Showing posts with label Bali. Show all posts
Showing posts with label Bali. Show all posts

03 March 2015

CNY Holiday Part 6 : Bali Safari and Marine Park

Sabtu, 21 Februari 2014

Hari yang ditunggu untuk jalan-jalan di area wisata Bali telah datang. Sejak pagi kami sudah bangun dan sarapan di hotel. Walaupun rasanya masih ngantuk karena capek di perjalanan sehari sebelumnya, sekitar pukul 8.30 kami berangkat ke tujuan pertama kami, Pantai Pandawa.

Aslinya sih kami rencana berangkat jam 5 pagi karena pantai pandawa bagus untuk lihat sunrise. Nyatanya...nggak ada yang bisa bangun karena kecapekan. Alhasil kesiangan semua deh. Haha

Perjalanan naik mobil memakan waktu sekitar 30 menit dari Kuta ke Pantai Pandawa yang berlokasi di Kuta Selatan, bagian kaki ayam nya Pulau Bali. Lebih cepat dari perkiraan karena kami lewat By Pass Ngurah Rai yang pagi itu tidak begitu padat. Untuk menuju ke sana hanya ada satu jalan yang bisa dilewati dan kanan kiri berupa tebing batu yang menjulang tinggi ke atas. Kami seperti melewati gua tanpa atap. Haha Ada biaya retribusi alias parkir mobil sebesar Rp 4.000,- dan per kepala sebesar Rp 2.000,-. Bentuk jalan yang unik membuatku merekam perjalanan ke sana dengan tablet ku. Sehingga foto jalanan tidak sempat diabadikan.

Source : kaskus.com

Mengapa disebut pantai pandawa? Karena di dinding tebing yang mengarah ke laut ada patung Pandawa Lima, yaitu Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Pantainya sendiri sangat indah karena belum terkenal di kalangan turis asing sehingga lebih banyak wisatawan domestik yang bisa ditemui. Airnya sangat biru, pasir pantai yang putih, cuaca cerah, dan lokasi yang bersih membuat betah di sana.



Setelah asik bermain, kami segera melanjutkan perjalanan kami selanjutnya ke Bali Safari and Marine Park. Cukup jauh dari Pantai Pandawa karena berlokasi di Gianyar. Memakan waktu perjalanan sekitar 1 jam, padahal kami lewat tol laut yang menghubungkan Kuta dan Denpasar sehingga lebih cepat. Ini pertama kali nya kami melewati tol laut di Bali. Pemandangan nya keren. Anginnya kencang banget, nggak terlalu berbeda jauh dengan jembatan suramadu. Cahya segera mengambil iPhone dan merekam tol laut yang bisa dilewati motor ini.

Praktis sekitar pukul 11.30 kami baru sampai di Bali Safari and Marine Park. Parkiran mobil ternyata tidak terlalu besar untuk ukuran safari sehingga kami harus berputar cukup lama sampai mendapat parkiran.

Ketika masuk ke area parkiran. petugas memberi kami kertas parkir tapi ukurannya agak besar dan itu nggak boleh hilang karena digunakan ketika akan membeli tiket. Sayangnya setelah aku pegang dan foto ketika berjalan ke loket, karcis hilang dan tidak ada yang sadar ada dimana. Kami sampai bolak balik mencari di mobil dan di jalanan tapi tidak ketemu. Aku khawatir kami harus membayar biaya penggantian sebesar Rp 300.000,- dan itu lebih mahal daripada harga tiketnya. ==" Untungnya ketika aku mengutarakan tiketnya hilang ke mbak penjaga loket, kami dipersilahkan untuk membeli tiket dan tidak dikenai denda. Alhamdulillah.... :D Kejadian tiket ini agak mistis.haha

Harga tiket per orang saat aku ke sana adalah Rp 250.000,- untuk paket yang bisa lihat Bali Agung Show. Sedangkan tanpa show itu hanya Rp 175.000,-. Harga yang aku sebutkan itu adalah harga untuk WNI sedangkan untuk WNA harganya menggunakan dolar. Pernah aku lihat di website nya, harga yang ditampilkan adalah USD dan luar biasa mahal. Kalau pakai kurs 1 USD = Rp 10,000 harga tiketnya bisa mencapai lebih dari Rp 750,000,- per orang. Jadi ketika ke sana minta lah harga domestik karena jauuhhh lebih murah.


