Showing posts with label Social Life Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Social Life Indonesia. Show all posts

19 April 2015

Kehidupan TKI di Taiwan


Hal menarik terjadi belakangan ini terutama berita seputar Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Katanya sih... Presiden Jokowi akan memberhentikan pengiriman TKI ke luar negeri pada tahun 2017 dan dimulai pengurangan jumlah pengiriman mulai tahun ini. Ada juga berita tentang TKW Arab Saudi yang dihukum mati, TKW Singapura yang bertengkar karena rebutan pacar orang India, dan bahkan yang terbaru TKI Taiwan yang ribut di konser dangdut. Hmm... banyak sekali berita negatif tentang TKI ini di media.

Baiklah aku akan bercerita seputar pengalamanku berinteraksi dengan para TKI di Taiwan selama 2,5 tahun ini. Aku memang sedang sekolah tapi bukan berarti aku tidak bertemu mereka. Justru kawanku banyak TKI yang bekerja di Taiwan. Apalagi ketika aku masuk ke dalam badan pelaksana Universitas Terbuka Taiwan dan juga sempat ambil bagian jadi panitia pemilu tahun lalu. Otomatis sedikit banyak aku tau bagaimana kehidupan para TKI ini.

Ada tiga jenis TKI yaitu TKI sukses, TKI gagal, dan TKI kaburan. Ini menurut bahasa ku saja yaa... haha TKI sukses adalah yang mengikuti jalur dengan benar dan sukses mengumpulkan uang untuk dibawa ke Indonesia sehingga kehidupan keluarga nya menjadi lebih baik serta tidak neko-neko di negara orang bahkan justru menjadi orang yang lebih baik. TKI gagal adalah TKI yang ikut jalur yang setengah benar dalam artian uangnya dihabiskan selama bekerja di negara orang sehingga saat pulang tidak ada uang yang terkumpul. TKI kaburan adalah TKI yang tidak hanya kabur dari majikannya karena ada juga yang sengaja kabur dengan berbagai alasan.

TKI sukses ini yang kebanyakan aku temui dan beberapa di antaranya menjadi kawan baik. Selama bekerja di negeri orang, mereka tidak pernah lupa tujuannya adalah mencari rejeki supaya kehidupan keluarganya di Indonesia menjadi lebih baik. Sehingga sambil bekerja mereka juga mencari ilmu. Ada yang ikut pengajian setiap hari minggu, ikut Kejar Paket A,B,atau C supaya mendapat ijazah, dan bahkan ada yang merelakan waktunya untuk menjadi mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan. Ada juga yang aktif di berbagai organisasi agama ataupun yang lainnya. Beberapa juga ada yang part-time ketika mereka libur atau ikut pelatihan yang diselenggarakan oleh KDEI (Kantor Dagang Ekonomi Indonesia) di Taiwan yang merupakan nama lain dari kedutaan. Gaji yang mereka dapatkan pun sebagian disimpan atau dikirimkan ke keluarganya di Indonesia sehingga ketika pulang, kehidupan keluarganya membaik dan bisa membuka usaha sendiri.

TKI gagal, sering aku mendengar berita macam-macam tentang ini. Jadi, mereka di-hire oleh majikan orang Taiwan melalui jalur yang benar. Tapi, gaji nya mereka hamburkan di negeri tempat dia bekerja untuk membeli barang-barang yang sebenarnya kurang begitu dibutuhkan. Hal ini dikarenakan saat mereka berangkat, ekonomi mereka bisa dikatakan kurang dan ketika mendapatkan gaji yang jika dikurs nominal nya luar biasa besar untuk mereka, gejala OKB (Orang Kaya Baru) pun melanda. Ingin beli ini itu sehingga lupa tujuan sebenarnya dia pergi ke luar negeri untuk apa. Gaya hedonisme pun muncul tidak hanya di shopping tapi juga karaoke, memamerkan barangnya ke teman-temannya, pacaran, dan lain sebagainya. Sehingga, uangnya tidak disimpan dan tidak bisa membuka usaha sendiri di Indonesia. Ini banyak sekali terjadi.

