Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

05 November 2016

I'm Right and You're Wrong : Sedikit pemahaman tentang bagaimana orang Indonesia berpikir tentang topik keagamaan

Sebelum kumulai tulisan ini, aku ingin Anda (sebagai pembaca) untuk memahami betul bahwa tulisan ini hanyalah tulisan hasil pemikiran individu seorang wanita Muslim berkewarganegaraan Indonesia yang masih belajar banyak hal dan melihat bagaimana isu di Indonesia berkembang di ranah sosial media. Jika, ada salah kata ataupun pemikiran, mohon maaf. Wanita ini bukan orang yang sempurna dan memiliki pemikiran yang mutlak benar. Karena benar buruknya yang menentukan hanya Allah.

Saya mulai tulisan ini dengan menanyakan ke diriku sendiri... "Kenapa aku ingin menulis sesuatu yang sudah panas? Kenapa aku ingin menuliskan tentang pemikiranku disini yang mungkin akan dicerca banyak orang yang tidak sepamahaman denganku?"

Jawabannya cukup mudah... karena aku suka menulis dan aku ingin membagikan buah pikiranku ke orang lain yang mungkin bisa bermanfaat.

Pertanyaan selanjutnya... "Kenapa topik agama? Bukannya masih ada topik lainnya?"

Karena ini mengganggu pikiranku dan merasa bahwa dibutuhkan adanya suatu tulisan yang mungkin bisa membuat orang lain mengerti bahwa "do not just trust media" and "understand that you're the one who should think out of the box" and "be a true Muslim"

"Lalu, apakah dengan ini orang lain bisa mengerti apa yang akan kuceritakan dan mungkin berubah?"

Let's hope that will come true. haha I'm just no body. Aku hanya seorang wanita Muslim berkewarganegaraan Indonesia yang sedang belajar di luar negeri dan berusaha untuk menyelesaikan kuliah, tapi sedih melihat kondisi negara ku dan saudara-saudara ku.

"Ok then... show the readers what you thought."

Sudah tidak perlu ku ungkit terlalu banyak tentang kasus penistaan agama yang menyerang Gubernur DKI Jakarta. Semua orang sudah tahu bahwa itu yang sedang terjadi saat ini karena masalah Pak Ahok yang mengatakan kepada masyarakat Pulau Seribu untuk "jangan mau dibohongi oleh Q.S. Al-Maidah:51"

Yang menjadi poin utama ku disini adalah bagaimana masyarakat Indonesia menyikapi hal ini, dilihat dari sudut pandang seorang wanita yang sedang duduk di balik layar komputer dan sering tidak produktif karena terlalu sering membuka Facebook dan Line. hahaha

Seperti yang sudah biasa terjadi, terutama di periode pemilu, yang namanya isu sering sekali disetir sedimikian hingga membuat suatu berita, terlepas dari benar tidaknya, menjadi luar biasa. Pelakunya? tentu saja media mainstream. Hebatnya, berita ini sangat cepat beredar di internet. Aku tidak heran sih. Karena menurut data statistik, pengguna sosial media di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia.

Bahkan aku pernah membaca di salah satu jurnal internasional, lupa judulnya dan pengarangnya, karena pada saat itu jurnal tidak jadi kumasukkan ke jurnal yang sedang kutulis, bahwa "sosial media adalah media paling efektif dalam sarana penyebaran informasi, terutama di era pemilu." Kalau tidak salah ini yang menulis adalah orang Amerika dan dia melakukan riset tentang proses pemilu presiden tahun 2008-2009.

Kenapa bisa begitu? Karena "the power of peers" itu sangat terasa.

Saat ini aku sedang melakukan riset yang berhubungan dengan "the power of peers". Ketika suatu faktor di dalam teknologi digabungkan dengan pengaruh teman, maka pengaruh ini akan sangat berbeda ketika tidak ada teman di dalamnya. Contoh, kepercayaan terhadap sebuah teknologi, akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kualitas informasi yang diberikan oleh teman. It's proven to be significantly influence.

Jadi, ketika ada berita yang "lumayan hot", masyarakat Indonesia akan dengan mudah mengakses sosial media, menyebarkannya ke teman-temannya atau publik, dan disebarkan ulang oleh teman-teman mereka. Terlepas dari benar atau tidaknya sebuah informasi.

Hal yang cukup unik terjadi ketika sebagian besar, bukan semua, menganggap bahwa apa yang mereka sebarkan ke ranah publik adalah sesuatu yang benar, padahal informasi tersebut belum tentu benar. Kenapa aku bisa tahu? Karena setiap kali ada yang menyebarkan sebuah informasi di sosial media, mereka akan menambahkan buah pikiran mereka dalam bentuk tulisan. Sebagian besar dari orang-orang ini akan menuliskan tulisan yang menjurus ke arah "this is right and the other is wrong", which is refer too... "I'm right and you're wrong"

Terlebih ketika yang dibahas adalah sesuatu yang berhubungan dengan agama, dalam hal ini agama Islam.

Sebagai seorang Muslim, tentunya kita sudah tahu betul bahwa tidak baik untuk mengucapkan atau bahkan berpikir bahwa kita adalah satu-satunya yang paling benar dan orang lain tidak benar. Karena benar tidaknya sesuatu hanya pada Allah. Kita sebagai manusia, hanya bisa berdoa dan rendah diri terhadap apapun.

Di sisi lain, ketika ada sebuah informasi, haruslah kita untuk ber-tabayyun terlebih dahulu.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian.
[al-Hujurât/49:6].




Nah, sebagian besar dari masyarakat Indonesia tidak melakukan tabayyun. Mereka cenderung langsung menentukan bahwa berita tersebut benar adanya.

Memang susah untuk ber-tabayyun kepada orang yang disebutkan di dalam berita tersebut. Tapi, itu lah challenge nya. Apakah bisa melakukan filter terhadap sumber berita mana yang bisa dipercaya maupun tidak? Bagaimana jika tidak bisa?

Alangkah baiknya jika lebih baik diam.


أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ. قُلْتُ بَلَى يَا نَبِىَّ اللَّهِ قَالَ فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ قَالَ  كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا. فَقُلْتُ يَا نَبِىَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ فَقَالَ  ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِى النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ.
“Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku: “Iya, wahai Rasulullah.” Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda, “Jagalah ini”. Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda, “Celaka engkau. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka selain ucapan lisan mereka?” 
(HR. Tirmidzi no. 2616. Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shohih)

Mungkin ada yang bepikir..."hei itu tulisan, bukan ucapan" ... sama saja bukan? apa yang dituliskan adalah apa yang diucapkan.

Hal ini juga tidak dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama yang Muslim. Karena mereka cenderung dengan secara terbuka memberikan opini yang semestinya tidak diperlukan untuk orang lain tau.

Di sisi lain, banyak oknum, yang mungkin memanfaatkan kondisi untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Aku tidak akan membahas tentang rencana politik maupun ekonomi suatu oknum tertentu. Namun, hal ini sudah banyak diketahui bahwa ketika ada sebuah isu, maka di balik layar, terdapat beberapa orang yang pasti akan memanfaatkan kondisi, apapun tujuannya.

Apakah kita mau membantu tujuan oknum yang tidak baik dengan menyebarkan berita yang belum jelas benar atau tidaknya? Bagaimana jika tujuan itu tidak ada baik-baiknya, hanya buruknya saja?

Banyak yang mungkin beranggapan bahwa "aku tidak tahu ada tujuan itu, yang penting kuanggap benar maka akan ku share"

Inilah yang kurang baik menurutku dan menjadi bumbu ataupun minyak bagi yang sudah panas menjadi lebih panas lagi.

Masyarakat kurang mengerti bahwa jika tidak tahu lebih baik diam, tabayyun, dan tunjukkan dengan yang apa yang dipercaya di dalam konteks yang lebih baik. Misalnya, tidak memilih calon yang dianggap tidak baik. Bukan dengan semakin menyebarkan fitnah ataupun kalimat yang tidak baik.

Dikarenakan cepatnya informasi yang tersebar, membuat orang-orang sepertiku yang notabene "lebih baik diam" menjadi risih. Isi sosial media 80% terkait isu yang sedang panas dan terjadi perdebatan sana sini, yang intinya adalah "I'm right and you're wrong". Lingkungan seperti ini sepertinya tidak baik untuk kesehatan mental saya. haha

The most important thing that we have to put on our mind are ... PATIENT, FORGIVE, and LEARN.

Masih ingatkah apa yang dilakukan Rasulullah ketika bangsanya sendiri membenci Islam, meludahi, dan mencelakai Beliau? Bersabar, memaafkan, dan belajar.

Tulisanku ini mungkin menjadi cambuk untuk diriku sendiri untuk lebih berhati-hati ketika menyebarkan sebuah informasi. Semoga kita menjadi orang yang lebih baik lagi.

Amiinnn...



19 April 2015

Kehidupan TKI di Taiwan


Hal menarik terjadi belakangan ini terutama berita seputar Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Katanya sih... Presiden Jokowi akan memberhentikan pengiriman TKI ke luar negeri pada tahun 2017 dan dimulai pengurangan jumlah pengiriman mulai tahun ini. Ada juga berita tentang TKW Arab Saudi yang dihukum mati, TKW Singapura yang bertengkar karena rebutan pacar orang India, dan bahkan yang terbaru TKI Taiwan yang ribut di konser dangdut. Hmm... banyak sekali berita negatif tentang TKI ini di media.

Baiklah aku akan bercerita seputar pengalamanku berinteraksi dengan para TKI di Taiwan selama 2,5 tahun ini. Aku memang sedang sekolah tapi bukan berarti aku tidak bertemu mereka. Justru kawanku banyak TKI yang bekerja di Taiwan. Apalagi ketika aku masuk ke dalam badan pelaksana Universitas Terbuka Taiwan dan juga sempat ambil bagian jadi panitia pemilu tahun lalu. Otomatis sedikit banyak aku tau bagaimana kehidupan para TKI ini.

Ada tiga jenis TKI yaitu TKI sukses, TKI gagal, dan TKI kaburan. Ini menurut bahasa ku saja yaa... haha TKI sukses adalah yang mengikuti jalur dengan benar dan sukses mengumpulkan uang untuk dibawa ke Indonesia sehingga kehidupan keluarga nya menjadi lebih baik serta tidak neko-neko di negara orang bahkan justru menjadi orang yang lebih baik. TKI gagal adalah TKI yang ikut jalur yang setengah benar dalam artian uangnya dihabiskan selama bekerja di negara orang sehingga saat pulang tidak ada uang yang terkumpul. TKI kaburan adalah TKI yang tidak hanya kabur dari majikannya karena ada juga yang sengaja kabur dengan berbagai alasan.

