Showing posts with label Pemrograman Terstruktur. Show all posts
Showing posts with label Pemrograman Terstruktur. Show all posts

12 October 2009

Array

Macam-macam Array :
  a. Array 1 Dimensi
      adalah sebuah variabel yang menyimpan sekumpulan data yang memiliki tipe sama dan elemen yang akan         diakses hanya melalui 1 indeks atau subskrip.
      Pendeklarasian :

                  nama_array[jumlah_elemen];

     Pengaksesan elemen :

     Misal : untuk program nilai_tes
     Nilai_tes[0] digunakan untuk mengakses elemen pertama dari nilai_tes.

  b. Array 2 Dimensi
      adalah sebuah variabel yang menyimpan sekumpulan data yang memiliki tipe sama dan elemen yang akan         diakses melalui 2 indeks atau subskrip yaitu indeks baris dan indeks kolom.
      Pendeklarasian :

                 nama_array[jumlah_elemen_baris][jumah_elemen_kolom];

      Pengaksesan elemen :

                 Data_lulus[0][1]=540;

      Merupakan instruktur memberikan nilai 540 ke dalam array data_lulus untuk indeks pertama (baris) = 0           dan indeks kedua (kolom)=1.

  c. Array Multidimensi
      adalah sebuah variabel yang menyimpan sekumpulan data yang memiliki tipe sama dan elemen yang akan         diakses melalui banyak indeks atau subskrip. Array seperti ini biasa digunakan untuk matik, array 2                 dimensi juga termasuk kedalam array multidimensi.

      Pendeklarasian :

                   Nama_array[jumlah_elemen_x][jumlah_elemen_y][jumlah_elemen_z];

      Pengaksesan elemen :

                   Nama_var[indeks_satu][indeks_dua]....[indeks_n]

Perbedaan Array dengan tipe data yang lain :
Variabelnya disimpan secara berurutan dalam memori yang ditandai dengan memberikan index pada suatu nama variable.

Hal yang akan muncul bila sebuah array langsung diprint tanpa diberi nilai terlebih dahulu dalam C/C++ adalah
Terjadi error pada saat compile. Dan keluar tulisan dalam compiler ‘declaration of ‘card’ as multidimentional array must have bounds for all dimensions except the first’.

Hal yang terjadi bila sebuah array diakses melebihi ukuran yang ditetapkan sebelumnya dalam C/C++ adalah
Terjadi error pada saat compile. Dan keluar tulisan dalam compiler ‘intializer-strig for array of chars is too long’,

Array sebagai parameter
adalah suatu array dapat berfungsi sebagai parameter dalam suatu fungsi. Bedanya dengan parameter yang lain terletak pada fungsi array sendiri yang dapat menyimpan sejumlah nilai dengan tipe yang sama.

Cara mempassing array sebagai parameter fungsi adalah harus menggunakan passing dengan pointer.
Hal ini dikarenakan array sendiri adalah pointer.
Secara umum dapat dikatakan bahwa pengiriman variabel pointer dalam parameter fungsi harus selalu menggunakan passing dengan pointer. Pengubahan isi array pada fungsi sama dengan mengubah isi array yang ada difungsi utama.

Contoh :
     #include
     void printarray (int arg[], int length)
    {
         for (int n=0; n        cout << arg[n] << " ";
        cout << "\n";
    }
    int main ()
   {
        int firstarray[] = {5, 10, 15};
        int secondarray[] = {2, 4, 6, 8, 10};
       printarray (firstarray,3);
       printarray (secondarray,5);
       return 0;
   }

09 October 2009

Fungsi (Method)

Fungsi
     adalah suatu jenis pembagian program ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil yang dinamakan subrutin ataupun subprogram. Yang mana pada Fungsi memiliki nilai balik ketika subrutin tersebut dipanggi. Beberapa tipe fungsi pada Fungsi berupa int, double, dan sebagainya.

Prosedur
     adalah jenis pembagian yang sama dengan Fungsi, hanya saja pada prosedur tidak menghasilkan nilai balik ketika subrutin dipanggil. Oleh karena itu prosedur sering juga disebut sebagai Fungsi tanpa nilai balik. Prosedur ditulis dengan bagian tipe fungsi berupa void (void berarti tanpa nilai balik).