TKI kaburan ini yang sering disorot oleh media dan menjadi problematika dua negara. Ada yang kabur karena dijahatin majikannya (biasanya disorot media Indonesia dengan berbagai foto mengenaskan >.< ) tapi ada juga yang sengaja kabur karena ingin gaji yang lebih tinggi. Ada juga yang status mereka adalah TKI illegal (dimana jumlahnya sama atau lebih banyak daripada TKI legal). Ketika mereka tertangkap, mereka akan dimasukkan ke dalam Detention Center khusus tenaga kerja asing tidak cuma Indonesia saja, ada juga yang dari Vietnam, Filipina, dan lain sebagainya. Ketika mereka ingin dipulangkan ke Indonesia, mereka harus membayar sekitar NT$ 20,000 atau setara dengan Rp 8 juta. Nominal yang tidak sedikit untuk TKI kaburan. Sehingga mereka harus menunggu keluarganya untuk mengirimkan uang atau membantu mereka pulang. Nah, TKI kaburan ini pekerjaan nya macam-macam, ada yang negatif (you know laahh... ) ada juga yang positif (misal bekerja di toko dsb)

Terkait dengan berbagai media Indonesia yang memberitakan tentang kejahatan majikan terhadap TKI yang bekerja di rumah mereka, tidak bisa dipungkiri bahwa memang ada yang seperti itu. Bahkan aku pernah mengalami sendiri, ada mbak sebut saja namanya Bunga. Mbak Bunga ini datang ke KDEI saat kami ada acara perhitungan suara pemilu tahun 2014. Dia datang menghampiriku yang sedang duduk-duduk santai sambil makan siang. Mbak Bunga ini tiba-tiba menangis minta ketemu orang KDEI. Dia bercerita bahwa dia tidak tahan karena majikannya jahat. Pernah menyekapnya di ruang yang berisikan puluhan orang gila. Tidak sesuai dengan job-desc yang seharusnya ia lakukan yaitu menjaga seorang nenek yang sedang sakit.

Tapi, ada juga yang ternyata memang TKI nya sendiri yang nakal dan tidak bisa diatur. Kenapa aku bisa berkata seperti ini? karena aku melihat langsung bagaimana kehidupan mereka, terutama saat hari minggu, hari libur mereka. Tapi, ini tidak bisa digeneralisir karena tidak semua TKI seperti ini.

Contohnya adalah ketika hari minggu, para TKI ini akan berkumpul kebanyakan di Taipei Main Station (TMS) bagi yang bekerja di Taipei. Di beberapa titik tertentu, mereka akan berkumpul dengan duduk di lantai dan di tempat yang menghalangi orang untuk lewat bahkan walaupun sudah ada tulisan "Dilarang Duduk" dengan bahasa Indonesia. Bayangkan, dengan bahasa Indonesia, bukan bahasa mandarin lho... Berarti pihak TMS sudah mengerti betul bahwa harus ada tulisan itu di berbagai tempat dengan menggunakan bahasa Indonesia. Tidak hanya itu, tulisan "Harap Antri" pun ditempel di mini market sekelas 7-11 atau Family Mart.

Kebiasaan berbicara lantang dan keras ternyata tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Karena masih sering aku mendengar mereka saling berteriak sehingga membuat orang Taiwan risih. Ini disebabkan perbedaan culture. Orang Taiwan itu cenderung menghargai privacy orang lain. Sehingga ketika di tempat umum, mereka akan cenderung bersuara lirih (bahkan di MRT mereka akan diam) dan tidak mengganggu sekitarnya.

