Ini nih yang aku pinginin sejak jaman aku masi SMP...Kuliah ke luar negeri...Beasiswa...keren banget ga sih? hahaha
Tapi...perjuangan untuk mendapatkannya ga semudah yang dibayangkan...
Negara yang menurutku bagus pendidikan IT nya itu ada beberapa...tapi disini aku sebutkan 4, yaitu :
1. India
2. Singapura
3. Taiwan
4. Korea Selatan
Ada banyak banget pertimbangan negara mana yang akan menjadi tujuanku...Tapi disini aku akan menceritakan bagaimana aku bisa mendapatkannya.
Thanks to ITS yang punya kerja sama dengan universitas di Taiwan dan Korea sehingga mempermudah aku dan teman-teman mendapatkan informasi.
Sebenarnya...aku tau ada beasiswa itu ga jauh-jauh dari orang terdekat. Jadi gini...aku tau ada beasiswa dari pemerintah India untuk mahasiswa Indonesia dari ibuku yang sedang baca koran...aku tau ada beasiswa dari Singapura dari temanku yang kakaknya tinggal di Singapura...dan aku tau ada beasiswa dari Taiwan dan Korea dari kampus.
So, intinya...banyak-banyaklah mencari informasi... ^.^
Menurutku...pada dasarnya mendaftar sekolah ke luar negeri itu punya syarat yang sama. IPK di atas 3.0 , TOEFL di atas 500 , bisa ngomong bahasa inggris, sosialisasi bagus, dan mengerti ilmu pengetahuan umum. Tapi yang susah adalah...membuat study plan yang dituliskan maupun dihafalkan di luar kepala yang membuat profesor yang mewawancarai kita merasa "She is the one I need!!"
First, India...
Aku tau info beasiswa dari pemerintah India yang kalau ga salah sih nama beasiswanya ICCR (lupa kepanjangannya apa) ini dari ibuku tercinta. Siang bolong yang panas, ibu telepon katanya ada iklan di koran kalo ada beasiswa dari India dan aku disuruh nyoba. Secara my mom is the best, dia tahu apa yang aku mimpikan selama ini.hahaha Ibu suruh aku catet nomor telepon kantornya di Surabaya dan mengambil formulir. Berangkatlah aku ke SPINS International School yang jadi markas pemerintah India di Surabaya. Jauh banget. Sempet nyasar pula padahal uda hampir 4 tahun aku di Surabaya.hahaha Begitu sampai sana ternyata si mbak kasih tau kalau aku harus mengikuti serangkaian tes dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Aku pikir "Ah gampang..." dan ternyata setelah aku baca "Gile bener syaratnya!"
Dokumen harus 4 copy yang tiap copy isinya itu transkrip, SKL, surat keterangan sehat dari dokter, surat bebas HIV, kurikulum nya jurusanku (teknik Informatika ITS) yang tebelnya 200 halaman, CV, foto, KK, akte lahir, dan smeua jenis sertifikat yang aku punya.
Waktu aku kumpulin semua dokumennya...aku harus bawa 1 kardus...-.-"
Hari tes pun datang...jeng jeng jeng...
Tes tulis dimulai...tesnya sih bahasa inggris...tapi bukan bahasa inggris biasa...-.-" itu tes bahasa inggris paling aneh yang pernah aku temui. Bahkan aku sampai ga bisa mendeskripsikannya.hahaha
Tes tulis selesai...menunggu antrian dipanggil wawancara...dan aku dapet nomer terakhir...
Panggilan wawancara datang...dag dig dug banget...
Dan ternyataaaa yang ngewawancara tuh orang India asliiii....mana kalo ngomong bahasa inggris agak aneh...apa mungkin karena logat nehi nehi nya itu ya? hmmm...-.-"
Lucunya..pertanyaan si bapak India "Do you know why Einstein love Apple so much??"
What??? Who knows lah yaa?? terserah Si Einsten lah....-.-"
Dan ternyata...jawabannya adalah "Because, He found Gravity from Apple which fall from Apple Tree"
Ciaaakkkk....ngek ngok banget lah waktu itu...hahahahaha
Second, Singapura...