Seperti halnya kawasan wisata berbayar lainnya di indonesia, tidak diperbolehkan untuk membawa makanan / minuman ke dalam. Hmmm.. padahal kalau di Singapura dan Taiwan boleh-boleh aja membawa makanan dari luar. Mungkin karena budaya masyarakat Indonesia yang membawa "nasi rantang" ke dalam area dan membuang sampah sembarangan menjadi penyebabnya. Jika beruntung, setelah diperiksa tas oleh security, voucher belanja suvenir sebesar Rp 10.000,- bisa dikantongi. hehe

Untuk masuk ke dalam area safari, hanya melewati satu pintu yang mengarahkan kami ke shuttle bus. Jadi, mau masuk dan keluar safari harus naik bus ini. Bus terakhir untuk safari siang kalau tidak salah jam 5 sore. Peta yang kami dapatkan dari loket membuat kami berpikir area Bali Safari and Marine Park sangat luas. Sudah terbayang rasanya melihat lumba-lumba dari jarak dekat dan naik gajah.

Ternyata.... areanya kecil. Masih lebih luas taman safari di Pandaan Malang atau Bogor. Lumba-lumba pun tak ada karena yang dimaksud marine itu bukan "laut" tapi "akuarium" yang berisikan berbagai jenis ikan. Walaupun aku cukup terkesan dengan adanya ikan piranha disana. Tau ikan piranha? bukan ikan monster bertaring yang aku bayangkan sejak kecil. Tapi ikan nya kayak finding nemo. Lucu. hahaha

Sekitar pukul 12.30 kami berputar-putar saja di area "kebun binatang" karena kami ingin menghabiskan waktu sebelum Bali Agung Show. Rencana nya kami akan naik kereta safari setelah show selesai.

Tidak bisa dipungkiri tempat ini memang cocok sekali untuk anak kecil yang suka hewan. Karena ada petting zoo yang semua hewannya bisa dipegang (termasuk hamster yang luar biasa banyaknya) dan juga Kampung Gajah dimana bisa menaiki gajah dan berputar keiling area selama kurang lebih 15 menit.

Disana juga ada Poo Paper. Yap kamu tidak salah baca. Poo alias Kotoran hewan yang diolah menjadi kertas. Agak menjijikkan kalau dipikirkan tapi ini salah satu inovasi yang tepat untuk mengolah sebegitu banyak nya kotoran hewan yang dihasilkan tempat ini dalam sehari.hahaha

Baiklah karena tujuan utama ku kesana sebenarnya adalah Bali Agung Show, maka pukul 14.30 kami segera menuju ke tempat pertunjukan, setelah mencari iPhone Cahya yang ketinggalan di Petting Zoo. Fiuh...untung saja nggak ilang karena sama petugas segera diambil dan mau ditaruh di Lost and Found.

Masuk ke dalam area pertunjukan tidak diperkenankan untuk membawa kamera dan handphone. Jadi, semua barang harus dititipkan. Tenang saja...insyaAllah aman. Karena barang-barang kami aman dan kembali dengan selamat. hehe Tempat duduk nya seperti nonton bioskop. Bedanya di depan kami bukan layar melainkan panggung yang super besar.

Lampu mulai padam dan suara gamelan mengalun dengan indah. Lalu seluruh pemain beserta seluruh hewan yang diajak main di pertunjukan keluar sambil melambaikan tangan. Luar biasa kaget ketika melihat ada gajah, bebek, ayam, kambing, dan kerbau turut serta. hahaha

Sedang asik-asik nya kami melihat parade yang merupakan bagian intro pertunjukan...  lampu mendadak padam.

Kami kira ini bagian pertunjukan. Ternyata nggak. Murni kesalahan teknis. =___="

Tapi wajar sih mati lampu karena saat kami baru saja masuk ke dalam gedung, hujan sangaaaattt deras datang. Syukur Alhamdulillah kami tidak terkena hujan deras.