Menjadi rahasia umum bagi orang Taiwan (aku mendapatkan cerita ini dari teman lab) bahwa saat hari Minggu lebih baik tidak ke TMS. haha

Ada seorang teman ku orang Taiwan yang mengantarku ke kantor imigrasi. Dia bercerita bahwa dia bisa membedakan mana orang Indonesia yang sekolah dan bekerja dengan cara melihat dari gaya berpakaiannya. Yang bersekolah adalah yang menggunakan pakaian rapi dan cenderung tertutup. Jikalau pun menggunakan pakaian yang terbuka, dandanannya tidak menor. Cenderung humble dan terlihat rapi ala mahasiswa. Tapi yang bekerja adalah yang menggunakan pakaian terbuka yaitu rok mini / hot pants, tank tops, sepatu hak tinggi, dandanan menor, dan warna pakaiannya mencolok dan tidak match. Aku hanya bisa tertawa karena itu kenyataan walaupun tidak semua seperti itu.

Menjadi lebih tidak terkendali ketika ada konser dangdut. Karena pertikaian antar kelompok sudah pasti terjadi. Entah karena rebutan pacar ataupun hal lainnya. Biasanya sih banyak berita tentang rebutan pacar. -____-"

Pertengkaran ini bisa sampai ke ranah hukum atau bahkan dideportasi atau mungkin dipenjara karena membuat orang lain cedera. Pernah juga ada kejadian ada yang sampai meninggal.

Memang tidak bisa digeneralisir semua hal ini. Karena kawan ku yang TKI dan sangat baik pun ada. Tapi yang tidak baik mungkin lebih banyak daripada yang baik. Sayangnya, media Indonesia cenderung melebih-lebihkan pemberitaan seolah TKI Indonesia itu lemah dan tak berdaya sehingga disiksa terus. Padahal kenyataannya, tidak semua seperti itu. Ada juga TKI nakal yang harusnya tidak diijinkan masuk ke suatu negara karena tidak memiliki skill yang cukup ataupun dari sisi mental kurang mumpuni. Sehingga menyebabkan berbagai masalah di negara tujuannya.

Masalah lain adalah karena kebanyakan TKI ini kurang berpendidikan, mereka cenderung ditipu oleh agen dan pegawai bandara. Aku pernah mendengar cerita dari suami ku yang pernah bekerja part-time di KDEI, banyak sekali kasus TKI ini ditipu oleh agennya sendiri. Misal mereka haris membayar 50juta untuk dibernagkatkan, jika tidak bisa akan ditalangi dulu oleh agen tapi uang gajinya selama berapa bulan akan diambil agen dan jumlahnya jika ditotal lebih banyak daripada hutangnya. Terlebih jika di bandara, ada mafia bandara yang meminta uang kepada TKI ini. Aku pernah mengalami sendiri bagaimana rasisnya pihak bandara kepada para TKI. Karena aku dan kawanku yang saat itu pulang liburan pernah hampir disuruh masuk ke tempat PJTKI dan bahkan koper kawanku diperiksa sambil dipelototin. Sampai akhirnya aku bilang "Pak, saya mahasiswa!" baru deh si bapak bilang "Oh iya maaf ya mbak...maaf..." sambil tersenyum manis, berbeda dengan beberapa menit sebelumnya.

Mungkin inilah yang menjadi pemikiran pemerintah untuk memberhentikan pengiriman TKI ke luar negeri. Tidak hanya untuk mengurangi angka penyiksaan TKI oleh majikan, tapi juga supaya tenaga kerja Indonesia yang di luar negeri memiliki skill yang cukup dan tidak menimbulkan kekacauan di negara orang. Dengan skill yang cukup, gajinya pun akan jauh lebih tinggi dibandingkan jika menjadi nanny, pembantu, buruh pabrik, ataupun pelaut. Pola pikirnya pun akan berbeda. Bukan pola pikir mencari gaji tinggi saja tapi juga untuk mencari hidup yang lebih baik serta mencari pengalaman sehingga ketika pulang ke Indonesia bisa membuka usaha baru yang bisa membuka lapangan pekerjaan baru untuk orang-orang di tempat asalnya. Mereka juga akan bisa bersuara jika bos nya atau majikannya melakukan tindak kejahatan sehingga bisa langsung ditangani oleh pihak berwajib. Mafia bandara pun juga tidak akan punya gawean lagi sehingga bisa ditangkap KPK.

