the maps from one place to another and print it out. You can find it easily in Google Maps including the "how to go there", maybe using public transportation, walk, or drive by yourself.

Tickets

Don't forget to print out your itinerary, especially flight itinerary. Some airline may give you the e-ticket which has QR Code that can be saved in your phone, but many others are not. So, better print it out. For budget traveler like me, I usually try to find the cheapest price ticket in internet. The venue website maybe have discount for online booking, but not all venues. You can try to find those tickets in the travel agencies or deal websites. Sometimes, if you buy it online, you will get e-ticket. Don't forget to save it in your gadget and print it out. In case, they need your print-out ticket.

Other Supplementary

Important things, of course your passport and ID. Don't forget to bring pen and book, because you'll gonna need that. Cash, yes you need cash. In case your debit card or credit card can't be used in your travel destination.

To save all of those things in one place, my suggestion is to put those in one plastic map. Why plastic? In case rain or your bag is soaked, your documents are still gonna safe.


That's all my experience in preparing documents for my travel abroad in a budget. I know it's not easy to prepare all of this things. But, it's worth so much. :)
Intan Web Developer

A Wife and PhD candidate to-be in National Taiwan University of Science and Technology. Dreamer, Writer, Traveller, and Tech Addict. Like to travel everywhere and experience anything.