TKI sukses ini yang kebanyakan aku temui dan beberapa di antaranya menjadi kawan baik. Selama bekerja di negeri orang, mereka tidak pernah lupa tujuannya adalah mencari rejeki supaya kehidupan keluarganya di Indonesia menjadi lebih baik. Sehingga sambil bekerja mereka juga mencari ilmu. Ada yang ikut pengajian setiap hari minggu, ikut Kejar Paket A,B,atau C supaya mendapat ijazah, dan bahkan ada yang merelakan waktunya untuk menjadi mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan. Ada juga yang aktif di berbagai organisasi agama ataupun yang lainnya. Beberapa juga ada yang part-time ketika mereka libur atau ikut pelatihan yang diselenggarakan oleh KDEI (Kantor Dagang Ekonomi Indonesia) di Taiwan yang merupakan nama lain dari kedutaan. Gaji yang mereka dapatkan pun sebagian disimpan atau dikirimkan ke keluarganya di Indonesia sehingga ketika pulang, kehidupan keluarganya membaik dan bisa membuka usaha sendiri.

TKI gagal, sering aku mendengar berita macam-macam tentang ini. Jadi, mereka di-hire oleh majikan orang Taiwan melalui jalur yang benar. Tapi, gaji nya mereka hamburkan di negeri tempat dia bekerja untuk membeli barang-barang yang sebenarnya kurang begitu dibutuhkan. Hal ini dikarenakan saat mereka berangkat, ekonomi mereka bisa dikatakan kurang dan ketika mendapatkan gaji yang jika dikurs nominal nya luar biasa besar untuk mereka, gejala OKB (Orang Kaya Baru) pun melanda. Ingin beli ini itu sehingga lupa tujuan sebenarnya dia pergi ke luar negeri untuk apa. Gaya hedonisme pun muncul tidak hanya di shopping tapi juga karaoke, memamerkan barangnya ke teman-temannya, pacaran, dan lain sebagainya. Sehingga, uangnya tidak disimpan dan tidak bisa membuka usaha sendiri di Indonesia. Ini banyak sekali terjadi.

TKI kaburan ini yang sering disorot oleh media dan menjadi problematika dua negara. Ada yang kabur karena dijahatin majikannya (biasanya disorot media Indonesia dengan berbagai foto mengenaskan >.< ) tapi ada juga yang sengaja kabur karena ingin gaji yang lebih tinggi. Ada juga yang status mereka adalah TKI illegal (dimana jumlahnya sama atau lebih banyak daripada TKI legal). Ketika mereka tertangkap, mereka akan dimasukkan ke dalam Detention Center khusus tenaga kerja asing tidak cuma Indonesia saja, ada juga yang dari Vietnam, Filipina, dan lain sebagainya. Ketika mereka ingin dipulangkan ke Indonesia, mereka harus membayar sekitar NT$ 20,000 atau setara dengan Rp 8 juta. Nominal yang tidak sedikit untuk TKI kaburan. Sehingga mereka harus menunggu keluarganya untuk mengirimkan uang atau membantu mereka pulang. Nah, TKI kaburan ini pekerjaan nya macam-macam, ada yang negatif (you know laahh... ) ada juga yang positif (misal bekerja di toko dsb)

Terkait dengan berbagai media Indonesia yang memberitakan tentang kejahatan majikan terhadap TKI yang bekerja di rumah mereka, tidak bisa dipungkiri bahwa memang ada yang seperti itu. Bahkan aku pernah mengalami sendiri, ada mbak sebut saja namanya Bunga. Mbak Bunga ini datang ke KDEI saat kami ada acara perhitungan suara pemilu tahun 2014. Dia datang menghampiriku yang sedang duduk-duduk santai sambil makan siang. Mbak Bunga ini tiba-tiba menangis minta ketemu orang KDEI. Dia bercerita bahwa dia tidak tahan karena majikannya jahat. Pernah menyekapnya di ruang yang berisikan puluhan orang gila. Tidak sesuai dengan job-desc yang seharusnya ia lakukan yaitu menjaga seorang nenek yang sedang sakit.

Tapi, ada juga yang ternyata memang TKI nya sendiri yang nakal dan tidak bisa diatur. Kenapa aku bisa berkata seperti ini? karena aku melihat langsung bagaimana kehidupan mereka, terutama saat hari minggu, hari libur mereka. Tapi, ini tidak bisa digeneralisir karena tidak semua TKI seperti ini.

Contohnya adalah ketika hari minggu, para TKI ini akan berkumpul kebanyakan di Taipei Main Station (TMS) bagi yang bekerja di Taipei. Di beberapa titik tertentu, mereka akan berkumpul dengan duduk di lantai dan di tempat yang menghalangi orang untuk lewat bahkan walaupun sudah ada tulisan "Dilarang Duduk" dengan bahasa Indonesia. Bayangkan, dengan bahasa Indonesia, bukan bahasa mandarin lho... Berarti pihak TMS sudah mengerti betul bahwa harus ada tulisan itu di berbagai tempat dengan menggunakan bahasa Indonesia. Tidak hanya itu, tulisan "Harap Antri" pun ditempel di mini market sekelas 7-11 atau Family Mart.

Kebiasaan berbicara lantang dan keras ternyata tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Karena masih sering aku mendengar mereka saling berteriak sehingga membuat orang Taiwan risih. Ini disebabkan perbedaan culture. Orang Taiwan itu cenderung menghargai privacy orang lain. Sehingga ketika di tempat umum, mereka akan cenderung bersuara lirih (bahkan di MRT mereka akan diam) dan tidak mengganggu sekitarnya.

Menjadi rahasia umum bagi orang Taiwan (aku mendapatkan cerita ini dari teman lab) bahwa saat hari Minggu lebih baik tidak ke TMS. haha

Ada seorang teman ku orang Taiwan yang mengantarku ke kantor imigrasi. Dia bercerita bahwa dia bisa membedakan mana orang Indonesia yang sekolah dan bekerja dengan cara melihat dari gaya berpakaiannya. Yang bersekolah adalah yang menggunakan pakaian rapi dan cenderung tertutup. Jikalau pun menggunakan pakaian yang terbuka, dandanannya tidak menor. Cenderung humble dan terlihat rapi ala mahasiswa. Tapi yang bekerja adalah yang menggunakan pakaian terbuka yaitu rok mini / hot pants, tank tops, sepatu hak tinggi, dandanan menor, dan warna pakaiannya mencolok dan tidak match. Aku hanya bisa tertawa karena itu kenyataan walaupun tidak semua seperti itu.

Menjadi lebih tidak terkendali ketika ada konser dangdut. Karena pertikaian antar kelompok sudah pasti terjadi. Entah karena rebutan pacar ataupun hal lainnya. Biasanya sih banyak berita tentang rebutan pacar. -____-"

Pertengkaran ini bisa sampai ke ranah hukum atau bahkan dideportasi atau mungkin dipenjara karena membuat orang lain cedera. Pernah juga ada kejadian ada yang sampai meninggal.

Memang tidak bisa digeneralisir semua hal ini. Karena kawan ku yang TKI dan sangat baik pun ada. Tapi yang tidak baik mungkin lebih banyak daripada yang baik. Sayangnya, media Indonesia cenderung melebih-lebihkan pemberitaan seolah TKI Indonesia itu lemah dan tak berdaya sehingga disiksa terus. Padahal kenyataannya, tidak semua seperti itu. Ada juga TKI nakal yang harusnya tidak diijinkan masuk ke suatu negara karena tidak memiliki skill yang cukup ataupun dari sisi mental kurang mumpuni. Sehingga menyebabkan berbagai masalah di negara tujuannya.

Masalah lain adalah karena kebanyakan TKI ini kurang berpendidikan, mereka cenderung ditipu oleh agen dan pegawai bandara. Aku pernah mendengar cerita dari suami ku yang pernah bekerja part-time di KDEI, banyak sekali kasus TKI ini ditipu oleh agennya sendiri. Misal mereka haris membayar 50juta untuk dibernagkatkan, jika tidak bisa akan ditalangi dulu oleh agen tapi uang gajinya selama berapa bulan akan diambil agen dan jumlahnya jika ditotal lebih banyak daripada hutangnya. Terlebih jika di bandara, ada mafia bandara yang meminta uang kepada TKI ini. Aku pernah mengalami sendiri bagaimana rasisnya pihak bandara kepada para TKI. Karena aku dan kawanku yang saat itu pulang liburan pernah hampir disuruh masuk ke tempat PJTKI dan bahkan koper kawanku diperiksa sambil dipelototin. Sampai akhirnya aku bilang "Pak, saya mahasiswa!" baru deh si bapak bilang "Oh iya maaf ya mbak...maaf..." sambil tersenyum manis, berbeda dengan beberapa menit sebelumnya.

Mungkin inilah yang menjadi pemikiran pemerintah untuk memberhentikan pengiriman TKI ke luar negeri. Tidak hanya untuk mengurangi angka penyiksaan TKI oleh majikan, tapi juga supaya tenaga kerja Indonesia yang di luar negeri memiliki skill yang cukup dan tidak menimbulkan kekacauan di negara orang. Dengan skill yang cukup, gajinya pun akan jauh lebih tinggi dibandingkan jika menjadi nanny, pembantu, buruh pabrik, ataupun pelaut. Pola pikirnya pun akan berbeda. Bukan pola pikir mencari gaji tinggi saja tapi juga untuk mencari hidup yang lebih baik serta mencari pengalaman sehingga ketika pulang ke Indonesia bisa membuka usaha baru yang bisa membuka lapangan pekerjaan baru untuk orang-orang di tempat asalnya. Mereka juga akan bisa bersuara jika bos nya atau majikannya melakukan tindak kejahatan sehingga bisa langsung ditangani oleh pihak berwajib. Mafia bandara pun juga tidak akan punya gawean lagi sehingga bisa ditangkap KPK.

Tapi di sisi lain, para TKI ini juga bingung. Terutama bagi TKI yang sukses. Karena jika diberhentikan, mereka harus kembali ke tanah air. Sedangkan bagi yang tidak memiliki ijazah, akan sulit bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan. Pemikiran untuk membuka usaha pun tidak semua orang mau dan mampu.

Semoga pemerintah bisa mendapatkan solusi dari permasalahan ini semua. Sehingga menguntungkan segala pihak. Tidak hanya menguntungkan TKI dan Indonesia tapi juga negara tujuan itu sendiri.

Menjadi mahasiswa di negara lain harusnya juga berkontribusi dengan membantu para TKI ini dengan berbagai hal positif seperti mengadakan seminar ataupun pelatihan. Terutama yang berkaitan dengan menjaga akhlaknya, menyimpan uangnya dan menjadi enterpreneur. Sehingga apa yang dia kerjakan selama di luar negeri tidak akan sia-sia.

04 March 2015

CNY Holiday Part 7 : Polisi Jujur atau Nakal ?

Ketika pulang liburan Chinese New Year ini banyak hal yang terjadi dan berhubungan dengan polisi. Selama di perjalanan tentu saja, Yang membuat heran adalah kenapa beberapa kejadian membuat kami berpikir polisi-polisi ini "nakal" alias nyari duit.

Pertama saat di daerah Payton saat kami perjalanan ke Bali.