Setelah menunggu sekitar 20 menit, pertunjukan dilanjutkan kembali. Walaupun selama waktu menunggu itu Cahya dan Irfa sudah tertidur di kursi. hahaha


Sinopsis cerita Bali Agung :
Pertunjukan spektakuler "Bali Agung" terinspirasi oleh cerita legendaris Raja Sri Jaya Pangus dan istri tercintanya Kang Ching Wei, putri seorang pedagang Cina, Bertahun-tahun berlalu tidak ada tanda-tanda seorang anak dalam pernikahan mereka. Kebahagiaan pasangan kerajaan ini pun berubah menjadi kesedihan sehinga raja memutuskan untuk meninggalkan istrinya untuk mencari pencerahan. 
Perjalanan mengarungi samudra dilalui dengan hantaman badai yang menyebabkan sang Raja terdampar ke pulau aneh dan ajaib dengan berbagai hewan mengelilinginya. Ia menemukan tempatnya untuk meditasi tidak lama sampai ia terbangun dengan muncunya Dewi Danu, seorang dewi yang mendiami Danau Batur. Didampingi oleh para penjaga hutan, Dewi Danu menggoda Jaya Pangus. Dan sang raja pun tergoda. 
Sementara itu setelah bertahun-tahun menunggu, Kang Ching Wie menetapkan keberaniannya untuk melakukan perjalanan mencari suaminya. Kesedihan melanda ketika dia menemukan suaminya telah menikah dengan Dewi Danu dan dikaruniai seorang keturunan. 
.... (silahkan nonton untuk lihat kelanjutannya..hehe)
Bali Agung show ini keren banget karena menggunakan efek lampu, musik, dan berbagai gerakan teatrikal yang sangat mengagumkan. Durasi show adalah sekitar 45 menit dan hujan telah reda ketika kami keluar untuk mengambil barang.

Rencana kami selanjutnya adalah mengikuti safari yang harusnya menjadi inti kegiatan selama di Bali Safari and Marine Park. Sayangnya... kami diberitahu oleh salah seorang petugas bahwa banyak pohon tumbang sehingga safari dihentikan untuk sementara. Ternyata tadi saat kami menonton pertunjukan Bali Agung, tidak hanya hujan deras melanda tapi juga angin yang menyebabkan banyak pohon tumbang di lokasi.

Karena jam sudah mneunjukkan pukul 16.00 dan kami kelaparan, kami segera menuju ke restoran yang terkenal akan makan dengan singa. Yap. singa. Hmm...ternyata singa nya dimasukkan ke dalam karena pohon besar yang berada di tengah taman yang bisa dilihat dari dalam restoran tumbang juga. Perut lapar membuat kami tetap makan disana walaupun tidak bisa melihat singa dari kaca.

Harga makanan cukup mahal, setara dengan harga restoran fine dining, namanya Tsavo Lion Restaurant. Rasanya pun tidak begitu "nendang". Tapi kami tidak protes karena perut sudah protes minta diisi. Untungnya ketika akan membayar kami dapat diskon 25% jika membayar dengan kartu CIMB Niaga, dan adikku punya. Alhamdulillah...



Setelah makan kami segera menuju ke tempat gajah. Ternyata...pengunjung sebelum kami adalah yang terakhir. Kami tidak diperbolehkan naik.

Poo paper pun juga sudah tutup ketika kami kesana. Padahal masih jam 5 kurang.

Ketika kembali melewati area gajah, ada turis asng yang dipanggil bahwa mereka masih bisa naik. Aneh banget... masa dibedain turis asing sama domestik? --"

Rasanya hari ini kami sial sekali. Menyesal membayar 250.000 per orang untuk masuk ke sini. =="

Waktu sudah menunjukkan pukul 5.30 dan kami segera pulang ke Kuta. Tak lupa kami mampir ke Kuta Square karena adikku ingin belanja.

Sekitar pukul 7 malam, kami sampai di area Kuta dan memarkir mobil di mall terdekat. Lupa nama mall nya, yang jelas ada di depan waterbom Kuta. Kalau mau parkir di Kuta Square jelas nggak mungkin karena macet nya minta ampun. Lebih cepat jalan kaki daripada naik mobil kalau sudah di area ini.

Setelah berputar-putar dan belanja beberapa baju, kami pulang ke hotel.

Lapar lagi? jelas. Kami mencari di daerah Kuta, eh restoran yang menjual nasi banyak yang tutup. Adanya cafe cafe yang menyediakan minuman doank. Akhirnya terpaksa kami telepon KFC untuk diantar ke hotel. Lucunya...kami harus menunggu 1 jam lamanya. Padahal mata sudah lelah.

Jam 1 pagi...KFC baru datang.

Makan pagi pun kami jalani. hahaha Dan tertidur...lelap.