Manfaat fungsi dalam pemrograman adalah :
    • Mempermudah pengelolaan atau pengembangan program mengingat setiap subrutin memiliki kode yang            relatif sedikit jika dibandingkan dengan kode program secara keseluruhan yang disusun tanpa melibatkan          subrutin.
    • Dapat digunakan untuk mengurangi jumlah kode akibat sejumlah kode yang sama digunakan beberapa kali        dalam program.
    • Menjadikan program lebih bersifat modular sehingga akan mudah dipahami dan dapat digunakan kembali,        baik untuk program itu sendiri maupun untuk program lain yang memiliki proses yang sama.

Implementasi fungsi dalam pemrograman :
      Dalam membuat fungsi kita harus mendefenisikan tipe data dari nilai yang akan dikembalikan.
      Bentuk umum dari fungsi adalah :

        tipe_data nama_fungsi(nilai_parameter1, nilai_parameter2, …);
       {
            statemen_yang_akan_dilakukan;
            …
            …
            return nilai_yang_akan_dikembalikan;
       }

Prototype function 
     adalah fungsi yang hampir sama dengan fungsi yang lain kecuali bahwa prototype function tidak ada statement fungsi yang biasanya dituliskan dalma kurung kawal, diakhiri dengan tanda semi colon, dan dalam argumen dituliskan tipe argumen, bersifat optional.
Fungsi :
untuk menjelaskan pada compiler mengenai
    • Tipe keluaran fungsi
    • Jumlah parameter
    • Tipe dari masing-masing parameter.
Bentuk umum :
    type name ( argument_type1, argument_type2, ...);


Nilai akhir fungsi adalah nilai yang keluar setelah fungsi dijalankan.

Implementasi dalam sebuah fungsi yang mengembalikan nilai rata-rata dari 3 buah data yang diberikan oleh user adalah

#include
#include

int a,b,c;

int main ()
{
  printf("Input 1 : ");
  scanf("%d",&a);
  printf("Input 2 : ");
  scanf("%d",&b);
  printf("Input 3 : ");
  scanf("%d",&c);

  int rata(int a, int b, int c);

  printf("Rata-rata : %d",rata(a,b,c));
  getch ();
}
int rata(int a,int b, int c)
{
  int rata=(a+b+c)/3;
}
 Parameter Formal  
adalah parameter yang dituliskan mengikuti pemanggilan prosedur.

Parameter Aktual
adalah parameter yang dideklarasikan mengikuti pendeklarasian program utama.

Cara melewatkan parameter ke dalam fungsi adalah :
a. Pemanggilan dengan nilai (call by value)
    Merupakan cara yang dipakai untuk seluruh fungsi buatan. Pemanggilan ini, nilai dari parameter actual akan       disalin ke parameter formal. Dengan cara ini, parameter actual tidak bias dirubah sekalipun nilai parameter        formal berubah.
b. Pemanggilan dengan referensi (call by reference)
    Merupakan upaya untuk melewatkan alamat dari suatu variable ke dalam fungsi.Cara ini dapat dipakai             untuk mengubah isi suatu variable di luar fungsi dengan pelaksanaan pengubahan dilakukan di dalam fungsi.

Variabel Globaladalah Variabel yang dikenal diseluruh daerah di dalam program, di dalam dan luar fungsi. Dideklarasikan di luar suatu blok statemen atau di luar fungsi-fungsi yang menggunakannya. 

Variabel Lokal
adalah Variabel yang hanya dikenal di daerah yang lokal saja, misalnya di dalam sebuah fungsi/prosedur tertentu saja dan tidak dikenal di daerah lainnya. Harus dideklarasikan di dalam blok yang bersangkutan dan variabel lokal akan dihapus dari memori bila proses sudah meninggalkan blok statemen letak variabel lokalnya.





05 October 2009

Fungsi Dasar Bahasa C

a) printf()
Merupakan fungsi output yang berguna untuk menampilakan informasi ke layar.
Contoh :
printf(“%d”,a);

b) scanf()
Merupakan fungsi input yang berguna untuk menyimpan berbagai tipe data yang
dimasukkan
Contoh :
Scanf(“%d”, &a)

c) puts()
Merupakan fungsi output yang berguna untuk menampilkan string sekaligus menambah
karakter newline.
Contoh :
puts(“Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh November”);

d) gets()
Merupakan fungsi input yang berguna untuk memasukkan data sting dari keyboard.
Contoh :
gets(nama);

e) getche()
Merupakan fungsi input yang berguna untuk membaca data karakter dan
menampilkannya ke layar.
Contoh :
printf(“Masukkan sebuah karakter : “);
huruf1 = getche();