Salah sih karena mobil kami menyalip truk di depan saat marka nya lurus bukan putus-putus. Lalu, saat mas putu diminta untuk ikut masuk ke dalam pos polisi sedangkan kami menunggu di mobil. ternyata dimintain duit gara-gara kami nggak bisa ikut sidang dan minta bayar ke ATM ga dikasih. Padahal kan bisa tuh minta slip yang kita bayar di ATM trus slip pembayaran dikasihin ke pak polisi nya lagi supaya SIM dan STNK bisa dibalikin ke kita nya.

Kedua saat di penyeberangan sesampainya di Bali.

Polisi nya minta kami menunjukkan KTP. Sayangnya KTP ku sudah ditarik kecamatan karena harus mengurus dokumen yang baru. Lucunya ketika aku menunjukkan paspor, pak polisi nya nggak mau. Katanya sih mereka cuma nerima KTP untuk orang lokal. Agak aneh sebenernya karena paspor itu justru harusnya lebih kuat daripada KTP. Susah kan malsu paspor daripada malsu KTP? Satu orang aja bisa punya banyak KTP. Agak khawatir juga sebenernya disuruh balik lagi ke Jawa karena bapaknya bener-bener insist pengen KTP atau fotokopian nya. Untungnya aku punya scan KTP dan dipersilahkan untuk masuk ke Bali. Merasa agak aneh dengan ketentuan yang berlaku tapi salut dengan polisi yang dari raut wajahnya seperti nya memang menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketiga saat di Surabaya

Kami ke arah Unair dari kantor wali kota. Lupa nama jalannya. Disitu kan ada 3 lajur kendaraan mulai dari bawah yang pinggir sungai itu, tengah, dan atas jalan layang menuju ke Unair. Sayangnya mas putu salah jalur dan kalau nggak pindah jalur harus berputar lagi cukup jauh. Aku meminta mas untuk pindah jalur walaupun marka jalan lurus dan tidak diperbolehkan untuk pindah lajur.

Dengan santai aku bilang "nggak ada polisi kok mas...santai...haha" trus baru saja mas putu pindah jalur dan mengatakan "nanti kalo ketilang kamu yang bayar lho yaa haha" tiba-tiba ada polisi nyuruh kita berhenti. Ternyataaaaa polisinya sembunyi di belakang lampu jalan. Jelas nggak kelihatan lah karena waktu itu malam hari. Salahku juga sih yang nyuruh mas pindah jalur. hehe

Setelah berhenti dan mas putu menunjukkan SIM, bapaknya bilang kalau kami salah dan wajib untuk mengikuti sidang. Tapi masalahnya kami minggu ini balik ke Taiwan. Ketika aku mengutarakan itu, mas putu nyubit tanganku, aku tau sih maksudnya biar ga bilang kita sekolah di Taiwan biar ga diporotin. Tapi udah terlanjur. haha Eh trus si bapak bilang gini "yasudah saya bantu...seadanya saja lah pak...". Kami sadar kami disuruh membayar. Tapi kebetulan dan ini beneran! uang di dompet habis. Tidak ada uang sepeser pun. Ada di mobil uang cuma 1000 sisa bayar tol. haha Jujur lah aku bilang kalau rencanaya kami mau ke ATM karena di dompet tidak ada uang, tapi sebelum ke ATM sudah kena duluan. hahaha Bapak polisi nya kayaknya sadar aku jujur banget, dan akhirnya dipersilahkan lewat. hahahaha

Hal-hal seperti ini sering banget terjadi. Nggak cuma ke kami aja tapi mungkin juga hampir semua orang pernah ngalamin. Pantes aja citra polisi jelek, orang polisi nya aja kayak gini. Anggepannya sih semua polisi sama aja. Bahkan ada anggapan bahwa orang sekolah polisi sudah nggak keren lagi karena sudah dicap sebagai polisi yang nggak bener. Trus apalagi barusan ada berita calon kapolri ditangkap KPK dan segala macam hal lainnya. Luar biasa memang....

Tapi nggak semua polisi jelek kok. Buktinya di Gresik sendiri ada seorang polisi bernama Pak Jaelani yang memegang teguh prinsip kejujuran. Saat SMA dulu aku pernah kena razia sepeda motor, untungnya waktu itu aku sudah punya SIM jadi nggak kena. Tapi ada orang-orang yang kena si bapak ini dan harus ikut sidang. Nggak bisa disogok dan nggak mau nyogok. Bahkan istrinya pun pernah ditilang. Adikku juga pernah ikut tes SIM dan nggak lulus sampe lebih dari 3x gara-gara yang ngetes Pak Jaelani. Ibu ku sampai minta tolong polisi tetangga pun nggak bisa. hahaha

Begitulah polisi di Indonesia. Lebih banyak polisi nakal daripada polisi jujur.

03 March 2015

CNY Holiday Part 6 : Bali Safari and Marine Park

Sabtu, 21 Februari 2014

Hari yang ditunggu untuk jalan-jalan di area wisata Bali telah datang. Sejak pagi kami sudah bangun dan sarapan di hotel. Walaupun rasanya masih ngantuk karena capek di perjalanan sehari sebelumnya, sekitar pukul 8.30 kami berangkat ke tujuan pertama kami, Pantai Pandawa.

Aslinya sih kami rencana berangkat jam 5 pagi karena pantai pandawa bagus untuk lihat sunrise. Nyatanya...nggak ada yang bisa bangun karena kecapekan. Alhasil kesiangan semua deh. Haha

Perjalanan naik mobil memakan waktu sekitar 30 menit dari Kuta ke Pantai Pandawa yang berlokasi di Kuta Selatan, bagian kaki ayam nya Pulau Bali. Lebih cepat dari perkiraan karena kami lewat By Pass Ngurah Rai yang pagi itu tidak begitu padat. Untuk menuju ke sana hanya ada satu jalan yang bisa dilewati dan kanan kiri berupa tebing batu yang menjulang tinggi ke atas. Kami seperti melewati gua tanpa atap. Haha Ada biaya retribusi alias parkir mobil sebesar Rp 4.000,- dan per kepala sebesar Rp 2.000,-. Bentuk jalan yang unik membuatku merekam perjalanan ke sana dengan tablet ku. Sehingga foto jalanan tidak sempat diabadikan.

Source : kaskus.com

Mengapa disebut pantai pandawa? Karena di dinding tebing yang mengarah ke laut ada patung Pandawa Lima, yaitu Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Pantainya sendiri sangat indah karena belum terkenal di kalangan turis asing sehingga lebih banyak wisatawan domestik yang bisa ditemui. Airnya sangat biru, pasir pantai yang putih, cuaca cerah, dan lokasi yang bersih membuat betah di sana.



Setelah asik bermain, kami segera melanjutkan perjalanan kami selanjutnya ke Bali Safari and Marine Park. Cukup jauh dari Pantai Pandawa karena berlokasi di Gianyar. Memakan waktu perjalanan sekitar 1 jam, padahal kami lewat tol laut yang menghubungkan Kuta dan Denpasar sehingga lebih cepat. Ini pertama kali nya kami melewati tol laut di Bali. Pemandangan nya keren. Anginnya kencang banget, nggak terlalu berbeda jauh dengan jembatan suramadu. Cahya segera mengambil iPhone dan merekam tol laut yang bisa dilewati motor ini.

Praktis sekitar pukul 11.30 kami baru sampai di Bali Safari and Marine Park. Parkiran mobil ternyata tidak terlalu besar untuk ukuran safari sehingga kami harus berputar cukup lama sampai mendapat parkiran.

Ketika masuk ke area parkiran. petugas memberi kami kertas parkir tapi ukurannya agak besar dan itu nggak boleh hilang karena digunakan ketika akan membeli tiket. Sayangnya setelah aku pegang dan foto ketika berjalan ke loket, karcis hilang dan tidak ada yang sadar ada dimana. Kami sampai bolak balik mencari di mobil dan di jalanan tapi tidak ketemu. Aku khawatir kami harus membayar biaya penggantian sebesar Rp 300.000,- dan itu lebih mahal daripada harga tiketnya. ==" Untungnya ketika aku mengutarakan tiketnya hilang ke mbak penjaga loket, kami dipersilahkan untuk membeli tiket dan tidak dikenai denda. Alhamdulillah.... :D Kejadian tiket ini agak mistis.haha

Harga tiket per orang saat aku ke sana adalah Rp 250.000,- untuk paket yang bisa lihat Bali Agung Show. Sedangkan tanpa show itu hanya Rp 175.000,-. Harga yang aku sebutkan itu adalah harga untuk WNI sedangkan untuk WNA harganya menggunakan dolar. Pernah aku lihat di website nya, harga yang ditampilkan adalah USD dan luar biasa mahal. Kalau pakai kurs 1 USD = Rp 10,000 harga tiketnya bisa mencapai lebih dari Rp 750,000,- per orang. Jadi ketika ke sana minta lah harga domestik karena jauuhhh lebih murah.


Seperti halnya kawasan wisata berbayar lainnya di indonesia, tidak diperbolehkan untuk membawa makanan / minuman ke dalam. Hmmm.. padahal kalau di Singapura dan Taiwan boleh-boleh aja membawa makanan dari luar. Mungkin karena budaya masyarakat Indonesia yang membawa "nasi rantang" ke dalam area dan membuang sampah sembarangan menjadi penyebabnya. Jika beruntung, setelah diperiksa tas oleh security, voucher belanja suvenir sebesar Rp 10.000,- bisa dikantongi. hehe

Untuk masuk ke dalam area safari, hanya melewati satu pintu yang mengarahkan kami ke shuttle bus. Jadi, mau masuk dan keluar safari harus naik bus ini. Bus terakhir untuk safari siang kalau tidak salah jam 5 sore. Peta yang kami dapatkan dari loket membuat kami berpikir area Bali Safari and Marine Park sangat luas. Sudah terbayang rasanya melihat lumba-lumba dari jarak dekat dan naik gajah.

Ternyata.... areanya kecil. Masih lebih luas taman safari di Pandaan Malang atau Bogor. Lumba-lumba pun tak ada karena yang dimaksud marine itu bukan "laut" tapi "akuarium" yang berisikan berbagai jenis ikan. Walaupun aku cukup terkesan dengan adanya ikan piranha disana. Tau ikan piranha? bukan ikan monster bertaring yang aku bayangkan sejak kecil. Tapi ikan nya kayak finding nemo. Lucu. hahaha

Sekitar pukul 12.30 kami berputar-putar saja di area "kebun binatang" karena kami ingin menghabiskan waktu sebelum Bali Agung Show. Rencana nya kami akan naik kereta safari setelah show selesai.

Tidak bisa dipungkiri tempat ini memang cocok sekali untuk anak kecil yang suka hewan. Karena ada petting zoo yang semua hewannya bisa dipegang (termasuk hamster yang luar biasa banyaknya) dan juga Kampung Gajah dimana bisa menaiki gajah dan berputar keiling area selama kurang lebih 15 menit.