Tapi di sisi lain, para TKI ini juga bingung. Terutama bagi TKI yang sukses. Karena jika diberhentikan, mereka harus kembali ke tanah air. Sedangkan bagi yang tidak memiliki ijazah, akan sulit bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan. Pemikiran untuk membuka usaha pun tidak semua orang mau dan mampu.

Semoga pemerintah bisa mendapatkan solusi dari permasalahan ini semua. Sehingga menguntungkan segala pihak. Tidak hanya menguntungkan TKI dan Indonesia tapi juga negara tujuan itu sendiri.

Menjadi mahasiswa di negara lain harusnya juga berkontribusi dengan membantu para TKI ini dengan berbagai hal positif seperti mengadakan seminar ataupun pelatihan. Terutama yang berkaitan dengan menjaga akhlaknya, menyimpan uangnya dan menjadi enterpreneur. Sehingga apa yang dia kerjakan selama di luar negeri tidak akan sia-sia.

14 September 2013

Dampak Mengerikan dari Pornografi

Share dari tulisan salah seorang ikhwan di Kaskus dan http://abangdani.wordpress.com/2013/09/12/dampak-mengerikan-dibalik-pornografi/….
Baca sampai akhir gan, bikin merinding
Sering kita dengar kalau Bahaya Pornografi itu adalah merusak otak, mengacaukan pikiran, membuat malas. Just it ??? Ahhhhhh….. saya belum merasa belum puas dengan semua penjabaran itu. Saya butuh yang lebih ekstrim penjabarannya. Setelah mencari – cari beberapa referensi dan mendengarkan ceramah orang, yang tak kunjung menghilangkan dahaga penasaran itu,…… akhirnya saya sekarang tahu Bahayanya Pornografi Bagi Siapapun pecandunya ! Dan sekarang saya ingin berbagi kepada anda.Saya yakin penjabaran saya akan menjelaskan secara krusial, intinya bahaya pornografi itu apa !
Jadi saya mohon banget perhatian anda sebentar !
Jadi kalau lagi chatting sambil ngakak-ngakak, lagi facebukan untuk ngomentarin status-status teman, lagi download lagu dan film, atau lagi ngeliat-ngeliat gambar…. Plise………. STOP dulu !!!
Baca artikel ini sampai selesai. Baru anda boleh melanjutkan kegiatan anda tadi. Oke ???
Kita Mulai !!!
Pada hari Jumat 1 Oktober 2010 saya mengikuti seminar sehari yand diadakan oleh Yayasan Kita & Buah Hati yang ”dikomandani ” Ibu Elly Risman ,Psi . Pembicaranya adalah : Ibu Elly Risman,Psi dan Dr. Randall F. Hyde,Ph.D
Dr. Randall F. Hyde,Ph.D adalah seorang psikolog senior di negara Amerika sana. Sedangkan Ibu Elly Risman,Psi adalah pakarnya parenting di Indonesai ini.
Pembukaan:
Dia (Dr. Randall F. Hyde,Ph.D) berkata :
”percayalah pornografi adalah suatu bencana yang kami sendiri ( maksudnya negara Amerika sendiri ) keteteran . Negara kami dapat mempersiapkan perang, dengan senjata dan tentara. Negara kami bisa menghadapi penyakit dengan temuan obat – obat dengan penelitian ilmuwan kami.  Tapi untuk pornografi…percayalah…. pada awalnya kami tidak siap dan tidak tahu cara apa yang harus dilakukan untuk melawannya. “

10 September 2013

Fenomena Berita di Indonesia

Tulisan ini aku buat setelah mengalami "culture shock" untuk pertama kalinya di negara sendiri. Mungkin bisa dikarenakan satu tahun ga pernah lihat tivi...kalaupun liat ya streaming itupun ga semua dan ga lengkap dan ga tiap hari. Televisi di sini dalam artian siaran televisi Indonesia.