01 March 2015

CNY Holiday Part 5 : Hujan, Macet, Makan, Nyasar, Bokek... holiday in Bali

Jumat, 20 Februari 2015

PagI kami sudah bangun dan siap untuk melanjutkan perjalanan ke Denpasar. Rencana awal mama mertua mau ikit tapi mendadak nggak bisa ikutan liburan karena suatu hal penting. Baiklah...mungkin ini memang di set hanya untuk anak muda. Haha

Kami sudah memasukkan semua barang ke dalam mobil ketika tiba-tiba mama mertua sadar rambut anak sulung tersayang gondrong dan memaksa pagi itu juga untuk potong rambut di salon langganan dekat rumah. Bahkan saat salon nya belum buka, dibelain telpon yang punya salon pagi-pagi.haha Permintaan orang tua nggak bisa ditolak. Alhasil perjalanan kami tertunda.

Ketika si ibu salon melihat mas putu, dia berkata "wah ini ibu potong model anak muda jaman sekarang ya.." itu pernyataan bukan pertanyaan. Haha usai dipotong..jeng jeng...taraaa boyband taiwan muncul!!! Hahaha nggak nyangka suamiku bisa tambah ganteng juga... *ups haha

Sekitar pukul 10.00 kami berangkat menuju Denpasar tapi berhenti pukul 12.00 ketika menemukan masjid karena waktunya jumatan. Mencari masjid di Bali bisa dibilang lumayan susah. Semakin menjauhi pulau Jawa, semakin susah ditemukan. Makanya sekalinya ketemu kami langsung berhenti walaupun harus menungu sekitar 1 jam untuk mulai shalat.

Mobil kami parkir di depan restoran pizza sebelah indomaret yang ada di depan masjid. Karena shalat masih belum mulai, kami pergi ke indomaret dulu untuk nebeng ke toilet. Tak disangka hujan deeraaaaassss plus angin datang. Terpaksa kami menunggu di depan indomaret sampai hujan reda.

Ada sebuah pemandangan kala itu yang membuatku terpaku. Di depan indomaret tempat kami menunggu hujan reda, ada seorang pengemis wamita muda dan dua anak kecil laki-laki. Salah seorang di antara anak itu tertidur lelap di lantai keramik dingin teras indomaret. Aku teringat salah satu berita yang baru saja kubaca tentang pengemis yang menculik anak kecil untuk dibawa mengemis supaya dikasihani, tak hanya itu, anak kecil itu juga diberi narkoba agar tidak menangis. Astaghfirullah... Rasanya hati ini tersayat. Semoga anak-anak ini memang anak kandung pengemis muda ini.

Hujan tak kunjung reda, malah bertambah deras, sedangkan adzan sudah mulai berkumandang. Aku memutuskan untuk pergi ke mobil hujan-hujan untuk mengambil payung. Tak mungkin aku meminta suamiku atau cahya yang mengambil karena mereka harus dalam keadaan suci ketika shalat. Sedangkan kalau mau ke mobil sudah pasti kaki akan kotor terkena luapan selokan.

Sesampainya di mobil, aku segera mengambil payung. Tapi tak sengaja aku menendang pintu yang terbuka dari dalam dan menabrak pintu mobil putih di sebelah. Rasanya jantung ini mau copot ketika melihat ada goresan hitam di badan mobil yang mulus. ><

Aku mengesampingkan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi termasuk harus mengganti goresan itu, karena shalat jumat akan segera dimulai. Usai memberikan payung kepada dua cowok yang menanti, aku dan adikku segera meluncur ke mobil. Sialnya adikku terperosok ke dlam selokan di samping mobil dan memaksanya untuk ganti celana.haha

Perjalanan kami lanjutkan kembali sekitar pukul 2 siang dengan rasa syukur orang yang punya mobil tidak datang (lhoh) ... Jangan ditiru yaa...


Kami berencana untuk mampir makan siang di Rumah Makan Wardhani daerah Denpasar. Tapi mulai masuk kota saja rasanya sudah stres disambut dengan macet dari segala arah. Ternyata Bali semakin ramai oleh pendatang, warga sudah semakin banyak, tapi lebar bahu jalan tidak bertambah. Akhirnya ya begini ini jadinya. Macet dimana-mana.