Disana juga ada Poo Paper. Yap kamu tidak salah baca. Poo alias Kotoran hewan yang diolah menjadi kertas. Agak menjijikkan kalau dipikirkan tapi ini salah satu inovasi yang tepat untuk mengolah sebegitu banyak nya kotoran hewan yang dihasilkan tempat ini dalam sehari.hahaha

Baiklah karena tujuan utama ku kesana sebenarnya adalah Bali Agung Show, maka pukul 14.30 kami segera menuju ke tempat pertunjukan, setelah mencari iPhone Cahya yang ketinggalan di Petting Zoo. Fiuh...untung saja nggak ilang karena sama petugas segera diambil dan mau ditaruh di Lost and Found.

Masuk ke dalam area pertunjukan tidak diperkenankan untuk membawa kamera dan handphone. Jadi, semua barang harus dititipkan. Tenang saja...insyaAllah aman. Karena barang-barang kami aman dan kembali dengan selamat. hehe Tempat duduk nya seperti nonton bioskop. Bedanya di depan kami bukan layar melainkan panggung yang super besar.

Lampu mulai padam dan suara gamelan mengalun dengan indah. Lalu seluruh pemain beserta seluruh hewan yang diajak main di pertunjukan keluar sambil melambaikan tangan. Luar biasa kaget ketika melihat ada gajah, bebek, ayam, kambing, dan kerbau turut serta. hahaha

Sedang asik-asik nya kami melihat parade yang merupakan bagian intro pertunjukan...  lampu mendadak padam.

Kami kira ini bagian pertunjukan. Ternyata nggak. Murni kesalahan teknis. =___="

Tapi wajar sih mati lampu karena saat kami baru saja masuk ke dalam gedung, hujan sangaaaattt deras datang. Syukur Alhamdulillah kami tidak terkena hujan deras.

Setelah menunggu sekitar 20 menit, pertunjukan dilanjutkan kembali. Walaupun selama waktu menunggu itu Cahya dan Irfa sudah tertidur di kursi. hahaha


Sinopsis cerita Bali Agung :
Pertunjukan spektakuler "Bali Agung" terinspirasi oleh cerita legendaris Raja Sri Jaya Pangus dan istri tercintanya Kang Ching Wei, putri seorang pedagang Cina, Bertahun-tahun berlalu tidak ada tanda-tanda seorang anak dalam pernikahan mereka. Kebahagiaan pasangan kerajaan ini pun berubah menjadi kesedihan sehinga raja memutuskan untuk meninggalkan istrinya untuk mencari pencerahan. 
Perjalanan mengarungi samudra dilalui dengan hantaman badai yang menyebabkan sang Raja terdampar ke pulau aneh dan ajaib dengan berbagai hewan mengelilinginya. Ia menemukan tempatnya untuk meditasi tidak lama sampai ia terbangun dengan muncunya Dewi Danu, seorang dewi yang mendiami Danau Batur. Didampingi oleh para penjaga hutan, Dewi Danu menggoda Jaya Pangus. Dan sang raja pun tergoda. 
Sementara itu setelah bertahun-tahun menunggu, Kang Ching Wie menetapkan keberaniannya untuk melakukan perjalanan mencari suaminya. Kesedihan melanda ketika dia menemukan suaminya telah menikah dengan Dewi Danu dan dikaruniai seorang keturunan. 
.... (silahkan nonton untuk lihat kelanjutannya..hehe)
Bali Agung show ini keren banget karena menggunakan efek lampu, musik, dan berbagai gerakan teatrikal yang sangat mengagumkan. Durasi show adalah sekitar 45 menit dan hujan telah reda ketika kami keluar untuk mengambil barang.

Rencana kami selanjutnya adalah mengikuti safari yang harusnya menjadi inti kegiatan selama di Bali Safari and Marine Park. Sayangnya... kami diberitahu oleh salah seorang petugas bahwa banyak pohon tumbang sehingga safari dihentikan untuk sementara. Ternyata tadi saat kami menonton pertunjukan Bali Agung, tidak hanya hujan deras melanda tapi juga angin yang menyebabkan banyak pohon tumbang di lokasi.

Karena jam sudah mneunjukkan pukul 16.00 dan kami kelaparan, kami segera menuju ke restoran yang terkenal akan makan dengan singa. Yap. singa. Hmm...ternyata singa nya dimasukkan ke dalam karena pohon besar yang berada di tengah taman yang bisa dilihat dari dalam restoran tumbang juga. Perut lapar membuat kami tetap makan disana walaupun tidak bisa melihat singa dari kaca.

Harga makanan cukup mahal, setara dengan harga restoran fine dining, namanya Tsavo Lion Restaurant. Rasanya pun tidak begitu "nendang". Tapi kami tidak protes karena perut sudah protes minta diisi. Untungnya ketika akan membayar kami dapat diskon 25% jika membayar dengan kartu CIMB Niaga, dan adikku punya. Alhamdulillah...



Setelah makan kami segera menuju ke tempat gajah. Ternyata...pengunjung sebelum kami adalah yang terakhir. Kami tidak diperbolehkan naik.

Poo paper pun juga sudah tutup ketika kami kesana. Padahal masih jam 5 kurang.

Ketika kembali melewati area gajah, ada turis asng yang dipanggil bahwa mereka masih bisa naik. Aneh banget... masa dibedain turis asing sama domestik? --"

Rasanya hari ini kami sial sekali. Menyesal membayar 250.000 per orang untuk masuk ke sini. =="

Waktu sudah menunjukkan pukul 5.30 dan kami segera pulang ke Kuta. Tak lupa kami mampir ke Kuta Square karena adikku ingin belanja.

Sekitar pukul 7 malam, kami sampai di area Kuta dan memarkir mobil di mall terdekat. Lupa nama mall nya, yang jelas ada di depan waterbom Kuta. Kalau mau parkir di Kuta Square jelas nggak mungkin karena macet nya minta ampun. Lebih cepat jalan kaki daripada naik mobil kalau sudah di area ini.

Setelah berputar-putar dan belanja beberapa baju, kami pulang ke hotel.

Lapar lagi? jelas. Kami mencari di daerah Kuta, eh restoran yang menjual nasi banyak yang tutup. Adanya cafe cafe yang menyediakan minuman doank. Akhirnya terpaksa kami telepon KFC untuk diantar ke hotel. Lucunya...kami harus menunggu 1 jam lamanya. Padahal mata sudah lelah.

Jam 1 pagi...KFC baru datang.

Makan pagi pun kami jalani. hahaha Dan tertidur...lelap.

01 March 2015

CNY Holiday Part 5 : Hujan, Macet, Makan, Nyasar, Bokek... holiday in Bali

Jumat, 20 Februari 2015

PagI kami sudah bangun dan siap untuk melanjutkan perjalanan ke Denpasar. Rencana awal mama mertua mau ikit tapi mendadak nggak bisa ikutan liburan karena suatu hal penting. Baiklah...mungkin ini memang di set hanya untuk anak muda. Haha

Kami sudah memasukkan semua barang ke dalam mobil ketika tiba-tiba mama mertua sadar rambut anak sulung tersayang gondrong dan memaksa pagi itu juga untuk potong rambut di salon langganan dekat rumah. Bahkan saat salon nya belum buka, dibelain telpon yang punya salon pagi-pagi.haha Permintaan orang tua nggak bisa ditolak. Alhasil perjalanan kami tertunda.

Ketika si ibu salon melihat mas putu, dia berkata "wah ini ibu potong model anak muda jaman sekarang ya.." itu pernyataan bukan pertanyaan. Haha usai dipotong..jeng jeng...taraaa boyband taiwan muncul!!! Hahaha nggak nyangka suamiku bisa tambah ganteng juga... *ups haha

Sekitar pukul 10.00 kami berangkat menuju Denpasar tapi berhenti pukul 12.00 ketika menemukan masjid karena waktunya jumatan. Mencari masjid di Bali bisa dibilang lumayan susah. Semakin menjauhi pulau Jawa, semakin susah ditemukan. Makanya sekalinya ketemu kami langsung berhenti walaupun harus menungu sekitar 1 jam untuk mulai shalat.

Mobil kami parkir di depan restoran pizza sebelah indomaret yang ada di depan masjid. Karena shalat masih belum mulai, kami pergi ke indomaret dulu untuk nebeng ke toilet. Tak disangka hujan deeraaaaassss plus angin datang. Terpaksa kami menunggu di depan indomaret sampai hujan reda.

Ada sebuah pemandangan kala itu yang membuatku terpaku. Di depan indomaret tempat kami menunggu hujan reda, ada seorang pengemis wamita muda dan dua anak kecil laki-laki. Salah seorang di antara anak itu tertidur lelap di lantai keramik dingin teras indomaret. Aku teringat salah satu berita yang baru saja kubaca tentang pengemis yang menculik anak kecil untuk dibawa mengemis supaya dikasihani, tak hanya itu, anak kecil itu juga diberi narkoba agar tidak menangis. Astaghfirullah... Rasanya hati ini tersayat. Semoga anak-anak ini memang anak kandung pengemis muda ini.

Hujan tak kunjung reda, malah bertambah deras, sedangkan adzan sudah mulai berkumandang. Aku memutuskan untuk pergi ke mobil hujan-hujan untuk mengambil payung. Tak mungkin aku meminta suamiku atau cahya yang mengambil karena mereka harus dalam keadaan suci ketika shalat. Sedangkan kalau mau ke mobil sudah pasti kaki akan kotor terkena luapan selokan.

Sesampainya di mobil, aku segera mengambil payung. Tapi tak sengaja aku menendang pintu yang terbuka dari dalam dan menabrak pintu mobil putih di sebelah. Rasanya jantung ini mau copot ketika melihat ada goresan hitam di badan mobil yang mulus. ><

Aku mengesampingkan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi termasuk harus mengganti goresan itu, karena shalat jumat akan segera dimulai. Usai memberikan payung kepada dua cowok yang menanti, aku dan adikku segera meluncur ke mobil. Sialnya adikku terperosok ke dlam selokan di samping mobil dan memaksanya untuk ganti celana.haha

Perjalanan kami lanjutkan kembali sekitar pukul 2 siang dengan rasa syukur orang yang punya mobil tidak datang (lhoh) ... Jangan ditiru yaa...


Kami berencana untuk mampir makan siang di Rumah Makan Wardhani daerah Denpasar. Tapi mulai masuk kota saja rasanya sudah stres disambut dengan macet dari segala arah. Ternyata Bali semakin ramai oleh pendatang, warga sudah semakin banyak, tapi lebar bahu jalan tidak bertambah. Akhirnya ya begini ini jadinya. Macet dimana-mana.