Ini nih...syarat paling susah. Aku ga akan bisa nulisin disini karena sangat amat membingungkan.hahaha And I'm give up here...
Third, Taiwan...
Aku mengalami pengalaman paling menyenangkan sekeligus menegangkan waktu mendaftar di Taiwan. Universitas yang aku tuju adalah National Taiwan University of Science and Technology (NTUST). Kebetulan ITS punya kerja sama dengan NTUST dalam menarik mahasiswa lulusan ITS untuk masuk ke NTUST untuk master ataupun doctor.
So, aku dapet informasi profesor NTUST datang ke kampusku waktu aku semester 7 awal...Aku menggebu-gebu daftar dan melengkapi semua syarat...Nah kebetulan aku pingin masuk Department of Information Management...Tapi ternyata profesornya ga ada yang dateng...Akhirnya aku ditolak gara-gara mereka ga berani ambil mahasiswa karena ga tau di jurusan D.IM yang dibutuhkan kayak apa..-.-"
Akhirnya aku memberanikan diri untuk mencoba lah...daftar sendiri ke website nya..
Nah tapi ternyata...sebelum aku daftar ke website nya sendiri...profesor dari Department of Information Management dateng....mereka recruitment lagi...Alhamdulillah banget ada kesempatan emas...
Aku daftar n dateng lah waktu itu...Waktu dipanggil untuk sesi wawancara...cuma diliat CV, study plan, transkrip, dan nilai TOEFLku..trus ditanyain dikit-dikit yah sehubungan dengan TA, diriku, dan apa yang akan aku lakukan disana...and Yay!! I've got the acceptance letter!!
But, without scholarship....-.-"
Waktu itu profesornya sempet bilang..."kalau mau dapat beasiswa naikkan dulu TOEFLnya"...Then, dengan penuh tekad aku belajar TOEFL mati-matian. Dibantu seorang teman yang memberikan contoh soal-soal TOEFL aku belajar. Dan hari tes itu tiba...ternyataaaa soal tes nya sama persis seperti yang aku pelajari.hahaha Alhamdulillah...TOEFL ku dapat nilai hampir sempurna. :p
Then, aku dan 2 orang temanku yang juga diterima berniat untuk mendaftar scholarship sendiri melalui website NTUST. Kami mengirimkan langsung semua berkas yang dibutuhkan ke Taiwan. dan aksi menunggu pun dimulai.
Fourth, Korea Selatan...
Negara yang saat ini paling digandrungi anak muda...Korea Selatan...karena K-Pop nya...dan itu terjadi juga padaku.haha Mungkin itu salah satu alasan kenapa aku ikutan daftar juga...
Thanks to ITS again yang punya kerjasama dengan Pusan National University (PNU) sehingga profesornya bisa datang ke kampus. Tapi ini beda. Ga sama kayak Taiwan. Mereka ga ngasih acceptance letter langsung. Mereka cuma wawncara, ambil CV, and go.
Pembicaraan keterima atau nggak dilakukan oleh profesor yang ada di Korea. Mereka cuma akan mengambil mahasiswa jika ternyata membutuhkan mahasiswa itu untuk proyek mereka.-.-"
Hmmm it's okay lah...at least mereka mau bayarin kuliah aja...hahaha
Proses menunggupun dimulai...
Di saat menunggu itu...
Aku lulus
Aku diterima kerja di Jakarta
Aku diterima di ITB
Aku diterima di UI
Dan pengumuman pertama tiba...
NTUST -- "Congratulations. You're accepted in NTUST" -- Alhamdulillahhhh....(lonjak-lonjak di kantor)
India -- "We're from embassy. Congratulations. You're accepted in NIT Waranglar" -- Alhamdulillah... (teriak-teriak di kantor)
Ya Allah...ini benar-benar mukjizat banget...^.^
Yah walaupun sempat galau dimulai karena bingung mau pilih yang mana...aku akhirnya memutuskan...