Khawatir kami tidak bisa mendapat tempat parkir di depan warung yang terkenal ini, kami memutuskan parkir agak jauh dan jalan kaki. Nyatanya kecepatan jalan kaki kami lebih cepat dsri mobil yang terkena macet. Haha

Pilihan menu nasi campur wardhani pun menjadi santapan siang menjelang sore kami. Ternyata enak banget makananannya. Aku sempat membaca review orang tentang lokasi ini dan banyak yang berkata bahwa jangan bilang pernah ke Bali jika belum makan di warung wardhani. Lokasi nya di Jalan Yudistira No. 2 Denpasar Bali. Bukanya hanya sampai jam 4 sore karena sebelum jam segitu biasanya sudah habis. Beruntung kami datang makanan belum habis. Harga per porsi adalah sekitar Rp 40,000,- , bisa berbeda jika pesan lauk tambahan. Hehe


Kenyang sudah perut buncit kami ini dan bisa melanjutkan ke Kuta tempat hotel kami berada.

Sekitar pukul 4 sore kami sudah sampai di Hotel Adhi Jaya. Tapi, kami salah lokasi.haha KamI seharusnya menuju ke Jalan Sunset Road. Tapi kami malah menuju ke Jalan Raya Kuta. Disana memang ada hotel dengan nama yang sama. Ternyata hotel adhi jaya ini punya cabang banyak. Serasa dibodohi google maps. =="

Setelah muter dan macet sana sini kamI sampai di hotel Adhi Jaya Sunset! yang berlokasi di Jalan Sunset Road dekat By Pass Ngurah Rai. Check-in kami lakukan dulu sebelum mengeluarkan barang khawatir salah lagi. Hahaha. Ceritanya hotel ini memiliki tarif normal per malam sekitar Rp 800,000 ... Terlalu mahal untuk kami yang berkantong tipis ini. Tapi, aku mendapatkan ”secret deal” dari booking.com dan mendapatkan harga Rp 350,000 per malam. Alhamdulillah...kami juga mendapatkan kamar yang keren banget. Ada balkon yang punya view kolam renang, kamar mandi nya bagus banget, tv kabel, welcome drink, dan ada pintu penghubung dengan kamar sebelah yaitu kamar Irfa berhubung dia penakut dan nggak mau ditinggal sendirian di kamar. Haha






Kami putuskan untuk istirahat sebentar sambil menunggu maghrib dan pegi makan malam request mas putu di Jimbaran.

Sebelumnya aku menghubungi kawan baikku yang tinggal di Bali, Ryan, dan menanyakan lokasi makan seafood enak di Jimbaran itu dimana. Dia merekomendasikan satu tempat makan bernama Menega Cafe yang berlokasi di Jalan Four Season Resort, Pantai Muaya, Jimbaran. Website nya http://www.menega.com/



Karena kami belum pernah kesana, kami berpikir tidak perlu lah reservasi dulu. Langsung saja datang dan duduk. Ternyata...dari sekian banyak restoran yang berjejer di pinggir pantai, hanya Menega yang memiliki pengunjung paling banyaaakk. Kami harus mengantri lama hingga dipanggil. Setelah mengantri dan heran kok nggak dipanggil-panggil, mas putu memutuskan untuk bertanya lagi ke orang yang berbeda tentang cara memesan. Ternyata, cara memesan kursi tanpa reservasi adalah...

  1. Pilih mau makan di dalam gedung atau di pantai. Misal di pantai.
  2. Cari orang berbaju batik di area pantai.
  3. Bilang mau pesan tempat, nanti sama dia akan ditulis dan dipanggil sesuai urutan. Normalnya setelah itu akan dipanghil baru pesan makanan. Tapi kami disuruh pesan makanan dulu.
  4. Pesan makanan dI depan restoran yang ada banyak ikan dipajang di akuarium. Bilang aja atas nama yang ditulis si bapak berbaju pantai.
  5. Tanyakan lagi ke bapak berbaju batik kapan dipanggil.
  6. SI bapak akan bilang "bisa lah kita bantu supaya cepat" alias bayar ke dia atau restoran supaya dapat tempat langsung. ==" sepertinya sengaja dibuat begitu oleh pihak restoran
  7. Setelah dapat tempat duduk, tinggal tunggu makanan datang.
Kami dapat tempat di pantai yang dekat dengan air laut. Rasanya romantis meja nya dikasih lampu ublik dan ada orang yang main musik sambil muterin pengunjung. Hahaha.