Khawatir kami tidak bisa mendapat tempat parkir di depan warung yang terkenal ini, kami memutuskan parkir agak jauh dan jalan kaki. Nyatanya kecepatan jalan kaki kami lebih cepat dsri mobil yang terkena macet. Haha

Pilihan menu nasi campur wardhani pun menjadi santapan siang menjelang sore kami. Ternyata enak banget makananannya. Aku sempat membaca review orang tentang lokasi ini dan banyak yang berkata bahwa jangan bilang pernah ke Bali jika belum makan di warung wardhani. Lokasi nya di Jalan Yudistira No. 2 Denpasar Bali. Bukanya hanya sampai jam 4 sore karena sebelum jam segitu biasanya sudah habis. Beruntung kami datang makanan belum habis. Harga per porsi adalah sekitar Rp 40,000,- , bisa berbeda jika pesan lauk tambahan. Hehe


Kenyang sudah perut buncit kami ini dan bisa melanjutkan ke Kuta tempat hotel kami berada.

Sekitar pukul 4 sore kami sudah sampai di Hotel Adhi Jaya. Tapi, kami salah lokasi.haha KamI seharusnya menuju ke Jalan Sunset Road. Tapi kami malah menuju ke Jalan Raya Kuta. Disana memang ada hotel dengan nama yang sama. Ternyata hotel adhi jaya ini punya cabang banyak. Serasa dibodohi google maps. =="

Setelah muter dan macet sana sini kamI sampai di hotel Adhi Jaya Sunset! yang berlokasi di Jalan Sunset Road dekat By Pass Ngurah Rai. Check-in kami lakukan dulu sebelum mengeluarkan barang khawatir salah lagi. Hahaha. Ceritanya hotel ini memiliki tarif normal per malam sekitar Rp 800,000 ... Terlalu mahal untuk kami yang berkantong tipis ini. Tapi, aku mendapatkan ”secret deal” dari booking.com dan mendapatkan harga Rp 350,000 per malam. Alhamdulillah...kami juga mendapatkan kamar yang keren banget. Ada balkon yang punya view kolam renang, kamar mandi nya bagus banget, tv kabel, welcome drink, dan ada pintu penghubung dengan kamar sebelah yaitu kamar Irfa berhubung dia penakut dan nggak mau ditinggal sendirian di kamar. Haha






Kami putuskan untuk istirahat sebentar sambil menunggu maghrib dan pegi makan malam request mas putu di Jimbaran.

Sebelumnya aku menghubungi kawan baikku yang tinggal di Bali, Ryan, dan menanyakan lokasi makan seafood enak di Jimbaran itu dimana. Dia merekomendasikan satu tempat makan bernama Menega Cafe yang berlokasi di Jalan Four Season Resort, Pantai Muaya, Jimbaran. Website nya http://www.menega.com/



Karena kami belum pernah kesana, kami berpikir tidak perlu lah reservasi dulu. Langsung saja datang dan duduk. Ternyata...dari sekian banyak restoran yang berjejer di pinggir pantai, hanya Menega yang memiliki pengunjung paling banyaaakk. Kami harus mengantri lama hingga dipanggil. Setelah mengantri dan heran kok nggak dipanggil-panggil, mas putu memutuskan untuk bertanya lagi ke orang yang berbeda tentang cara memesan. Ternyata, cara memesan kursi tanpa reservasi adalah...

  1. Pilih mau makan di dalam gedung atau di pantai. Misal di pantai.
  2. Cari orang berbaju batik di area pantai.
  3. Bilang mau pesan tempat, nanti sama dia akan ditulis dan dipanggil sesuai urutan. Normalnya setelah itu akan dipanghil baru pesan makanan. Tapi kami disuruh pesan makanan dulu.
  4. Pesan makanan dI depan restoran yang ada banyak ikan dipajang di akuarium. Bilang aja atas nama yang ditulis si bapak berbaju pantai.
  5. Tanyakan lagi ke bapak berbaju batik kapan dipanggil.
  6. SI bapak akan bilang "bisa lah kita bantu supaya cepat" alias bayar ke dia atau restoran supaya dapat tempat langsung. ==" sepertinya sengaja dibuat begitu oleh pihak restoran
  7. Setelah dapat tempat duduk, tinggal tunggu makanan datang.
Kami dapat tempat di pantai yang dekat dengan air laut. Rasanya romantis meja nya dikasih lampu ublik dan ada orang yang main musik sambil muterin pengunjung. Hahaha.

Harga makanan tergantung season kayaknya. Kami pesan yang model paketan per orang Rp 165.000 untuk 2 orang dan paket 2 orang yanh ada lobster nya Rp 450,000. Memanh mahal, jangan heran. Dari awal aku sudah diberitahu mas putu bahwa makan di Jimbaran akan luar biasa mahal. Mungkin termahal sepanjang kami hidup. Tapi ini pengalaman...so why not? Lagian aku dan adikku belum pernah makan lobster sebelumnya. Hehe

Rasa? Mmm enak sih. Tapi agak hambar gitu untuk ikan dan lobster yang dibakar. Mungkin karena pengunjung banyak, mereka tidak memberikan bumbu lebih di menu yang dibakar.  But, overall recommended disini. Apalagi kalau malem gini pemandangannya oke punyaa...

Pemandangan lampu yang berkelap kelip di pinghir pantai... Musik mengalun indah...romantisme lampu teplok di atas meja...dan ikan udang lobster yang mengundang selera....




Karena kami datang kemalaman, kami baru bisa makan sekitar jam 8.30. Dan air sudah mulai pasang. Bahkan kaki harus kami naikkan jika ombak datang. Haha Kami segera menyelesaikan makan malam kami dan kembali ke hotel untuk beristirahat. Karena besok, hari akan sangat panjang.

( bersambung )

28 February 2015

CNY Holiday Part 4 : Bali, here we come....

Sudah sering kami menginjakkan kaki di Pulau Dewata Bali. Pulau yang indah dan sangaaaattt terkenal. Bahkan orang asing menganggap Bali itu negara! Bukan sebuah pulau yang ada di wilayah Indonesia. Saking terkenalnya Bali, Indonesia kalah terkenal. Hahaha Walaupun sudah sering, tapi kami sadar perjalanan kali ini berbeda.

Karena selama ini, kami ke Bali sebagai turis yaa cuma dua kali dimana disamarkan dengan nama "study tour" ala anak SMP dan SMA yang berkantong tipis. Sedangkan suamiku dan keluarga nya pernah menetap di Bali selama beberapa tahun, nama suami ku aja Putu. Jadi, mereka warga, bukan turis.

Kali ini kami ingin sesuatu yang berbeda. Jalan-jalan ala turis sebenarnya...bedanya kalo turis kaya itu membelanjakan uang nggak pakai mikir, kalau kami dipikir sebelum berangkat dengan tujuan yang sama dengan turis kaya. Jadi misal mau tinggal di hotel berbintang, harga selangit, bagi kami yang pas-pas an begini bisa aja berangkat dengan harga murah. Haha



Kamis, 19 Februari 2015
Kami berencana berangkat pagi dari Surabaya ber empat. Tidak hanya berdua saja dengan suami, namun juga dengan adik kandungku, Irfa, dan adik kandung suami, Cahya. Pagi yang dimaksud adalah pagi jam 6 AM. Tapi yang namanya rencana hanyalah tinggal rencana semata...haha

Aku sudah bangun sejak subuh begitu pula suamiku. Tapi yang namanya Cahya, susah banget dibangunin karena dia tipe kalong. Malam bangun pagI tidur. Akhirnya dibangunin jam 5.30 nggak akan bisa. Akhirnya kami memutuskan untuk bersiap-siap sambil menunggu karena kasihan juga baru tidur udah dibangunin, hingga pukul 7. Dicoba dibangunin lagi nggak bisa. So, kami menjemput adikku dulu di kosan dia dekat Unair. Tentu saja sebelumnya adikku sudah "garing" menunggu dalam kondisi lapar dan memutuskan untuk beli sarapan dulu, buryam kesukaanku, untuk dia dan kami semua.

Setelah menjemput Irfa, balik lagi ke rumah jemput Cahya. Untung sudah bangun sendiri. Sadar mungkin kalau nggak bangun bakal ditinggal. Haha

Jam menunjukkan pukul 9 pagI dan kami berangkat.

Sepanjang perjalanan, ocehan guyonan sana sini menjadi bumbu manis perjalanan. Terutama ketika speaker Harman Kardon gratisan hadiah beli iPhone pacarnya membahana di mobil. Suara cempreng empat orang alay pun bersahutan.

Perjalanan kami lanjutkan dan sampai di daerah Payton yang terkenal berbahaya karena tikungan tajam, sekitar pukul 2 siang. Di depan mobil kami melihat ada sebuah truk besar dan mas putu memutuskan untuk menyalip dari kanan. Tak disangka setelah menyalip ada polisi menyuruh kami untuk minggir. Pak polisi meminta SIM dan STNK mobil lalu mengatakan bahwa kami tidak boleh menyalip di lajur dengan garis lurus. Hmmm kami mana lihat waktu itu. ==" Nah si bapak polisI meminta mas untuk ikut ke dalam pos polisi dekat situ dan kami menunggu saja di mobil.

Tak lama...mas putu keluar dengan senyum aneh. Ternyata, polisi nya "nakal"...
Indonesia...Knapa polisi kayak begini?

Sekitar pukul 4 sore kami sampai di daerah Situbondo. Pinggir laut dan hutan. Kelaparan melanda dan kami memutuskan untuk berhenti makan di warung pinggir jalan yang menjual aneka seafood. Aku lupa nama warung yang seperti restoran itu. Yang jelas mereka juga memiliki kolam pancing yang kolam nya kosong. Haha Pembeli hanya kami saat itu, maklum jalanan juga sedang sepi karena bukan musim liburan besar di indonesia.

Pesanan kami datang. Aneka seafood itu kami santap dengan lahap kecuali pesanan udang ku yang ternyata pedas luar biasa. Namanya kakak adik cowok penggila makanan pedas, habis lah udang dan ikan berbumbu pedas itu. Sedangkan aku dan Irfa cukup puas dengan cumi asam manis kami saja. Ternyata, setelah makan, tak disangka perut suami dan cahya bergolak dan panas, sepertinya mereka keracunan sambal untuk bumbu ikan yang mungkin sudah kadaluarsa. Saranku, jangan berhenti di restoran atau warung yang sepi pelanggan terutama di jalur antar provinsi. =="

Karena berbagai macam kejadian itu, kami baru sampai di pelabuhan Ketapang ba'da maghrib sekitar pukul 6.30. Tarif penyeberangan sudah diubah yaitu dihitung per mobil bukan per kepala. Untuk mobil pribadi dikenai tarif Rp 150.000. Kami juga tidak perlu menunggu untuk masuk ke dalam kapal ferry karena bukan peak season. Parkiran mobil di dalam kapal ferry saja tidak terisi penuh.