Bismillah...Taiwaaaannnnn...I'm comiiiiinnnnngggggg.....^.^
Tapi...perjuangan untuk mendapatkannya ga semudah yang dibayangkan...
Negara yang menurutku bagus pendidikan IT nya itu ada beberapa...tapi disini aku sebutkan 4, yaitu :
1. India
2. Singapura
3. Taiwan
4. Korea Selatan
Ada banyak banget pertimbangan negara mana yang akan menjadi tujuanku...Tapi disini aku akan menceritakan bagaimana aku bisa mendapatkannya.
Thanks to ITS yang punya kerja sama dengan universitas di Taiwan dan Korea sehingga mempermudah aku dan teman-teman mendapatkan informasi.
Sebenarnya...aku tau ada beasiswa itu ga jauh-jauh dari orang terdekat. Jadi gini...aku tau ada beasiswa dari pemerintah India untuk mahasiswa Indonesia dari ibuku yang sedang baca koran...aku tau ada beasiswa dari Singapura dari temanku yang kakaknya tinggal di Singapura...dan aku tau ada beasiswa dari Taiwan dan Korea dari kampus.
So, intinya...banyak-banyaklah mencari informasi... ^.^
Menurutku...pada dasarnya mendaftar sekolah ke luar negeri itu punya syarat yang sama. IPK di atas 3.0 , TOEFL di atas 500 , bisa ngomong bahasa inggris, sosialisasi bagus, dan mengerti ilmu pengetahuan umum. Tapi yang susah adalah...membuat study plan yang dituliskan maupun dihafalkan di luar kepala yang membuat profesor yang mewawancarai kita merasa "She is the one I need!!"
First, India...
Aku tau info beasiswa dari pemerintah India yang kalau ga salah sih nama beasiswanya ICCR (lupa kepanjangannya apa) ini dari ibuku tercinta. Siang bolong yang panas, ibu telepon katanya ada iklan di koran kalo ada beasiswa dari India dan aku disuruh nyoba. Secara my mom is the best, dia tahu apa yang aku mimpikan selama ini.hahaha Ibu suruh aku catet nomor telepon kantornya di Surabaya dan mengambil formulir. Berangkatlah aku ke SPINS International School yang jadi markas pemerintah India di Surabaya. Jauh banget. Sempet nyasar pula padahal uda hampir 4 tahun aku di Surabaya.hahaha Begitu sampai sana ternyata si mbak kasih tau kalau aku harus mengikuti serangkaian tes dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Aku pikir "Ah gampang..." dan ternyata setelah aku baca "Gile bener syaratnya!"
Dokumen harus 4 copy yang tiap copy isinya itu transkrip, SKL, surat keterangan sehat dari dokter, surat bebas HIV, kurikulum nya jurusanku (teknik Informatika ITS) yang tebelnya 200 halaman, CV, foto, KK, akte lahir, dan smeua jenis sertifikat yang aku punya.
Waktu aku kumpulin semua dokumennya...aku harus bawa 1 kardus...-.-"
Hari tes pun datang...jeng jeng jeng...
Tes tulis dimulai...tesnya sih bahasa inggris...tapi bukan bahasa inggris biasa...-.-" itu tes bahasa inggris paling aneh yang pernah aku temui. Bahkan aku sampai ga bisa mendeskripsikannya.hahaha
Tes tulis selesai...menunggu antrian dipanggil wawancara...dan aku dapet nomer terakhir...
Panggilan wawancara datang...dag dig dug banget...
Dan ternyataaaa yang ngewawancara tuh orang India asliiii....mana kalo ngomong bahasa inggris agak aneh...apa mungkin karena logat nehi nehi nya itu ya? hmmm...-.-"
Lucunya..pertanyaan si bapak India "Do you know why Einstein love Apple so much??"
What??? Who knows lah yaa?? terserah Si Einsten lah....-.-"
Dan ternyata...jawabannya adalah "Because, He found Gravity from Apple which fall from Apple Tree"
Ciaaakkkk....ngek ngok banget lah waktu itu...hahahahaha
Second, Singapura...