Harga makanan tergantung season kayaknya. Kami pesan yang model paketan per orang Rp 165.000 untuk 2 orang dan paket 2 orang yanh ada lobster nya Rp 450,000. Memanh mahal, jangan heran. Dari awal aku sudah diberitahu mas putu bahwa makan di Jimbaran akan luar biasa mahal. Mungkin termahal sepanjang kami hidup. Tapi ini pengalaman...so why not? Lagian aku dan adikku belum pernah makan lobster sebelumnya. Hehe

Rasa? Mmm enak sih. Tapi agak hambar gitu untuk ikan dan lobster yang dibakar. Mungkin karena pengunjung banyak, mereka tidak memberikan bumbu lebih di menu yang dibakar.  But, overall recommended disini. Apalagi kalau malem gini pemandangannya oke punyaa...

Pemandangan lampu yang berkelap kelip di pinghir pantai... Musik mengalun indah...romantisme lampu teplok di atas meja...dan ikan udang lobster yang mengundang selera....




Karena kami datang kemalaman, kami baru bisa makan sekitar jam 8.30. Dan air sudah mulai pasang. Bahkan kaki harus kami naikkan jika ombak datang. Haha Kami segera menyelesaikan makan malam kami dan kembali ke hotel untuk beristirahat. Karena besok, hari akan sangat panjang.

( bersambung )

28 February 2015

CNY Holiday Part 4 : Bali, here we come....

Sudah sering kami menginjakkan kaki di Pulau Dewata Bali. Pulau yang indah dan sangaaaattt terkenal. Bahkan orang asing menganggap Bali itu negara! Bukan sebuah pulau yang ada di wilayah Indonesia. Saking terkenalnya Bali, Indonesia kalah terkenal. Hahaha Walaupun sudah sering, tapi kami sadar perjalanan kali ini berbeda.

Karena selama ini, kami ke Bali sebagai turis yaa cuma dua kali dimana disamarkan dengan nama "study tour" ala anak SMP dan SMA yang berkantong tipis. Sedangkan suamiku dan keluarga nya pernah menetap di Bali selama beberapa tahun, nama suami ku aja Putu. Jadi, mereka warga, bukan turis.

Kali ini kami ingin sesuatu yang berbeda. Jalan-jalan ala turis sebenarnya...bedanya kalo turis kaya itu membelanjakan uang nggak pakai mikir, kalau kami dipikir sebelum berangkat dengan tujuan yang sama dengan turis kaya. Jadi misal mau tinggal di hotel berbintang, harga selangit, bagi kami yang pas-pas an begini bisa aja berangkat dengan harga murah. Haha



Kamis, 19 Februari 2015
Kami berencana berangkat pagi dari Surabaya ber empat. Tidak hanya berdua saja dengan suami, namun juga dengan adik kandungku, Irfa, dan adik kandung suami, Cahya. Pagi yang dimaksud adalah pagi jam 6 AM. Tapi yang namanya rencana hanyalah tinggal rencana semata...haha

Aku sudah bangun sejak subuh begitu pula suamiku. Tapi yang namanya Cahya, susah banget dibangunin karena dia tipe kalong. Malam bangun pagI tidur. Akhirnya dibangunin jam 5.30 nggak akan bisa. Akhirnya kami memutuskan untuk bersiap-siap sambil menunggu karena kasihan juga baru tidur udah dibangunin, hingga pukul 7. Dicoba dibangunin lagi nggak bisa. So, kami menjemput adikku dulu di kosan dia dekat Unair. Tentu saja sebelumnya adikku sudah "garing" menunggu dalam kondisi lapar dan memutuskan untuk beli sarapan dulu, buryam kesukaanku, untuk dia dan kami semua.

Setelah menjemput Irfa, balik lagi ke rumah jemput Cahya. Untung sudah bangun sendiri. Sadar mungkin kalau nggak bangun bakal ditinggal. Haha

Jam menunjukkan pukul 9 pagI dan kami berangkat.

Sepanjang perjalanan, ocehan guyonan sana sini menjadi bumbu manis perjalanan. Terutama ketika speaker Harman Kardon gratisan hadiah beli iPhone pacarnya membahana di mobil. Suara cempreng empat orang alay pun bersahutan.