Sekitar 1,5 bulan yang lalu dari sekarang aku pulang ke indonesia untuk liburan. Yah namanya juga mahasiswa...kalo ada libur pulang donk. Apalagi pas banget sama lebaran. Nah hal pertama yang kulakukan waktu sampe rumah adalah nonton tivi (setelah bebenah). Dan....aku mengalami sedikit "kebengongan" (vocab baru) ...Berita di indonesia emang banyak banget jenisnya. coba kita bahas satu-satu yah...

INFOTAINMENT a.k. Celebrity Gossip



Udah ga bisa dipungkiri lagi namanya selebriti itu di Indonesia melebihi berita tentang presiden. Tiap kali ada berita sedikit aja tentang selebriti langsung deh gempar. Contohnya misal anak artis si A sakit , artis B putus sama C karena C selingkuh sama D, anak artis E nabrak orang , artis F bertengkar, dan yang paling seru artis G cerai sama artis H (paling banyak terjadi)

Lebih hot lagi kalau misal ada artis baru yang bikin trend. Misal kayak Goyang Keep Smile, Goyang Itik, dan lain sebagainya. Beuh itu yang namanya trend bisa sampe kemana-mana. Walaupun itu bisa dibilang ga ada nilai edukasi nya sama sekali. Akhirnya adek-adekku yang masih kecil itu jadi ngikutin dan ASLI menurutku dan orang tua ku itu sangat tidak mendidik. --"

Apalagi akhir-akhir ini muncul berita artis I yang tunangan dengan pengusaha J dengan pesta pertunangan yang sangat super mewah eh ga taunya si J ini penipu dan berganti-ganti identitas serta udah pernah deketin artis K,L,M, dan lain sebagainya... --"

Question for myself at that moment..

22 June 2013

NTUST Graduation Day

One week ago, around Taiwan there is a Graduation Day. Different with another country that graduation day decided by the school, Taiwan government decide the date. So, many universities in the same day held this event. And the date is 8 June 2013. Many friends of mine graduate this year..i'm happy plus sad when i saw them wear graduation emblem and got handshake with president of NTUST.
But, actually this event is just formality. Actually most of my friends haven't got their oral defense yet. That's why the graduation day seems not really good. Not like in Indonesia the graduation day is after our oral defense and also many people use their traditional clothes. In here, some of them use just jeans and sandals. because of summer. haha even though i know indonesia is hotter than here. ^.^

Photo: Thanks to mang Ibnu
Photograph by : Ibnu Febry Kurniawan

Congratulation for all of you, my Indonesian friends...wish we can meet again someday... your journey in Taiwan might be end here, or start again someday...but your journey in life start now.
Indonesia is waiting for your contribution.
Proud of you, guys..^^
I wish i can graduate soon, too... :p

18 June 2013

Beasiswa LPDB

Repost dari : http://motivasibeasiswa.org/2013/06/18/beasiswa-lpdp-beasiswa-calon-calon-pemimpin-bangsa-info-tips-seorang-reviewer/


LPDP


Apakah kamu pengin sekolah S2 atau S3 di Dalam Negeri atau malah ke Luar Negeri 100% GRATIS plus Dapet Tunjangan Hidup Bulanan & Penelitian? 
Apakah kamu kekurangan dana untuk menyelesaikan Tesis S2 kamu atau Disertasi S3 kamu (dalam negeri maupun luar negeri)?
Apakah kamu salah satu anak bangsa yang berada di daerah terpencil/tertinggal/perbatasan dan punya tekad kuat untuk S2/S3 di dalam/luar negeri?
Apakah kamu salah satu anak bangsa yang pernah punya prestasi di bidang Olimpiade Sains dan Teknologi, olah raga dan seni/ budaya di tingkat Nasional/ Internasional dan punya tekad kuat untuk S2/S3 di dalam/luar negeri?
Kalau kamu salah satu diantaranya, atau Bapak/Ibu memiliki mahasiswa atau kenalan/keluarga yang termasuk diantaranya, Alhamdulillaaah kini makin banyak saja berbagai beasiswa disediakan oleh pemerintah kita, salah satu yang terbaru yakni Beasiswa LPDP (www.lpdp.depkeu.go.id) , sebuah beasiswa prestisius dengan berbagai keistimewaannya.