Ini nih...syarat paling susah. Aku ga akan bisa nulisin disini karena sangat amat membingungkan.hahaha And I'm give up here...
Third, Taiwan...
Aku mengalami pengalaman paling menyenangkan sekeligus menegangkan waktu mendaftar di Taiwan. Universitas yang aku tuju adalah National Taiwan University of Science and Technology (NTUST). Kebetulan ITS punya kerja sama dengan NTUST dalam menarik mahasiswa lulusan ITS untuk masuk ke NTUST untuk master ataupun doctor.
So, aku dapet informasi profesor NTUST datang ke kampusku waktu aku semester 7 awal...Aku menggebu-gebu daftar dan melengkapi semua syarat...Nah kebetulan aku pingin masuk Department of Information Management...Tapi ternyata profesornya ga ada yang dateng...Akhirnya aku ditolak gara-gara mereka ga berani ambil mahasiswa karena ga tau di jurusan D.IM yang dibutuhkan kayak apa..-.-"
Akhirnya aku memberanikan diri untuk mencoba lah...daftar sendiri ke website nya..
Nah tapi ternyata...sebelum aku daftar ke website nya sendiri...profesor dari Department of Information Management dateng....mereka recruitment lagi...Alhamdulillah banget ada kesempatan emas...
Aku daftar n dateng lah waktu itu...Waktu dipanggil untuk sesi wawancara...cuma diliat CV, study plan, transkrip, dan nilai TOEFLku..trus ditanyain dikit-dikit yah sehubungan dengan TA, diriku, dan apa yang akan aku lakukan disana...and Yay!! I've got the acceptance letter!!
But, without scholarship....-.-"
Waktu itu profesornya sempet bilang..."kalau mau dapat beasiswa naikkan dulu TOEFLnya"...Then, dengan penuh tekad aku belajar TOEFL mati-matian. Dibantu seorang teman yang memberikan contoh soal-soal TOEFL aku belajar. Dan hari tes itu tiba...ternyataaaa soal tes nya sama persis seperti yang aku pelajari.hahaha Alhamdulillah...TOEFL ku dapat nilai hampir sempurna. :p
Then, aku dan 2 orang temanku yang juga diterima berniat untuk mendaftar scholarship sendiri melalui website NTUST. Kami mengirimkan langsung semua berkas yang dibutuhkan ke Taiwan. dan aksi menunggu pun dimulai.
Fourth, Korea Selatan...
Negara yang saat ini paling digandrungi anak muda...Korea Selatan...karena K-Pop nya...dan itu terjadi juga padaku.haha Mungkin itu salah satu alasan kenapa aku ikutan daftar juga...
Thanks to ITS again yang punya kerjasama dengan Pusan National University (PNU) sehingga profesornya bisa datang ke kampus. Tapi ini beda. Ga sama kayak Taiwan. Mereka ga ngasih acceptance letter langsung. Mereka cuma wawncara, ambil CV, and go.
Pembicaraan keterima atau nggak dilakukan oleh profesor yang ada di Korea. Mereka cuma akan mengambil mahasiswa jika ternyata membutuhkan mahasiswa itu untuk proyek mereka.-.-"
Hmmm it's okay lah...at least mereka mau bayarin kuliah aja...hahaha
Proses menunggupun dimulai...
Di saat menunggu itu...
Aku lulus
Aku diterima kerja di Jakarta
Aku diterima di ITB
Aku diterima di UI
Dan pengumuman pertama tiba...
NTUST -- "Congratulations. You're accepted in NTUST" -- Alhamdulillahhhh....(lonjak-lonjak di kantor)
India -- "We're from embassy. Congratulations. You're accepted in NIT Waranglar" -- Alhamdulillah... (teriak-teriak di kantor)
Ya Allah...ini benar-benar mukjizat banget...^.^
Yah walaupun sempat galau dimulai karena bingung mau pilih yang mana...aku akhirnya memutuskan...
Bismillah...Taiwaaaannnnn...I'm comiiiiinnnnngggggg.....^.^