Sayangnya kapal ferry yang kami naiki tidak sebagus yang kami bayangkan. Memang sih ada banyak kapal di sana dan untung-untungan kami dapat yang mana. Kami dapat yang nggak enak. Tidak bisa ke dek kapal, tidak ada non-smoking area, bau menyengat, dan hal-hal lain yang tidak mengenakkan. Alhasil, selama 45 menit di atas kapal aku harus menahan diri dari terpaan asap rokok yang luar biasa banyak dan pusing yang disebabkan ombak yang lumayan besar. Waktu menunggu ku habiskan dengan menulis blog tentang pengalaman di singapura sebelumnya.

Tak berapa lama, kami segera bergegas ke mobil untuk keluar dari kapal ferry ketika sudah sampai di pelabuhan Gilimanuk Bali. Tapi sebelum keluar pelabuhan kami diminta untuk menunjukkan KTP oleh pak polisi. Masalahnyaaaa KTP ku sudah diambil kecamatan untuk mengurus perpindahan KK dan KTP ke surabaya. Begitu aku bilang alasannya dan menunjukkan paspot ku, pak polisi nya nggak mau. Alasannya harus KTP bukan paspor. Aneh banget...padahal harusnya paspor itu lebih kuat datanya daripada KTP kan...

Pak polisi nya malah minta foto kopian kTP... Kalau misal aku penjahat yang malsu fotokopian gimana? Masa boleh lewat...? Aneh luar biasa peraturannya. Untungnya aku punya scan KTP ku dan pak polisi nya mau. So, kami bisa melanjutkan perjalanan.

Perjalanan ke Negara ruman mertua ku alias mama mas putu dan cahya memakan waktu sekitar 4 jam. Melewati hutan yang lebat tapi anehnya tidak ada lampu dan memberi kesan mistis. Tapi memang entah kenapa kondisi di Bali dan Jawa itu sangat jauh berbeda...

Sekitar pukul 11 malam kami sampai di rumah mertua.

Lelah dan lapar kamI rasakan dan lele ayam penyet menanti kami. Usai makan dan shalat, kami langsung terlelap. Kecuali dua orang cowok yang perutnya berontak kena sambal kadaluarsa... =="



(bersambung)

25 February 2015

CNY Holiday Part 3 : Mengurus dokumen pasca menikah

Tuesday, 17 february 2015 - wednesday, 25 february 2015

Jangka waktu yang cukup panjang. Mau bagaimana lagi. Kami harus mengurus dokumen pasca menikah yaitu KTP dan KK baru karena suami harus mengurus perpanjangan paspor di pertengahan tahun ini.

Seperti yang sudah bisa ditebak, namanya mengurus dokumen di indonesia itu luar biasa lama jika mengurus sendiri. Kalau mau cepat ya you know lah.....Nggak usah aku sebutin juga udah pada tau kan.?. Niatnya sih kita mau pakai jalur biasa alias mengerjakan sendiri dari awal dengan bantuan internet tentunya yaitu website dispendukcapil surabaya plus blogger yang pernah share pengalaman mereka mengurus dokumen.

Jadi, karena kami baru saja menikah...beberapa hal yang harus diurus adalah:

  1. Mengganti data KTP dari belum kawin menjadi kawin
  2. Keluar dari KK orang tua
  3. Membuat KK baru
Itu sih pinginnya kami...tapi ternyata proses sangaaatttttt luaaarrr biaaasaaa ribet. Jadi di sini aku akan bercerita proses dari awal.

17 Februari 2015
kami datang ke kantor kelurahan surabaya, rumah suami di surabaya, untuk menanyakan tentang apa saja yang dibutuhkan untuk mengurus apa yang kami butuhkan. Nah si bapak disana mengatakan bahwa aku, si istri yang mau pindah ke surabaya, harus menyiapkan beberapa dokumen, di antaranya:

  • Surat pindah dari Gresik (rumahku di gresik)
  • Pengantar RT RW rumah suami di surabaya
  • KK asli + fotokopi rumah surabaya
  • KTP asli + fotokopi suami
  • Legalisir fotokopi surat nikah di KUA Gresik (kami menikah di Gresik)
  • Foto yang mau pindah yaitu aku, 3x4 4 lembar
  • Materai 6.000 2 lembar
  • SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) atau yang biasa sibut surat keterangan kelakuan baik
Lalu kami ke Gresik. Karena tahap awal adalah mengurus surat pindah membutuhkan:

  • Surat pengantar RT RW, dibawa ke kelurahan
  • Surat pengantar dari kelurahan, dibawa ke kecamatan
  • Surat pengantar dari kecamatan, dibawa ke dispendukcapil gresik
  • Surat pindah dari dispendukcapil gresik, dibawa ke kecamatan
  • Kecamatan mengeluakan KK baru orang tua
Karena harus mendatkan surat pengantar RT RW dulu, siang kami ke KUA untuk legalisir fotokopi akta nikah, cetak foto cukup banyak dengan berbagai ukuran dan malam kami ke pak RT dan RW. Cepet kok. Cuma sebentar. Cuma dikasih satu lembar kertas sebagai surat pengantar yang diisi sendiri trus di tanda tangani oleh Pak RT. Lalu dibawa ke pak RW untuk di tanda tangani dan distempel.

18 Februari 2015
Sejak pagi kami sudah siap untuk berangkat ke kelurahan. Sampai disana, ternyata KK asli harus dibawa. Aku telpon ortu dan disuruh cari di rumah. Ketemu dokumen satu map dan kami bawa lagi ke kelurahan. Ternyata, kami bawa bukan KK asli melainkan KK arsip RT. Balik lagi ke rumah sampai kami bongkar semua dokumen ortu. Haha Tapi nggak ketemu. Akhirnya Bapak ku turun tangan dengan datang langsung ke kelurahan.

Kata orang kelurahan, harus membuat surat tanda kehilangan dari Polsek setempat. Akhirnya, Bapak ku kesana dulu dan diberikan satu lembar kertas yang menyatakan bahwa KK hilang. Surat itu dilampirkan bersama dengan KK arsip RT yang aku temukan.

Lalu kami ke kelurahan lagi dan diminta untuk mengisi form untuk KK baru ortu dan siapa yang pindah. Juga diberikan surat pengantar dari kelurahan untuk dibawa ke kecamatan. Biaya administrasi 10.000.

Setelah di kecamatan, Alhamdulillah bapaknya baik. Beliau bilang bahwa ada yang kurang yaitu form F16 dari kelurahan untuk mencetak KK baru. Ternyata orang kelurahan lupa memberikan form itu ke aku. Tapi bapaknya bilang nggak masalah menyusul yang penting untuk surat pindahku bisa diurus duluan. Karena si bapak bilang disuruh ambil selasa depannya, aku minta lebih cept dan dia setuju untuk diselesaikan hari jumat.

Karena kami nggak mau ada beban, Oke kembali ke kelurahan. Sekalian minta surat pengantar SKCK karena ceritanya lupa nggak minta kelurahan. Disana aku diminta untuk mengisi form yang ditanda tangani pak lurah yaitu form F16 dan juga kertas untuk surat pengantar SKCK.

Balik lagi ke kecamatan untuk memberikan form F16 yang lupa tadi. Lalu sekalian ke Polsek untuk minta SKCK. Lha kok saat kesana, pak polisi nya minta dokumen dari dispenduk. Jadi intinya, dokumen pindah dispenduk selesai baru bisa minta SKCK.

Hmmm... Karena kami harus ke Bali untuk menjenguk mertua, kami terpaksa meminta tlong orang tua ku untuk mengurus proses selanjutnya.

20 FebruarI 2015
Bapakku sejak pagi sudah ke kecamatan untuk mengambil dokumen dan bisa dibawa ke dispenduk. Kata bapak, selasa dokumen baru bisa diambil.

24 Februari 2015
Pagi bapakku ke dispenduk untuk mengambil dokumen lalu dibawa kembali ke kecamatan. Orang kecamatan memberi tahu bahwa KK baru bisa diambil tanggal 9 Maret.

Setelah itu lanjut ke Polsek untuk mengurus SKCK. Polsek meminta beberapa hal yaitu :

  1. Foto 4x6 3 lembar
  2. Fotokopi KTP 2 lembar
  3. Surat pengantar untuk SKCK dari kelurahan yang asli dan fotokopian
  4. Fotokopi surat pindah dsri dispenduk
Pak polisi di polsek memberikan surat pengantar untuk dibawa ke Polres. Sampai disini aku yang mengerjakan lagi karena sudah pulang dari Bali.

Pagi nya suami ku ke RT surabaya untuk surat pengantar. Nah Pak RT nya bilang bahwa harusnya suami mengurus keluar dari KK ortu sejak seminggu yang lalu supaya jadinya bareng. Sadarlah kita bahwa kita kena permainan orang kelurahan. Padahal dI hari pertama kamI jelas menanyakan tentang bagaimana proses suami keluar dari KK ortu dan mereka bilang gampang tanpa butuh apa apa lagi. Mereka menyuruh kamI untuk menyelesaikan yang di gresik saja. Luar biasa bikin mangkel. =.=”

Siang aku dan suami berangkat ke Polres. Mbak polwan memberikan kami form yang harus kami isi tentang biodata ku sebagai pemohon SKCK. Ada 3 lembar. Aku juga disuruh untuk rekam sidik jari di ruangan lain nya. Si bapak di ruangan itu minta biaya administrasi 10.000. Pasca istirahat siang, kami berikan dokumen ke mbak polwan antara lain :

  1. Foto 4x6 5 lembar
  2. Fotokopi KTP
  3. Fotokopi KK lama
  4. Fotokopi Surat keterangan pindah dari dispenduk
  5. Surat pengantar dari Polsek
  6. Dokumen 3 lembar yang sudah diisi
Mereka langsung membuatkan SKCK untukku. Bentuknya kayak ijazah.haha SKCK ini berlaku hanya 2 bulan dan bisa diperpanjang. Karena khawatir terjadi sesuatu, kami fotokopi dulu dan langsung kami legalisir. Biaya administrasi 10.000.

Padahal di papan pengumuman Polres, keseluruhan proses hanya bayar 10.000. Tapi aku malah disuruh bayar 2x 10.000. Wahh yausdahlah nggak papa. Sudah terlanjur juga.

Karena seluruh dokumen ku sudah selesai, akhirnya dibawa sama suamiku ke surabaya. karena aku sakit, aku di rumah gresik saja menunggu kabar.

Lalu pak RT memberi saran lebih baik aku masuk ke KK ortu suami, lalu dipisah, baru bikin KTP karena proses akan lebih cepat walaupun tetep saja lama.

Nah proses untuk masuk ke KK ortu suami adalah membutuhkan dokumen yang disebutkan pertama oleh kelurahan surabaya. Setelah itu dibawa ke kecamatan dan dispenduk untuk perubahan data KK ortu suami.

Setelah itu proses berulang untuk lepas KK dari ortu suami.

Lalu baru bisa membuat KTP baru.

Fiuuuhhh ribetnya bukan main.

Kata orang kelurahan sih seluruh proses bisa memakan waktu berbulan bulan. akhirnya kami serahkan ke keluarga di rumah untuk membantu mengurus karena kami harus segera kembali ke taiwan akhir minggu ini.