f) if
Merupakan statement yang digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi tunggal. Bila
proses yang diseeleksi terpenuhi atau bernilai benar, maka pernyataan yang ada
dalam perintah if akan dikerjakan.
Contoh :
if(nilai >= 80)
{
printf(“Dapat Poin Plus-plus\n”);
}

g) if…else
Dalam statement if… else terdapat dua pernyataan. Bila kondisi yang diproses
bernilai benar maka pernyataan pertama yang akan dilaksanakan. Namun, jika
kondisinya salah maka selanjutnya akan mengerjakan pernyataan kedua
Contoh :
if (nilai >= 80)
{
printf(“Dapat Poin Plus-plus \n”);
}
else
printf(“Kumpulkan lagi Poin Anda\n”);

h) switch
Sebuah statement yang dapat digunakan untuk penulisan pernyataann kondisi yang
menggunakan bilangan bulat / karakter dalam proses perbandingannya dan tidak
merupakan suatu range panjang.
Bentuk umum dari switch…case adalah :
switch(nilai)
{
case nilai1 :
pernyataan1;
break;
case nilai2 :
pernyataan2;
break;
}

i) while
Penggunaan while akan mengeksekusi pernyataan jika kondisi bernilai benar. Jika
salah maka loop tidak akan terjadi dan akan menjalankan pernyataan selanjutnya
yang berada di luar loop while.
Contoh :
i = 1;
while (i<=10) { printf(“%d” nilai\n”,i); i++; } j) do…while Perulangan do…while pada dasarnya sama saja dengan struktur while, hanya saja pada while, seleksi berada di while yang letaknya di atas. Sementara do..while, seleksi while berada di bawah batas perulangan. Contoh : i = 10; do { printf(“%d” nilai\n”,i); i--; } while (i>0)

k) for
Digunkan untuk mengulang suatu proses yang telah diketahui jumlah perulangannya.
Bentuk umum :
for (inisialisasi; kondisi; penambahan) {pernyataan}
Keterangan :
• Inisialisasi : berisi nilai awal, bersifat opsional, dan bias berisi satu
assignment atau lebih.
• Kondisi : berisi kondisi yang harus dipenuhi dan harus ada.
• Penambahan : berisi ekspresi yang akan mengubah nilai, bersifat opsional.
Contoh :
for(i = 1; i<= 10; i++)
{
printf(“%d nilai\n”, x);
}

l) break
Pernyataan yang digunakan untuk keluar dari suatu loop sebelum kondisi menjadi
false.
Contoh :
var i = 6
while (i<6)
{
printf(“%d nilai\n”, x);
if i==3;
break;
i++;
}

j) infinite loop
Rangkaian instruksi dari sebuah program computer yang berulang secara tidak
terbatas.
Contoh :
float x = 0.1;
while (x != 1.1)
{
x = x + 0.1;
printf("x = %f\n", x);
}

k) Finite loop
Rangkaian instruksi dari sebuah program komputer yang berulang secara terbatas.
Contoh :
x = 1;
while (x <= 10)
{
printf(“%d BAHASA C\n”, x);
x++;
}

Tipe Data dalam Bahasa Pemrograman C

Jenis - jenis Tipe Data :

a. Character ==> format tampilan %c
- char / signed char
-128 s.d. 127
- unsigned char
0 s.d. 255
Jenis data yang hanya menyimpan satu karakter, dan digunakan untuk menyimpan
karakter dalam kode ASCII
b. Integer ==> format tampilan %d / %i
- int / signed int /signed
-32768 s.d. 322767
- unsigned int/ unsigned
0 s.d. 65535
- long/long int/signed long/signed long int
-2147483648 s.d. 2147483647
- unsigned long/ unsigned long int
0 s.d. 4294967295
- short int
-128 s.d. 127
Jenis data yang merepresentasikan bilangan bulat.
c. Floating point Single precision ==> format tampilan %f / %g / %e
- float
3.4E-38 s.d. 3.4E38
Jenis data yang digunakan untuk merepresentasikan bilangan pecahan dalam
jangkauannya
d. Floating point double precision ==> format tampilan %d
- double
1.7E-308 s.d. 1.7E308
- long double
3.4E-4932 s.d. 1.1E4932
Jenis data yang digunakan untuk merepresentasikan bilangan pecahan dalam
jangkauannya