Perbandingan Harga Minyak Dunia dengan Indonesia

Dari statistik di bawah bisa dilihat bahwa Indonesia menempati peringkat ke 137 negara dengan harga minya mulai dari tertinggi hingga terendah. Data ini diambil dari http://www.nationmaster.com/graph/ene_gas_pri-energy-gasoline-prices



Dan juga aku mendapatkan dari harga minyak seluruh negara dari http://en.wikipedia.org/wiki/Gasoline_and_diesel_usage_and_pricing
Aku mendapatkan data ini dari Wikipedia. Jadi mohon maaf jika ada yang salah. ^.^

BBM naik... lagi? bagaimana pendapat masyarakat Indonesia di negara lain?

Hari ini ada berita yang menghebohkan Indonesia...BBM naik lagi. DPR sudah menyetujui tentang perubahan harga BBM namun belum mengeluarkan harga pasti. Belum satu jam sejak diumumkannya berita ini, sudah banyak kendaraan bermotor yang mengantri di berbagai pom bensin di Indonesia. Katanya sih...mumpung belum naik harganya.

Jelang Kenaikan Harga BBM, Antrean SPBU Mengular
Picture from Tempo. Kendaraan yang antri isi bensin

Hmm...aku teringat ketika aku ikut salah satu mata kuliah yaitu South East Asian Economics yang membahas tentang perekonomian Asia Tenggara. Hampir semua negara dibahas dan entah kenapa pembahasan selalu mengarah ke Indonesia. Mungkin karena mahasiswa Indonesia banyak yang mengambil mata kuliah itu. Apalagi kelompokku diberi tugas untuk menganalisis tentang perekonomian dan kehidupan masyarakat Indonesia. Dosen yang mengajar di kelas itu adalah seorang professor yang memiliki riset di bidang industri asia tenggara. DIa sering berkelana dari satu negara ke negara lain. Yang paling sering adalah Indonesia.

Pernah suatu ketika kami di kelas membahas tentang minyak dunia. Bagaimana Amerika menginginkan minyak dari negara 1001 malam. Bagaimana trjadi perebutan kekuasaan di berbagai negara penghasil minyak. Dan bagaimana harga minyak dunia.

Aku terkejut ketika professor mengatakan bahwa harga minyak dunia begitu mahal namun mengapa harga bahan bakar kendaraan bermotor di Indonesia begitu murah? di Taiwan harga per liter bisa mencapai 35 NT atau sekitar 15.000 rupiah. Sedangkan di Indonesia, harga per liter BBM hanya 4500 rupiah. Ya itu kalau dikurskan sih. Tidak bisa dijadikan patokan. Tapi memang tidak bisa dipungkiri bahwa pemerintah telah memberikan subsidi yang sangat tinggi kepada masyarakat Indonesia. Diberikan kemudahan dalam mebeli bahan bakar dengan harga yang sangat murah.

16 May 2013

Kisah Tunanetra

Kalau mengingat tentang kata "Tunanetra" apa yang biasanya dipikirkan oleh kebanyakan orang di Indonesia? Mungkin sebagian besar akan menjawab...orang cacat, orang yang tidak bisa apa-apa, SLB, peminta-minta, hidup miskin, dan lain sebagainya.

Ironis memang ketika masyarakat Indonesia sendiri masih menganggap bahwa tunanetra itu tidak lepas dari keterpurukan. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa memang seperti itu adanya. Kualitas mental yang masih rendah, membuat sebagian besar tunanetra merasa dirinya lemah dan tidak berguna. Ditambah dengan adanya persyaratan di berbagai perusahaan bahwa pekerja tidak boleh memiliki cacat fisik, walaupun cacatnya berupa kaki yang kurang stabil dalam melangkah sedangkan indra lain masih normal.