Dan juga pertengahan tahun ini kami harus kembali ke indonesia untuk mengambil KK dan KTP baru kami. Semoga sudah jadi ketika kami kembali. Amiiinnn....



29 October 2014

Primadita Rahma Ekida : The Finalist of World Muslimah Awards 2014

Bukan karena mbak canteekk ini adalah sodara sepupu ku tersayang tapi she's a great woman!! Pertama kali dia bilang sama aku, adeknya yang nakal ini, kalau dia mau ikut World Muslimah Awards 2014, I just like... "What??? Seriously???" and she's like "Yes, I'm serious..."


Okay then... speechless. Itu yang aku rasakan saat pertama kali dia mengutarakan itu lewat chat FB (i'm in taiwan she's in indonesia)

Sejak kami masih kecil, aku tau banget dia orangnya seperti apa, secara kami tumbuh bersama (not in the same house) but kami sering bermain bersama dan bahkan punya baju yang sama, bukan lungsuran, tapi identically the same. Sengaja dijahitin supaya kembar karena waktu itu emang kami dua cucu terbesar nenek ku. hahaha

Just like other kids, kami kadang bertengkar memperebutkan sesuatu, bukan kadang tapi sering. Bahkan rebutan jepitan jemuran... ohh meennn kalo inget berasa pengen ngakak. Please..jepitan jemuran... -___-"

Semakin kami tumbuh besar, semakin aku sadar bahwa dia seseorang yang bertalenta, bermimpi besar, pintar, dan bersahabat.

Terbukti dengan bagaimana nenek ku selalu membanggakan seorang Dita (panggilannya di rumah) atau Rahma (panggilannya dari teman2nya), di depanku. Pernah bahkan aku merasa "kenapa selalu dibandingin sih???" dan itu yang membuatku terpacu untuk menjadi lebih baik. hahaha Tujuan intinya biar ga dibandingin sama mbak satu ini. :p

Sejak masih di bangku SD, dia selalu menunjukkan kemampuannya dalam segala bidang...dan tidak hanya kemampuan...tapi benar-benar kemampuan. Menang di berbagai kejuaraan...itu jelas. Pramuka, Debat, dsb. Tapi bukan sekadar debat...english debate...waow untuk seumuran dia di tahun itu karena tidak banyak anak SMP/SMA yang bisa debat pake bahasa inggris.

Bahkan saat itu bahasa inggris aja aku ga bisa... menang juara ga pernah... no single winning cup is in my parents' house. hahaha

Mimpi-mimpinya mulai terlihat ketika dia menginjak bangku kuliah. Waktu itu aku masih SMA. Aku sadar betul apa yang dia inginkan dan dia lakukan dari waktu ke waktu didasari oleh mimpi. Dia selalu ingin suatu hal yang baru dan tidak ingin sama dengan orang lain. Oh yeah she always talk to me all the time, walaupun kadang ada cekcok nya juga sih (sorry for this, sist) haha

And now... I really can't believe she is elected as one of the finalists in World Muslimah Awards 2014. O.o

Saat dia bilang sama aku...cuma gini "dek... i'm in..."
hahaha

Really...unbelievable... even our family didn't believe it...until they actually started to believe it. hahaha

Aku percaya dia pantas jadi salah satunya. Bagaimana tidak? Aku tau bagaimana dia sejak kecil dan aku tau dia pantas mendapatkannya. :)

Smart girl... all of woman in our family are smart. Aku percaya ini gen...#pengenDibilangPinterJuga #tabokPakeBantal hahaha

Living in her dream... punya banyak mimpi dan dia konsisten untuk melakukannya... dan dalam waktu yang cukup singkat. ga kayak aku yang masih berleha-leha santai. haha Contohnya adalah ketika dia bilang pengen jadi blogger... wuih yang namanya ngerecokin (dikit) aku buat design n buatin blog buat dia itu luar biasa. hahaha sampe akhirnya dia bisa nulis blog sendiri dan lebih konsisten nulis daripada aku yang lebih lama punya blog..haha

Muslimah beneran... bukan bohongan... sekarang kan banyak nih ngakunya muslimah tapi ga pake jilbab, atau pake jilbab tapi jadinya jilboobs. Mbak Dita mah ga kayak gitu. Real act like a muslimah.

Social activities... oh yes it is... look at her bio and you know why.




And of course... apa yang sudah dia lakukan sebagai muslimah?
Aku bangga padanya karena dia berhasil melakukan berbagai hal via blog nya. Inspire orang lain untuk menjadi lebih baik dengan media blog. Misal dengan adanya event #MenulisMuharram, #1Hari1Ayat atau #1Hari1Masjid yang pernah dia lakukan untuk para follower blog nya.
So, apa yang sudah aku lakukan? hmmm organizing life planner maybe? haha
I will try to make a similar event next time... if I have holiday in school maybe.. (see... si penunda pekerjaan is me) haha

So, please please please... VOTE her untuk jadi pemenang di World Muslimah Awards 2014 yang insyaAllah akan ada finalnya di Yogyakarta, 22 November 2014

VOTE bisa ke link ini http://www.worldmuslimah.org/award2014/primadita-rahma-ekida-indonesia/

Atau mau tau lebih banyak ? Bisa cek ke blog mbak Dita / Rahma tersayang di http://theprimadita.blogspot.tw/ and you will find a lot of interesting things she wrote about being Muslim or Muslimah...

Thank you for your help for my beautiful smart sister.

Jazakallahu Khairan Katsiran. :)

15 April 2014

Pemilu Legislatif (PILEG) di Taiwan

Bulan April ini adalah saatnya semua yang mengaku warga Indonesia dan memiliki KTP tentu saja untuk berpesta. Pesta Demokrasi. Pesta untuk memilih calon legislatif untuk DPD, DPRD, dan DPR. Memilih dengan pilihannya masing-masing sesuai dengan hati nurani yang bersifat Rahasia, Bebas, Jujur, Adil. Tetapi untuk luar negeri sendiri, kami hanya memilih untuk Daerah Pemilihan DPR Jakarta 2.



Pemilu di luar negeri diberikan kebebasan kapan pemungutan suara dilaksanakan dikarenakan menyesuaikan dengan kondisi pemilih yang notabene bekerja di negeri orang dan susah untuk mendapatkan izin majikan atau bos nya walaupun sudah diberikan surat resmi untuk hadir pada pemungutan suara. Oleh karena itu pemilu dilakukan pada hari libur yaitu hari Minggu. Taiwan sendiri melakukan pemilu pada tanggal 6 April dan Hongkong pada tanggal 30 Maret. Namun, untuk perhitungannya harus dilakukan bersamaan pada tanggal 9 April, bersamaan dengan pemungutan dan perhitungan suara di Indonesia untuk menghindari adanya pengumuman pemenang terlebih dahulu di luar negeri dan adanya chaos di Indonesia.

Sistem pemungutan suara di luar negeri sendiri berbeda dengan di Indonesia. Pemilu di Indonesia dilakukan pada hari kerja dan semua kantor diliburkan, serta semua orang berhak untuk datang ke TPS. Namun, di luar negeri beda cerita. TPS yang dibuat tidak bisa ada di setiap kelurahan atau district, dikarenakan jumlah masyarakat Indonesia yang ada di negara tersebut tersebar dimana-mana dan hanya sedikit. Oleh karena itu penempatan TPS ada di tiap kota / city dan kabupaten / county. Tetapi, TPS tidak hanya menjadi salah satu opsi, namun juga ada sistem POS. Surat suara dikirimkan ke alamat pemilih yang memilih untuk mencoblos via pos, lalu mengirimkannya kembali ke alamat KBRI yang ada di negara tersebut.

Jadi, sebelum pemilu dilakukan, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) memberikan pengumuman kepada masyarakat Indonesia yang berada di negara tersebut untuk melakukan verifikasi data pemilih. Pemilih juga dapat memilih untuk datang ke TPS atau via POS. Permasalahannya adalah tidak semua orang mengerti untuk melakukan verifikasi data. Walaupun PPLN sudah bekerja keras untuk melakukan sosialisasi. Karena bisa dibilang di Taiwan sendiri kebanyakan adalah pekerja rumah tangga atau ABK yang kurang mengerti bagaimana cara verifikasi melalui internet. Mereka mengerti internet, namun hanya sebatas Facebook. Ini salah satu fenomena yang terjadi. Oleh karena itu, PPLN membagi mana yang dikirim via POS dan mana yang datang ke TPS. Lalu, PPLN akan mengirimkan surat undangan dalam dua bahasa kepada pemilih pos maupun TPS yang dapat digunakan sebagai surat ijin kepada majikan karena ada juga yang hari Minggu tidak libur. Undangan tersebut dapat dibawa ke TPS oleh pemilih. Sedangkan untuk yang via POS, dikirimkan satu amplop yang berisi 2 amplop tambahan, surat suara, dan tanda terima serta cara pemilihan yang nantinya dapat dikirimkan kembali ke alamat KBRI. Tetapi, dikarenakan banyaknya alamat yang tidak valid dalam banyak kasus; misalnya pindah almaat tapi tidak lapor, tidak melakukan verifikasi alamat, ada di kota lain saat pemilu, dsb; akhirnya banyak juga yang tidak bisa melakukan pemilihan via POS. Karena orang yang via POS tidak bisa memilih via TPS dengan alasan apapun untuk menghindari duplikasi pemilihan.

Banyak yang tidak mengerti tentang sistem ini, sehingga ketika datang ke TPS, mereka marah-marah karena menganggap bahwa mereka tidak dihargai. Padahal PPLN dan KPPSLN sudah melakukan sosialisasi jauh-jauh hari untuk melakukan verifikasi data pemilih dan juga bagaimana proses pemilu dilakukan.

Lalu, siapakah KPPSLN? KPPSLN adalah Kelompok Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri atau istilah singkatnya panitia pemungutan yang berlokasi di TPS tertentu. Saya adalah salah satu KPPSLN yang berlokasi di Chiayi City, Taiwan. Kami berjumlah 5 orang. Standar KPPSLN adalah 7 orang. Namun karena kurangnya resource akhirnya dimampatkan menjadi 5 orang. Walaupun ada beberapa TPS yang KPPSLN nya berjumlah 7 orang dikarenakan jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan DPK (Daftar Pemilih Khusus) yang berada di TPSLN sangatlah banyak alias lebih dari 2000 pemilih.

Daftar yang KPPSLN pegang adalah daftar-daftar yang sudah dibawa oleh PPLN kepada KPU yaitu DPTLN (Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri) yang diketok pada September 2013, DPTbLN (Daftar Pemilih Tetap Tambahan Luar Negeri) yang diketok pada September 2013 namun dipindah ke TPS lain karena berbagai alasan, DPKLN (Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri) yang diketok pada Maret 2013, dan DPKTbLN (Daftar Pemilih Khusus Tambahan Luar Negeri) yang merupakan daftar orang yang tidak ada di 3 daftar sebelumnya dan diisi pada hari pemungutan suara.