Perjalanan kami lanjutkan dan sampai di daerah Payton yang terkenal berbahaya karena tikungan tajam, sekitar pukul 2 siang. Di depan mobil kami melihat ada sebuah truk besar dan mas putu memutuskan untuk menyalip dari kanan. Tak disangka setelah menyalip ada polisi menyuruh kami untuk minggir. Pak polisi meminta SIM dan STNK mobil lalu mengatakan bahwa kami tidak boleh menyalip di lajur dengan garis lurus. Hmmm kami mana lihat waktu itu. ==" Nah si bapak polisI meminta mas untuk ikut ke dalam pos polisi dekat situ dan kami menunggu saja di mobil.

Tak lama...mas putu keluar dengan senyum aneh. Ternyata, polisi nya "nakal"...
Indonesia...Knapa polisi kayak begini?

Sekitar pukul 4 sore kami sampai di daerah Situbondo. Pinggir laut dan hutan. Kelaparan melanda dan kami memutuskan untuk berhenti makan di warung pinggir jalan yang menjual aneka seafood. Aku lupa nama warung yang seperti restoran itu. Yang jelas mereka juga memiliki kolam pancing yang kolam nya kosong. Haha Pembeli hanya kami saat itu, maklum jalanan juga sedang sepi karena bukan musim liburan besar di indonesia.

Pesanan kami datang. Aneka seafood itu kami santap dengan lahap kecuali pesanan udang ku yang ternyata pedas luar biasa. Namanya kakak adik cowok penggila makanan pedas, habis lah udang dan ikan berbumbu pedas itu. Sedangkan aku dan Irfa cukup puas dengan cumi asam manis kami saja. Ternyata, setelah makan, tak disangka perut suami dan cahya bergolak dan panas, sepertinya mereka keracunan sambal untuk bumbu ikan yang mungkin sudah kadaluarsa. Saranku, jangan berhenti di restoran atau warung yang sepi pelanggan terutama di jalur antar provinsi. =="

Karena berbagai macam kejadian itu, kami baru sampai di pelabuhan Ketapang ba'da maghrib sekitar pukul 6.30. Tarif penyeberangan sudah diubah yaitu dihitung per mobil bukan per kepala. Untuk mobil pribadi dikenai tarif Rp 150.000. Kami juga tidak perlu menunggu untuk masuk ke dalam kapal ferry karena bukan peak season. Parkiran mobil di dalam kapal ferry saja tidak terisi penuh.

Sayangnya kapal ferry yang kami naiki tidak sebagus yang kami bayangkan. Memang sih ada banyak kapal di sana dan untung-untungan kami dapat yang mana. Kami dapat yang nggak enak. Tidak bisa ke dek kapal, tidak ada non-smoking area, bau menyengat, dan hal-hal lain yang tidak mengenakkan. Alhasil, selama 45 menit di atas kapal aku harus menahan diri dari terpaan asap rokok yang luar biasa banyak dan pusing yang disebabkan ombak yang lumayan besar. Waktu menunggu ku habiskan dengan menulis blog tentang pengalaman di singapura sebelumnya.

Tak berapa lama, kami segera bergegas ke mobil untuk keluar dari kapal ferry ketika sudah sampai di pelabuhan Gilimanuk Bali. Tapi sebelum keluar pelabuhan kami diminta untuk menunjukkan KTP oleh pak polisi. Masalahnyaaaa KTP ku sudah diambil kecamatan untuk mengurus perpindahan KK dan KTP ke surabaya. Begitu aku bilang alasannya dan menunjukkan paspot ku, pak polisi nya nggak mau. Alasannya harus KTP bukan paspor. Aneh banget...padahal harusnya paspor itu lebih kuat datanya daripada KTP kan...

Pak polisi nya malah minta foto kopian kTP... Kalau misal aku penjahat yang malsu fotokopian gimana? Masa boleh lewat...? Aneh luar biasa peraturannya. Untungnya aku punya scan KTP ku dan pak polisi nya mau. So, kami bisa melanjutkan perjalanan.

Perjalanan ke Negara ruman mertua ku alias mama mas putu dan cahya memakan waktu sekitar 4 jam. Melewati hutan yang lebat tapi anehnya tidak ada lampu dan memberi kesan mistis. Tapi memang entah kenapa kondisi di Bali dan Jawa itu sangat jauh berbeda...

Sekitar pukul 11 malam kami sampai di rumah mertua.

Lelah dan lapar kamI rasakan dan lele ayam penyet menanti kami. Usai makan dan shalat, kami langsung terlelap. Kecuali dua orang cowok yang perutnya berontak kena sambal kadaluarsa... =="



(bersambung)