   

Dikarenakan mental yang seperti itulah banyak dari mereka yang terlalu merendah diri mendekati batas minder sehingga merasa dirinya tidak memiliki kelebihan dan hal itu juga didukung oleh infrastruktur yang kurang memadai bagi para tunanetra dari pemerintah Indonesia. Akhirnya pekerjaan mereka tidak lepas dari peminta-minta yang mengharapkan belas kasih orang lain yang melihat kenetraan mereka atau bahkan lebih baik mereka di panti saja sehingga tidak menyusahkan keluarganya.


Contohnya saja di Jakarta. Setiap saya datang ke halte busway, di jembatan selalu ada peminta-minta tunanetra. Dan baru akhir-akhir ini saya tau bahwa mereka menggunakannya tidak hanya karena mereka minder tapi juga memanfaatkan belas kasih orang lain dengan menambahkan berbagai aksesoris di tubuh mereka seperti bekas luka yang ditutupi oleh perban dan berdarah. Tidak hanya itu, mereka juga termasuk ke dalam jaringan sindikat pengemis yang diketuai oleh mafia pengemis. Sungguh ironis.

Ketika saya datang ke Taiwan, saya cukup kaget ketika melihat banyak sekali tunanetra yang ada di Taiwan.  Tapi yang membuat saya lebih kaget lagi adalah kualitas hidup mereka dan infrastruktur yang ada untuk mereka.

09 May 2013

Kisah Indomie

Kelas internasional memang sangat menyenangkan...bertemu dengan orang dari negara lain, dengan kebudayaan yang berbeda. Berbagi ilmu, tawa, dan pengalaman. Seru memang.

Photo: I like this team... Indonesia, Vietnam, and Mongolia... ^.^

Kebetulan aku satu tim dengan mahasiswa dari Mongolia bernama Anar dan dari Vietnam bernama Flora. Dan juga 2 orang mahasiswa Indonesia lain nya bernama Sungging (teman semasa SMP SMA S1 S2...--") dan Ucup. Great team i guess... ^.^

Pernah satu ketika, mahasiswa Indonesia di NTUST mengadakan acara bernama ICE (indonesian Culture Exhibition) dan salah satu sponsor utama adalah Indomie (ga ada maksud ngiklan). Nah, kami membagikan indomie kepada pengunjung yang hadir di lokasi. Waktu itu dalam 2 hari kami membagikan 800 bungkus indomie goreng.

Indonesian Man can Have More than 4 wife?? Really??

That's what my lab mates asked me today...
and i just keep thinking why and why...why the information is like that?haha
i just keep wondering why they didn't ask me about how the sceneries, bali, or another things, but that?
it's interesting...hahaha

So, i explain to them that's not the case...
Actually not all Indonesian man like that...
Just several people that have not a really good mind or crazy that have more than 4 wife...hahaha


Just because of Indonesia is one of the largest muslim population in the world, they think that way. but, not just because of that. maybe because of the media.
I said to them that actually Muslim man can marry maximum 4 wife but need to fulfill the requirement before do that. Not just in Indonesia but in the world. Muslim man can marry but no more than 4.
And the requirements are the 1st wife need to be agreed and he can be fair with all of his wife.

06 May 2013

Pesan Semangat untuk Pelajar Indonesia di Taiwan

Tak kusangka, seorang teman bernama Mbak Retno Widyastuti a.k. Chiku berhasil melakukan kontak via email dengan Bapak Anies Baswedan dan berhasil membuat beliau membuat sebuah video pendek tentang pesan untuk pelajar indonesia yang ada di Taiwan.
Dan tak kusangka pula, pesan ini semakin melecutku untuk semakin giat belajar dan kembali ke Indonesia.
Terima kasih mbak Chiku dan Pak Anies Baswedan.. ^.^