Nah, bagaimana cara kita tahu orang tersebut ada dimana dan dia via POS atau TPS?

PPLN Taiwan membuat sebuah sistem offline terenkripsi yang diberikan kepada KPPSLN yang bertugas untuk mengecek daftar pemilih. Sistem tersbeut menggunakan komputer. Jika pemilih datang, anggota KPPSLN yang bertugas akan mengecek nama orang tersebut di sistem. Jika dia ada di data pemilih TPS tersebut, dia boleh mencoblos. Jika tidak ada, dicek di daftar seluruh pemilih Taiwan. Jika ada akan muncul 2 kemungkinan, dia POS atau TPS lain. Orang tersebut akan diarahkan ke POS atau TPS lain tersebut dan tidak diperkenankan untuk mencoblos di TPS yang bersangkutan untuk menghindari duplikasi suara. Nah, bagaimana jika tidak ada di semuanya? dia akan masuk DPKTbLN dan anggota KPPSLN akan memasukkan nama orang tersebut ke dalam sistem.

Mudah dan cepat bukan? ^_^

Okay...bagaimana dengan proses perhitungan suara sendiri?

Setelah pemungutan suara dilaksanakan, semua kotak pemungutan suara harus diserahkan ke KBRI atau kalau di Taiwan namanya KDEI (Kantor Dagang Ekonomi Indonesia) yang berada di Taipei. Semua KPPSLN yang berada di lokasi manapun harus menyerahkan kotak hasil pemungutan suara yang telah disegel ke PPLN di KDEI di hari yang di sama. Tidak peduli dia haru menempuh perjalanan ber jam - jam. Pokoknya di hari yang sama. Untuk nantinya akan dihitung pada tanggal 9 April.

Perhitungan suara dilakukan bersama dan serentak. Baik di luar negeri maupun di Indonesia. Jadi, kalau ada yang bilang sudah ketauan hasilnya di luar negeri berapa...itu hanya isu. Apalagi isu itu muncul sehari sebelum pemungutan suara di Indonesia. Jangan percaya. haha

Kebetulan jumlah pemilih yang hadir ke TPS tidak memenuhi target. Contohnya di TPS saya. Seharusnya jika datang semua jumlah pemilih adalah sekitar 1800 orang. Namun, yang memilih hanya 308. Inipun yang terbanyak se-Taiwan. TPS lain di bawah angka ini. Mengapa hal ini bisa terjadi? Analisis saya mengatakan bahwa mereka banyak yang golput, tidak bisa libur, atau lokasi TPS terlalu jauh dari tempat tinggal mereka. Wajar sih...

Untuk perhitungan suara via POS di Taiwan sedikit berbeda dengan di negara lain. PPLN menggunakan sistem barcode pada amplop yang dikirimkan kepada pemilih. Mengapa menggunakan sistem barcode? untuk menghindari adanya surat suara palsu atau duplikasi pemilihan, serta mempercepat proses sortir.

Jumlah surat suara yang datang via POS ada lebih dari 50.000 surat suara dan kami harus menghitung dalam 5 hari termasuk sabtu minggu, dan hanya ada 5 pos perhitungan dengan PPLN sebagai ketua dalam tiap pos. Dikarenakan jumlah yang membludak dan waktu yang sempit untuk melakukan perhitungan serta anggota PPLN hanya berjumlah 5 orang yang bisa melakukan perhitungan, maka ketua PPLN Taipei melakukan inisiatif untuk merekrut pembantu PPLN (termasuk saya) yang dipercaya untuk melakukan perhitungan, dan orang-orang ini adalah close recruitment. Tidak open recruitment seperti saat merekrut menjadi KPPSLN.

Setiap hari nya kami harus mneghabiskan minimal 10.000 surat suara yang dihitung dengan 5 pos perhitungan surat suara plu 1 pos distribusi surat suara. Apa itu pos distribusi? Pos ini adalah yang melakukan sortir surat suara. Mereka akan melakukan scan barcode, mengeluarkan surat suara dari amplop, mengambil tanda terima, dan mengelompokkan per 200 surat suara untuk didistribusikan ke pos-pos perhitungan surat suara. Pos distribusi ini dapat melakukan tugasnya dengan cepat karena terbantu sistem barcode yang dibuat oleh PPLN Taiwan.

Sampai hari terakhir perhitungan...kami tepar. haha Bagaimana tidak jami bekerja lebih dari 12 jam per hari untuk menghitung habis seluruh surat suara yang datang ke KDEI. dan tiap hari pak pos pasti datang menambahkan surat suara yang ada kecuali sabtu minggu karena kantor pos libur. hahaha

Dalam proses perhitungan sendiri harus ada Panwaslu (Panitia Pengawas Luar Negeri) yang berjumlah 3 orang dan Saksi Parpol (Partai Politik). Masyarakat umum juga dapat hadir namun hanya bisa melihat tanpa boleh protes sana sini. yang boleh protes hanya Panwaslu dan Saksi. Mereka juga tidak bisa masuk ke dalam pos perhitungan suara. Lokasi mereka ada di luar pos.

Ada banyak kejadian lucu saat melakukan proses perhitungan suara via POS. Hal-hal lucu ini bukan di prosesnya, tapi di surat suara itu sendiri. Sudah jelas bahwa surat suara sah adalah surat suara yang tidak rusak, hanya olong, dan bagian surat suara itu tidak hilang. Namun, ada yang melakukan pencoblosan dengan berbagai hal kreatif, seperti:
1. Menggunakan SOLDER di bagian lambai partai sehingga hilang bagiannya
2. Menggunakan ROKOK yang juga bakalan hilang bagian surat suaranya
3. Menggunakan JARUM sampai kami harus scan berkali-kali dan diraba-raba untuk mencari lubangnya dimana
4. Ditulisi "Maaf saya bingung"
5. Digambarin macem2 di belakang surat suaranya
6. Surat buat "The Next President" padahal ini bukan milih presiden tapi caleg. haha
7. Puisi cinta untuk PPLN
8. Curhatan karena bingung teman-temannya golput
9. Curhatan kenapa koq banyak TKI bunuh diri
10. DISOBEK hanya partai yang dipilih dan hanya sobekan itu yang dikirimkan balik
11. Gambar lambai partainya ditambahin mulut, hidung, telinga, dsb.
12. Dicoblos semua partainya
13. Di bagian depan surat suara diberi nama dan nomor hape plus email
14. Setelah curat diberi nomor telpeon dan minta pak presiden selanjutnya buat telepon dia
15. dan lain sebagainya sampai lupa saya apa saja saking banyaknya yang aneh.hahahaha

Lalu...apakah sudah sampai disini saja prosesnya? Tidak.

PPLN akan merekap seluruh hasil perhitungan suara via TPS ataupun POS dan ketua PPLN akan ke KPU Jakarta langsung untuk memberikan hasil perhitungan suara tersebut. tapi, banyak yang bertanya...trus surat suara yang ada di luar negeri yang sudah dihitung apakah dikirimkan ke Indonesia juga?

Tidak.

Semua surat suara disimpan di KDEI, terkunci, tersegel, dan berada di dalam ruangan ber CCTV sampai 5 tahun ke depan. Hal ini dikarenakan jika ada parpol yang protes dan ingin melakukan perhitungan ulang. Mengapa tidak dikirim ke Indonesia? saya tidak tahu alasannya. Tapi mungkin supaya tidak tercampur dengan hasil surat suara yang ada di Indonesia sih.

Seluruh panitia pemilu legislatif 2014 di Taiwan termasuk PPLN, Panwaslu, dan KPPSLN sudah bekerja semaksimal mungkin dengan jujur, rahasia, dan adil. Hasilnya...kami belum tahu. Tunggu hasil rekapannya dari KPU saja yaa... :)

Semoga pemilu legislatif kali ini menghasilkan sosok-sosok baru di ranah politik Indonesia, yang bagus, pintar, jujur, adil, dan bersih serta mau mendengarkan suara rakyat. Tidak hanya tidur setelah mendapatkan kursi, ngentit duit rakyat, jalan-jalan ke luar negeri pakai duit rakyat, atau bahakn nonton film porno saat rapat.

Semoga Indonesia menjadi lebih baik dengan hadirnya orang-orang yang bermartabat dan tidak rendah serendah binatang yang memakan segala apa yang bisa dimakan termasuk duit rakyat.

Semoga orang-orang ini adalah orang-orang yang kompeten di bidangnya dan mau berguna dan bermanfaat untuk rakyat Indonesia.

Semoga mereka tidak hanya berasal dari militer atau petinggi politik tapi juga berasal dari rakyat  yang benar-benar bekerja untuk rakyat.

Bolehlah jika mereka adalah kalangan artis asal tidak sok mencari sensasi agar mereka masuk TV dan menjadi bahan infotainment selebriti.

Semoga orang-orang ini adalah orang-orang yang diridhai oleh Allah untuk bekerja demi Indonesia.

dan...pemilu belum usai kawan... masih ada pemilu presiden Juli nanti...Ayo Memilih!




20 January 2014

Renungan Harga dan Pengorbanan untuk Negeri


Judul "Renungan Harga dan Pengorbanan untuk Negeri" ini cukup susah dibuat. Jika disimak, Harga identik dengan harga barang, tapi Pengorbanan identik dengan apa yang dilakukan dan dikorbankan. Tapi, apa hubungannya? Mengapa aku menulis ini?
Beberapa hari terakhir ini...banyak sekali berita ataupun wacana di berbagai media online tentang Indonesia. Banjir, korupsi, pemilu, dsb. Tapi tak ada satupun berita yang mampir di mataku tentang kesuksesan anak negeri.

Hingga hari ini. Dengan berita yang sama tentang B.J. Habibie

Okay...semua orang tau dia siapa. Mantan presiden Indonesia yang populer dengan filmnya Habibie dan Ainun...yang terkesan romantis.Seorang anak bangsa yang bersekolah di Jerman dan membuat kapal terbang alias pesawat dan mengharumkan nama bangsa. Tapi, tahukah Anda dibalik semua cerita bahagia itu?

Kecintaannya terhadap bangsa, kurang dihargai. Industri pesawat Indonesia yang dimimpikannya sirna. Padahal jika industri itu ada, Indonesia akan menjadi sebuah negara yang kuat akan industri transportasinya.

Tapi...tahukah Anda bahwa banyak warga Indonesia yang SUPER ?

Super ilmunya...super kecerdasannya...dan super akan kecintaannya terhadap Indonesia.

Tapi mengapa seakan-akan semua orang Indonesia bodoh? 

Aku akan jawab menurut pendapat pribadi setelah berbicara dengan beberapa orang dan mengalami sendiri kehidupan di negara lain.

Banyak anak bangsa yang ke luar negeri untuk bersekolah dan bekerja...umumnya di awal mereka akan berkata "Aku akan kembali ke Indonesia" tapi setelah mengalami proses belajar dan cukup panjang...mereka tidak kembali. Ada beberapa hal yang membuat ini terjadi: